Trik Cepat dan Mudah Membuat Daftar Isi Otomatis

Cara Membuat Daftar Isi – Bagaimanapun, kehadiran sebuah buku tanpa dilengkapi daftar isi adalah hal yang janggal terjadi. Untuk membuktikannya, Anda bahkan bisa mencoba mendatangi rak-rak buku dan mencari satu buku saja yang tidak dilengkapi daftar isi. Apa pun genrenya, entah novel, buku motivasi, atau justru yang memuat materi pelajaran sekalipun, rasanya daftar isi merupakan hal penting yang tidak boleh terlewat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia lantas mendefinisikan daftar isi sebagai sebuah lembaran halaman pada buku, yang menjadi petunjuk isi buku dan nomor halamannya. Secara umum, daftar isi tidak lepas dari sejumlah susunan mencakup: kata pengantar, pendahuluan, judul bab, subbab atau subjudul, kesimpulan, serta saran—yang ditulis dengan nomor halamannya.

Dalam dunia penerbitan, daftar isi diperlukan sebagai panduan untuk “memudahkan” pembaca dalam menemukan halaman penting atau justru yang “disukai” dari buku yang dibacanya. Di sisi lain, kita juga mengenal daftar isi sebagai gambaran keseluruhan isi buku; bahkan tanpa perlu membacanya secara utuh. Adapun dua penjelasan di atas menggambarkan perlunya daftar isi bagi sebuah terbitan—entah itu berwujud buku, makalah, atau kumpulan artikel dengan banyak kategori atau segmentasi—yang  biasanya mencapai puluhan halaman. Dari perspektif pembaca, setidaknya berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika membaca sebuah daftar isi:

  1. Tidak perlu melihat secara keseluruhan. Hal ini terutama berlaku pada kumpulan buku yang berisi hasil penelitian. Bagaimanapun, Anda bisa memanfaatkan daftar isi sebagai langkah awal pembacaan; sekaligus mendapatkan “inti” tulisan tanpa harus membaca buku secara keseluruhan.
  2. Mudah dalam melakukan pengolahan data. Anda yang gemar melakukan penelitian, tentu membutuhkan sumber-sumber mumpuni untuk “menunjang” hasil riset Anda. Sayangnya, ada kalanya waktu yang terbatas menyulitkan Anda untuk membaca keseluruhan isi tulisan. Nah, dengan adanya daftar isi, Anda bisa dengan cepat mengecek pengolahan data yang dilakukan oleh si penulis buku. Misalnya, ketika Anda ingin melihat tentang tata cara analisis pada Bab IV, maka Anda hanya perlu melihat daftar pustakanya; bahkan hanya membuka dan membaca halaman-halaman tertentu.
  3. Mengetahui referensi yang digunakan. Manfaat ini berlaku bagi Anda yang ingin melakukan penelitian sejenis. Adapun dengan terlebih dulu membaca daftar isi yang ada, Anda juga bisa memiliki rujukan yang sama.
  4. Mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan penelitian. Bagaimanapun, daftar isi dapat dikatakan sebagai petunjuk “terstruktur” yang bisa memberikan gambaran kepada Anda terkait tahap-tahap penelitian. Ini bisa mencakup petunjuk tentang tahap pengumpulan data, pengolahan dan penyajian, analisis dan interpretasi data, hingga kesimpulan yang didapatkan.

Peranan vital bagi pembaca inilah yang mengakibatkan, mengapa setiap terbitan yang berjumlah banyak—tidak terkecuali karya ilmiah membutuhkan daftar isi. Kendati mudah, bahkan sering kali dianggap sebagai “urusan kecil”, pembuatan daftar isi ini bisa dikatakan gampang-gampang susah. Belum lagi, perihal terbatasnya waktu akibat tenggat, yang mayoritas telah dihabiskan untuk menuliskan isi, ketimbang mengurus perintilan seperti daftar isi.

Artikel ini sendiri akan membahas tentang cara membuat daftar isi di Word yang bisa Anda jadikan panduan untuk hasil yang efektif, mudah, dan tentu saja cepat dalam segi waktu.

