Masalah Saya Dalam Menulis Adalah ….

ultimatesammy.wordpress.com
ultimatesammy.wordpress.com

Sejak sekolah di Madrasah Tsanawiyah dulu, saya adalah orang yang suka dengan aktivitas baca membaca, kemudian setelah suatu hari saya memenangkan lomba menulis cerpen bahasa daerah disekolah saya mulai merambah kedunia tulis menulis dan memiliki cita-cita untuk menjadi novelis suatu hari nanti.

Selepas lulus dari Tsanawiyah saya jadi lebih sering menulis lagi, biasanya saya menulis cerita-cerita pendek dan kadang mengirimkan tulisan saya ke berbagai media-media remaja yang beken saat itu, ya, walaupun tak pernah sekalipun tulisan saya dimuat, tapi saya tetap bangga karena tulisan-tulisan saya minimal bisa sampai ke Jakarta.

Kemudian vakum menulis selama 2 tahunan, dan baru mulai kembali menulis ketika memasuki masa SMA, disaat itu saya mulai membaca-baca tulisan orang dan biasanya berlangganan beberapa majalah remaja yang biasanya memuat banyak cerpen juga, seperti majalah gadis, teen dan sebagainya.

taipancelotehku.blogspot.com
taipancelotehku.blogspot.com

Masalah dimulai disini, ketika membaca tulisan orang lain yang sudah tenar saat itu semacam boim lebom, asma nadia dll, dan kemudian membandingkannya dengan tulisan saya, itu bagaikan bumi dan langit, dari mulai EYD, alur cerita, ide mereka dalam bercerita, apalagi bila berbicara tentang gaya kepenulisan mereka dan saya, Wah, minder banget lah.

Asma Nadia
Asma Nadia

Sedikit banyaknya dengan membaca tulisan orang lain membuat saya sadar bahwa tulisan saya masih jauh dari kata baik, jalan untuk menjadi penulis novel rasanya terjal sekali, sayang sekali, saat itu bukannya saya menambah semangat, malah jatuh kedalam lubang
keputus asa-an,

Beberapa hal yang saya rasakan dulu yang menjadi hambatan saya dalam menulis dan saya coba pecahkan itu sekarang setelah beberapa tahun berlalu:

1.Merasa Tidak Berbakat

arryrahmawan.net
arryrahmawan.net

Membandingkan tulisan diri kita pribadi dengan tulisan orang yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan tentu saja tidak fair, jelas saja tulisan kita masih kalah jauh karena masih kurang jam terbang juga, ada sebuah kata bijak yang mengatakan,

Pemecahan:
“Seseorang akan menjadi ahli setelah dia memiliki 10.000 jam bergelut di bidang yang digeluti”,  kata-kata ini akan terus saya pegang sampai saya berhasil menjadi seorang penulis, belajar tiada akhir dan mempercayai bakat hanyalah sesuatu yang tak berguna apabila orang tersebut tidak mengasahnya dengan latihan dan praktek yang terus-menerus.

2.Merasa Tulisan Jelek dan Terus Menghapusnya

www.smubr.com
www.smubr.com

Masalah yang sering datang ketika saya menulis adalah, menghapus kembali apa yang telah saya tulis, meskipun itu kadang masih belum ada satu paragraf, ketika membaca tulisan dan melihat ada sesuatu yang ganjil baik itu dalam hal pemilihan diksi atau apapun biasanya saya akan menghapusnya dan menggantinya dengan yang baru, begitu saja, terus dan terus terulang, sampai-sampai tak pernah ada tulisan yang jadi karena kebiasaan ini,

Pemecahan:
Ada salah seorang teman saya yang mengatakan, bahwa ketika kita menulis, teruslah menulis dan jangan mencoba membaca kalimat sebelumnya apalagi sampai berulang-ulang, karena itu akan membuat otak kita bosan dan merasa tulisan kita jelek,

www.academicindonesia.com
www.academicindonesia.com

Baiknya, editing tulisan dilakukan ketika tulisan sudah selesai kita buat, barulah mulai baca lagi dari awal dan memperbaiki kesalah-kesalahan yang ada dalam tulisan kita, baik itu dari pemilihan kosakata, ejaan ataupun alur dari plot satu ke plot lainnya yang kadang tidak nyambung, ini hal yang sekarang saya pegang dan terus saya lakukan, Menulis … dan menulis, editing mah belakangan jangan di pertengahan.

3. Stuck Ditengah Tulisan

Stuck
Lagi enak-enaknya nulis, tapi kadang pas dipertengahan tulisan kita malah bingung mau ngapain lagi, ide yang tadinya menumpuk, menghilang begitu saja, ujung-ujungnya kita nyari celah untuk jeda dan istirahat tidur-tiduran bentar, namun biasanya malah kebablasan dan tulisan jadi terbengkalai.

Pemecahan:
Untuk mengatasi stuck ide ditengah penulisan itu, sebelum menulis kita harus membiasakan diri membuat outline atau kerangka tulisan, ketika memiliki kerangka tulisan, kita hanya mengikuti pola yang telah kita buat tersebut sehingga nantinya kehilangan ide ditengah jalan bisa sedikit di minimalisir.

Banyak sekali hambatan-hambatan menulis dan cara untuk menganggulanginya, tulisan ini hanyalah sebagian kecil saya yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *