Hobi Bermain Bola Voli? Yuk, Pelajari Teknik Dasarnya!

Permainan Bola Voli – Gemar maupun tidak, rasanya setiap Anda familier dengan olahraga bola voli (volleyball). Selain menjadi salah satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah, voli kerap menjadi perlombaan di banyak ajang. Ini bisa mencakup pertandingan antarsekolah, wilayah, instansi, perayaan hari kemerdekaan, bahkan jenis acara nonformal seperti pertemuan arisan.

Pengertian bola voli secara umum melibatkan dua tim yang saling berlawanan, dengan jumlah anggota enam pemain. Untuk memenangkan pertandingan, setiap tim diharuskan “melempar” bola dari area lapangan sendiri melewati net ke wilayah lawan. Ketika lawan tidak “sanggup” menerima dan mentransfer balik bola, maka tim tersebut akan mendapatkan poin. Tim yang mendapatkan poin terbanyak, akan dinyatakan sebagai pemenang permainan. Adapun di sinilah, strategi dan penguasaan lapangan menjadi amat penting pada masing-masing tim.

Dalam ranah internasional, olahraga bola voli dinaungi oleh Federation Internationale De Volleyball (FIVB).  Sementara itu, di Indonesia sendiri, olahraga bola voli dinaungi oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Praktik permainan bola voli tidak lepas dari pengaturan posisi antara pemain satu dengan yang lainnya. Setidaknya, berikut adalah rincian terkait materi bola voli, peran, dan posisi pemain bola voli dalam lapangan.

  1. Tosser (setter)

Dalam permainan bola voli, tosser merupakan sebutan bagi pemain yang memiliki tugas “mengoper” bola kepada teman satu timnya. Adapun idealnya, seorang tosser juga berperan dalam mengatur jalannya pertandingan.

  1. Spikker (smasher)

Dalam olahraga bola voli, poin akan diberikan apabila bola yang ditransfer lawan tidak sanggup diterima atau jatuh di area lapangan. Nah, untuk mendapatkan poin lebih, spikker atau seorang smasher bertugas untuk memukul bola agar bisa jatuh (dan gagal ditangkap) di area pertahanan permainan lawan.

  1. Libero

Berkebalikan dengan seorang smasher, libero bertugas untuk “mempertahankan” diri dengan menahan bola dari pukulan lawan. Untuk mendukung tujuan tersebut, libero dibebaskan keluar-masuk pertandingan—meski ia tidak diperbolehkan melakukan teknik smash (pukulan). Sebaliknya, seorang libero hanya boleh menggunakan teknik passing (atas maupun bawah) ketika bola melewati net.

  1. Defender

Seperti halnya dengan peran libero, defender menjadi pemain yang juga bertugas untuk “mempertahankan” diri dengan menerima serangan dari tim lawan.

Teknik-teknik Dasar Bermain Bola Voli

Apa pun tujuannya, entah untuk memenangkan kompetisi atau justru sekadar menikmati permainan, penguasaan teknik dasar amat diperlukan untuk mendukung jalannya pertandingan. Adapun teknik dasar ini penting diketahui, bahkan dikuasai oleh masing-masing pemain—sesuai peranannya.

Dalam olahraga bola voli, dikenal empat teknik dasar permainan. Berikut adalah penjabarannya.

  1. Service

Praktik permainan (atau justru pertandingan) bola voli diawali dengan teknik service. Bagaimanapun, setiap pemain, harus melakukan pukulan bola dari wilayah belakang garis lapangan—dengan ketentuan melampaui net dan sampai ke daerah lawan. Pada banyak kasus, teknik service yang baik juga berfungsi sebagai strategi untuk mengalahkan lawan—terutama ketika seorang pemain memilih area yang kosong atau justru mengarahkan lemparan bola ke pemain yang tampak lelah. Adapun selain dilakukan di awal pertandingan, service akan dimulai setiap terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh pemain (lawan).

Sebagai informasi, setidaknya ada tiga macam service yang bisa dilakukan oleh masing-masing pemain.