  1. Cara Manual

Meski terkesan “kuno”, tidak dapat diingkari masih ada banyak orang yang membuat daftar isi secara manual. Nah, lantaran bertema manual, tidak heran jika penulisan daftar isi dilakukan dengan cara mengetiknya satu per satu, sesuai halaman dan pembagian kategori tulisan.

Terbatasnya waktu sendiri dapat disiasati dengan membuat kerangka daftar isi terlebih dulu. Caranya, bisa dengan menuliskannya satu per satu, beserta rincian halaman dan pembagian kategori—sebelum menuliskannya secara langsung. Adapun untuk menyamakan posisi tulisan, Anda dapat memanfaatkan tombol tab pada keyboard. Ketimbang menggunakan titik-titik, cara ini tentu berdampak pada hasil yang lebih rapi, sekaligus meminimalkan kesalahan dan ketidaktepatan posisi.

  1. Otomatis

Kontras dengan teknik manual, teknologi terkini memudahkan Anda untuk mempersingkat waktu dengan ragam cara membuat daftar isi otomatis. Untuk keuntungan yang satu ini, tidak perlu repot-repot mencari bahkan mengunduh aplikasi khusus. Digunakan oleh hampir semua orang di dunia sebagai media mengetik dan mengolah kata, program umum komputer seperti Microsoft Word bisa menjadi cara yang efektif, mudah, dan tentu saja: cepat.

Adapun penulisan daftar isi secara otomatis dapat Anda lakukan melalui Microsoft Word 2010, 2009, dan 2003. Sebagai pedoman, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda coba.

  1. Membuka program Microsoft Word (Microsoft Office Word) pada komputer atau justru laptop. Di sini, disarankan untuk memilih dan membuka laman kerja yang masih kosong—yang nantinya akan dipergunakan sebagai lembar daftar isi.
  2. Pastikan menu “Ruler” pada laman kerja Anda sudah aktif. Bagi yang belum, Anda dapat mencoba cara ini dengan terlebih dulu mengklik ribbon atau pilihan “View” , lalu mencentang opsi “Ruler”.
  3. Ketik “Daftar Isi” di awal paragraf yang telah terlebih dulu diatur agar “rata tengah”. Menyusul langkah tersebut, cobalah untuk mengetik kata “Kata Pengantar” di paragraf kedua.
  4. Pada “Ruler” yang telah diaktifkan tadi, cobalah untuk mengeklik area yang berwarna putih, hingga muncul tanda berwarna hitam menyerupai huruf “L”. Adapun Anda bisa membuat tanda tersebut sebanyak dua kali, lalu mengatur posisinya.
  5. Klik sebanyak dua kali tanda “L” tadi, hingga akhirnya muncul jendela “tab”. Kemudian, Anda bisa mengikuti opsi di bawah ini:
  6. Klik “Right” pada pilihan “Alignment”.
  7. Klik pilihan nomor dua, pada tab leader”.


 

  1. Klik tombol “set” dan “ok”.
  2. Tahapan cara membuat daftar isi di di Word 2016 telah selesai. Di sini, pastikan tanda “L” tadi sudah berubah posisi menjadi terbalik.
  3. Posisikan kursor pada “Kata Pengantar”, sebelum akhirnya mengeklik “tab” pada keyboard Anda. Hal ini merupakan cara membuat titik pada daftar isi. Adapun secaar otomatis, titik-titik akan keluar hingga tanda “L” tadi berubah posisi menjadi terbalik.
  4. Tekan lagi tombol “tab” sehingga memungkinkan kursor meloncat ke tanda “L” yang kedua. Setelahnya, Anda bisa mengetikkan nomor halamannya.

Demikian tahap-tahap mengenai cara membuat daftar isi makalah, maupun jenis-jenis penerbitan lainnya. Adapun setelah selesai membuat titik-titik dan mengisi nomor halaman, Anda tidak perlu lagi mengulangi langkah yang telah disebutkan di atas. Di sini, Anda hanya perlu melanjutkna pengetikan elemen-elemen dari daftar isi yang ada, mencakup “Kata Pengantar”, “Bab I”, maupun bagian subbab lainnya.

Membahas cara membuat daftar isi otomatis, artikel ini sendiri diharapkan mampu menjadi pedoman bagi siapa pun yang ingin melakukan efisiensi waktu, dengan membuat daftar isi secara cepat, tepat, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan lainnya. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *