20 Macam Metode Pembelajaran dan Penjelasannya, Terlengkap!

Metode Pembelajaran atau biasa juga disebut dengan strategi pembelajaran ataupun model pembelajaran adalah suatu metode,cara atau pendekatan yang digunakan pengajar dalam menyampaikan materi kepada siswanya. Agar materi tersebut lebih mudah dipahami dan tujuan dari kegiatan belajar mengajar tercapai.

Metode pembelajaran merupakan salah satu penentu keberhasilan siswa dalam belajar. Proses transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa akan efektif jika metode pembelajaran yang digunakan juga efektif.

Selain itu, dengan menggunakan variasi dari beberapa metode pembelajaran yang telah ada sebelumnya. Maka suasana belajar mengajar diharapkan akan lebih ramai. Tidak membosankan dan menjenuhkan.

Nah, berikut ini adalah beberapa model pembelajaran efektif yang memudahkan siswa untuk memahami materi yang diajarkan.


1. Metode Pembelajaran Jigsaw


metode pembelajaran
vedcmalang.com

Model pembelajaran kooperatif Jigsaw (gergaji ukir) menyerupai cara atau pola penggunaan sebuah gergaji, Model belajar jigsaw diartikan juga sebagai sebuah tipe pembelajaran kelompok. Dimana dalam kelompok tersebut siswa bertanggung jawab menguasai satu bagian materi.

Kemudian, dia berkewajiban mengajarkan materi tersebut kepada anggota kelompok lainnya sampai semua anggota memahami materi tersebut.

Langkah-Langkah Pembelajaran Metode Jigsaw

1. Pengajar membagi materi menjadi beberapa sub bab/topik.
2. Bentuk beberapa kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 6 orang
3. Setiap siswa di dalam kelompok diberikan bagian materi berbeda satu dengan lainnya.
4. Anggota kelompok yang memiliki sub bab sama kemudian berkumpul bersama anggota kelompok lain (membentuk kelompok baru) yang juga memiliki pembahasan sama.
5. Dalam kelompok baru tersebut, siswa mendiskusikan materi sesuai dengan sub bab yang mereka dapat.
6. Setelah selesai mendiskusikan materi, kemudian siswa kembali ke dalam kelompok (awal) masing-masing dan secara bergantian mengajar teman di kelompok mengenai topik yang telah didiskusikan sebelumnya.
7. Masing-Masing kelompok ahli (kelompok baru) melakukan presentasi dari hasil diskusi sebelumnya.
8. Evaluasi dari guru
9. Penutup

Metode yang dikembangkan di Universitas Texas oleh Elliot Arronson (dkk) ini, sangat efektif apabila diterapkan pada sebuah materi ajar yang memiliki beberapa sub bagian dan tidak harus berurutan cara penyampainnya.

Dalam metode ini siswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada guru. Karena tugas guru dalam hal ini lebih banyak mengawasi dan melakukan evaluasi


2. Metode Pembelajaran Role Playing


Metode role playing merupakan suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan imajinasi dan penghayatan siswa dalam memerankan tokoh melalui skenario-skenario yang disusun berdasarkan materi pelajaran yang harus siswa pahami.

Model ini cocok digunakan apabila materi pelajaran yang memerlukan dramatisasi daripada penceritaan. Sehingga materi tersebut akan lebih mudah dipahami dan juga memancing keaktifan siswa.

 


3. Metode Pembelajaran Talking Stick


Metode pembelajaran kooperatif talking stick menggunakan tongkat sebagai media pembelaarannya. Siapa yang memegang tongkat wajib menjawab apa yang ditanyakan oleh gurunya. Tentunya setelah mereka diberi waktu untuk mempelajari materi terlebih dahulu.

Metode talking stick telah digunakan  suku-suku Indian di Amerika selama ratusan tahun. Ketika mengadakan pertemuan suku dan mulai berdiskusi. Hanya pemegang tongkat yang memiliki hak untuk berbicara. Sedangkan yang tidak memegang tongkat. Maka dia harus diam dan menunggu giliran tongkat tersebut dipindahkan oleh ketua suku.

Metode ini melatih siswa dalam berbicara, selain juga untuk menyamaratakan hak berbicara siswa yang aktif dan juga pasif. Namun bagi orang-orang yang jarang berbicara, metode talking stick akan terasa sangat mendebarkan dan membuat hati mereka dag dig dug. Karena mereka akan dituntut untuk berbicara didepan siswa lainnya. Sedangkan mereka tentu saja tidak terbiasa dengan hal tersebut.

 


4. Cooperative Learning (CL)


Cooperative Learning merupakan salah satu jenis model pembelajaran efektif yang melibatkan siswa untuk terlibat aktif di dalamnya. Siswa dibagi dalam kelompok kecil, di dalamnya terdapat proses saling tukar-menukar pendapat, saling berbagi, saling membantu, dan berlajar bertanggung jawab bersama terhadap tugas yang diberikan.

Bagian penting dari metode CL ini adalah informasi, adanya pengarahan untuk membuat strategi belajar, kelompok yang dikondisikan heterogen, dan belajar bekerja sama di dalam kelompok. Setelah melalui proses belajar kelompok dilanjutkan dengan tahap presentasi kelompok dan pengumpulan laporan kerja kelompok.

 


5. Problem Based Learning (PBL)


Metode pembelajaran PBL merupakan metode yang menggunakan kasus atau masalah sebagai sebagai pemicu proses belajar. Pada metode PBL ini, siswa akan dihadapkan pada kasus lalu mereka diharapkan dapat berpikir kritis untuk mencari solusi atau pemecahan masalah dari kasus tersebut. Metode belajar Problem Based Learning ini juga sering digunakan pada sistem pembelajaran mahasiswa kedokteran.


6. Contextual Teaching and Learning (CTL)


 

Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan metode mengajar yang didahului dengan pengkondisian suasana agar siswa menjadi lebih tertarik terhadap materi yang diajarkan. Guru bisa melakukan tanya jawab ringan dengan siswa tentang keterkaitan materi yang akan diajarkan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan agar siswa lebih tertarik untuk mempelajari materi yang akan diajarkan.

Dalam CTL terdapat 7 indikator yang membuatnya berbeda dengan jenis metode pembelajaran lainnya. Indikator tersebut antara lain:

  1. Modeling

Modeling yaitu proses di awal pembelajaran yang berisi tentang pemusatan perhatian dan upaya meningkatkan motivasi siswa untuk semangat mempelajari materi yang diajarkan. Selain itu pada tahap ini juga dijelaskan mengenai aturan atau tata tertib proses belajar serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut.

  1. Questioning

Di dalam tahap questioning terjadi proses pembimbingan, pengarahan, dan eksplorasi tentang materi yang diajarkan.

  1. Learning Community

Pada tahap learning community, siswa akan berpartisipasi aktif untuk bertanya, mencoba atau mengerjakan tugas secara individu atau kelompok.

  1. Inquiry

Tahap inquiry merupakan tahap penyusunan hipotesis dan generalisasi. Pada tahap ini siswa akan berusaha mengidentifikasi dan melakukan investigasi sehingga muncul hipotesis.

  1. Constructivism

Tahap constructivim atau tahap konstruksi merupakan tahapan ketika siswa belajar untuk melakukan analisis dan sintesa. Siswa diharapkan dapat melakukan konstruksi pemikiran dan mendapatkan pemahaman yang baik terhadap materi pembelajaran.

  1. Reflection

Reflection merupakan tahap review, berisi rangkuman dari materi yang diajarkan pada hari itu dan dilengkapi rencana tindak lanjut untuk pembelajaran selanjutnya.

  1. Authentic Assesment

Authentic Assesment merupakan tahap terakhir yaitu penilaian. Penilaian ditinjau dari keseluruhan proses yang telah dilakukan oleh siswa meliputi keaktifan siswa, kemampuan menganalisis, portofolio, dan lain sebagainya. Penilaian diharapakan bersifat obyektif dan mencakup keseluruhan aspek.

7. Student Team Achievement Division (STAD)

Metode pembelajaran STAD adalah metode belajar kolaboratif yang melibatkan siswa dalam berbagai tingkat kemampuan dalam kelompok-kelompok kecil. Di dalam kelompok kecil ini nantinya tejadi diskusi antar anggota kelompok mengenai topik materi yang diajarkan. Setiap kelompok kecil juga harus melakukan presentasi sehingga terjalin interaksi yang efektif di dalam kelas.

Satu hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan metode pembelajaran STAD ini adalah pemilihan siswa di dalam satu kelompok kecil. Di dalamnya harus ada siswa yang berkemampuan tinggi, rendah, dan sedang. Hal ini agar di dalam proses diskusi kelompok terjadi kolaborasi dan saling membantu antar anggota kelompok. Jadi, proses belajar STAD ini juga mengasah kemampuan sosialisasi, berbagi, dan kolaborasi.

8. Learning Cycle Model

 

Model pembelajaran Learning Cycle Model berasal dari Amerika. Model pembelajaran ini meliputi 3 siklus utama yaitu:

Siklus 1: Eksplorasi

Pada tahap eksplorasi, siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran dipersilakan untuk mengeksplorasi pengetahuannya tentang materi yang akan dibahas, menghubungankannya dengan fenomena alam, dan belajar menyampaikan pendapatkanya kepada kelompok.

Siklus 2: Pengenalan Konsep

Pada tahap pengenalan konsep, siswa mulai mengaitkan atau menyusun hubungan antar konsep. Siswa mengidentifikasi setiap konsep yang didapat lalu mengembangkan dan menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. Peran guru pada tahap ini adalah mengontrol keseseuaian pengembangan konsep yang dilakukan siswa dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Siklus 3: Aplikasi Konsep

Tahap aplikasi konsep merupakan tahap akhir dari Learning Cycle Model, pada tahap ini siswa mulai menerapkan konsep yang didapat untuk diaplikasikan pada konteks kehidupan sehari-hari.

Selain model pembelajaran di atas, masih banyak lagi macam-macam model pembelajaran yang lain. Selain model pembelajaran yang efektif, siswa juga membutuhkan metode pembelajaran yang efektif agar tujuan belajar dapat tercapai secara maksimal. Berikut macam-macam metode pembelajaran yang ada:

  1. Metode Ceramah

Metode ceramah merupakan jenis metode pembelajaran yang cukup sering digunakan. Metode ceramah memudahkan guru untuk menguasai dan mengontrol kelas, tetapi kelemahannya yaitu siswa menjadi cenderung pasif dan kemampuan berpikir kritisnya tidak terasah.

  1. Metode Diskusi

Metode mengajar jenis ini sangat cocok diterapkan pada model pembelajaran yang berkaitan dengan problem solving dan berkelompok. Metode diskusi memungkinkan terjadinya peningkatan kemampuan sosialisasi dan berpikir kritis pada siswa, tetapi metode ini tidak efektif diterapkan pada kelas besar.

  1. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah metode yang bertujuan memberikan peragaan suatu keterampilan tertentu. Metode demonstrasi ini sangat cocok untuk pembelajaran di dalam laboratorium.

  1. Metode Ceramah Plus

Metode ceramah plus merupakan metode ceramah yang dikombinasi dengan metode pembelajaran lainnya. Ada ceramah plus tanya jawab (CPTT), ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT), dan ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

  1. Metode Resitasi

Metode resitasi yaitu metode yang mengharuskan siswa untuk merangkum atau membuat resume dengan menggunakan bahasa mereka sendiri.

  1. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata merupakan jenis metode pembelajaran yang sangat diminati oleh siswa karena di dalamnya terdapat unsur rekreasi. Jadi di dalam metode ini, siswa dapat rekreasi sambil belajar hal-hal yang terdapat di alam.

  1. Metode Percobaan

Metode percobaan merupakan metode yang memperbolehkan siswa perorangan atau kelompok untuk melakukan suatu percobaan tertentu.

Demikian ulasan mengenai macam-macam model pembelajaran dan macam-macam metode pembelajaran. Semoga bermanfaat.