  1. Service Bawah—Ini mencakup service yang dilangsungkan dengan ayunan lengan dari bawah (underhand service).
  2. Service Samping—Sesuai namanya, service samping dilakukan dengan posisi berdiri menyamping, lalu mengayunkan lengan untuk melemparkan bola. Teknik ini juga kerap disebut dengan istilah slider foating overhand.
  3. Service Atas—Banyak orang kerap menyamakan service atas dengan teknik smash. Disebut demikian, sebab teknik ini dilakukan dengan melemparkan bola lalu mengayunkan lengan (untuk memukulnya) dari arah atas (floating overhand serve).
  4. Passing

Dalam pengertian sederhana, passing merupakan satu upaya seorang pemain untuk terlebih dulu mendapatkan bola, sebelum mentransfernya kepada pemain satu tim. Dalam banyak kasus, passing (dikenal juga dengan reception) kerap menjadi cara untuk “menerima” bola dari lawan, mengendalikannya, sekaligus menahan service (langkah penyerangan) yang dilakukan oleh lawan. Adapun teknik passing terdiri dari dua jenis, yakni:

  1. Passing Atas—Merupakan teknik yang dilakukan dengan tujuan “mengoper” bola tinggi (atau ke arah atas). Dalam banyak kasus, teknik passing atas ini dilakukan sebagai teknik mengumpan, yang akan diarahkan kepada smasher sebagai bentuk penyerangan terhadap lawan.
  2. Passing Bawah—Berkebalikan dengan teknik passing atas, passing bawah cenderung digunakan untuk mengoper bola-bola pendek. Harus diketahui, jenis passing bawah merupakan teknik yang dominan digunakan dalam permainan bola voli.
  3. Spike (Smash)

Sebagai bentuk penyerangan (dilakukan untuk mendapatkan poin) teknik smash menjadi penting dalam sebuah pertandingan bola voli. Dengan kata lain, smash sendiri merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk “menumbangkan” lawan, sekaligus memenangkan pertandingan. Adapun secara umum, smash dapat dimaknai sebagai teknik pukulan dengan kekuatan penuh—yang dilakukan dengan cara melompat. Nah, untuk mendapatkan poin, jenis pukulan ini akan diarahkan ke area lawan yang kosong, atau justru pemain (lawan) yang terlihat lemah.

Dalam sebuah permainan bola voli, berlaku aturan smash sebagai “pukulan ketiga”. Ini artinya, sebelum smash, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti halnya passing bawah (bola pertama), passing atas (bola kedua), lalu smash (bola ketiga). Seorang smasher idealnya punya postur badan ataupun lompatan yang tinggi—untuk memastikan pukulannya benar-benar baik dan “tepat sasaran”.

  1. Block (Membendung)

Teknik block atau “membendung” menjadi satu cara untuk mencegah dan menahan serangan lawan—dengan membentuk pertahanan (kerap disebut “bendungan”). Secara umum, teknik block ini dilakukan dengan mengangkat kedua tangan yang dibarengi dengan lompatan yang tinggi menuju arah bola yang dilemparkan oleh lawan. Tujuannya, tak lain untuk menahan bola, agar tidak masuk ke dalam area sendiri.

Adapun teknik ini amat diperlukan oleh tim. Tidak heran, jika setiap pemain diharuskan “menguasai” teknik ini. Untuk mewujudkannya, pemain pun harus berdiri dengan posisi kaki yang sejajar, lalu di saat bersamaan meletakkan kedua tangan berada di depan dada dengan posisi menghadap kea rah net; yang kemudian dilanjutkan dengan “lompatan” mengikuti arah bola yang dipukul oleh lawan. Dalam banyak kasus, keberhasilan teknik block bergantung pada kemampuan si pemain (blocker) dalam membaca arah serangan lawan.

Itulah penjabaran terkait teknik permainan bola voli, berikut peranan masing-masing pemain dalam pertandingan (atau justru sekadar permainan) bola voli. Bagi Anda yang gemar, bahkan memiliki keinginan untuk menjadi ahli dalam permainan bola voli, dapat mempelajari dan mempraktikkan langsung teknik-tekniknya secara berkala. Adapun Anda juga bisa mendapatkan pengetahuan lain mengenai strategi dan teknik penguasaan lapangan voli dengan membaca lebih lanjut beberapa artikel lainnya. Selamat mencoba!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *