Masa Depan Privasi di Dunia Maya: Apa yang Akan Hadir?

Privasi Dunia Maya – Setiap harinya ada berita baru yang mengingatkan bahwa menjaga kerahasiaan data di dunia maya masih merupakan sebuah perjuangan.

Belum lagi kontroversi yang terjadi beberapa waktu lalu mengenai penjualan data yang dilakukan situs besar seperti Facebook dan media sosial lainnya pun semakin menambah kekhawatiran. Pelanggaran keamanan yang melibatkan organisasi pun lama-lama menjadi suatu hal yang wajar.

Kesadaran dan keterlibatan para pengguna internet akhirnya memicu percakapan yang jauh
lebih besar mengenai arti dari privasi data dan bagaimana hak tersebut diperoleh.

Perbincangan mengenai apa yang akan hadir dalam dunia internet beberapa tahun ke depan
pun menjadi semakin menarik. Terlebih hal yang menyangkut dengan privasi di dunia maya dan
fasilitas keamanan yang masih menjadi harapan besar bagi banyak orang.

Lalu, bagaimana dengan evolusi dunia internet? Bagaimana masa depan privasi di beberapa tahun yang akan datang? Mungkin paragraf di bawah ini akan menjawab rasa penasaran Anda.

Enkripsi Adalah Normal Baru

pixabay.com

Enkripsi adalah hal besar karena mencakup segalanya mulai dari melindungi kata sandi hingga
menyediakan algoritma yang menjamin keaslian tanda tangan digital. Virtual Private Networks
(VPN) telah menjadi solusi hemat biaya bagi perusahaan dan individu.

Saat ini, masih diperlukan intervensi manual pengguna untuk mengaktifkan VPN online pada perangkat. VPN di masa mendatang akan mampu aktif secara otomatis dan menjadi kecerdasan arsitektur dari perangkat yang terhubung.

Dengan kata lain, semua lalu lintas web akan dienkripsi secara otomatis. Ini telah dimulai
dengan kewajiban penggunaan protokol HTTPS.

Namun, ada hal penting yang perlu Anda perhatikan. Inisiatif enkripsi ini akan dipimpin oleh para insinyur dan pengembang yang mempekerjakan raksasa teknologi sehingga akan timbul pertanyaan, kepentingan siapa yang akan dilayani?.

Apapun jawabannya, pengguna internet dapat memperoleh banyak manfaat dari penggunaan enkripsi dasar secara otomatis.

Tren lainnya yang berkembang yaitu layanan VPN berbasis Cloud untuk menggantikan VPN
tradisional. Ini merupakan langkah yang selaras dengan layanan Cloud yang mulai gencar
ditawarkan di internet.

Dalam beberapa tahun ke depan, VPN Cloud akan diadopsi seiring dengan peningkatan pengguna layanan Cloud. Namun, bagaimanapun bentuknya enkripsi mewakili upaya industri teknologi untuk mengatasi berbagai masalah yang menumpuk dalam hal privasi dan keamanan data.

Regulasi Yang Akan Sah Nantinya

pixabay.com

Regulasi mengenai keamanan dan privasi data saat ini sedang diperbincangkan. Para anggota
parlemen mendesak pembatasan praktek pengumpulan data tanpa izin yang telah
menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Penerapan Peraturan Data Umum Uni Eropa (GDPR) berfokus pada implementasi peraturan tentang perlindungan informasi pribadi di internet. Dengan kata lain, data tersebut tidak boleh digunakan untuk tujuan apa pun tanpa izin pemilik.

Peraturan ini wajib diikuti oleh semua situs yang memiliki kemampuan untuk mengolah dan
menyimpan data pribadi dari penduduk Uni Eropa. Penerapan Peraturan Data Umum (GDPR) Uni Eropa yang sedang dibicarakan saat ini adalah tonggak penting bagi regulator dan bisnis.

Juga, secara tidak langsung akan berefek besar pada negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia. Meski begitu, regulasi ini adalah pekerjaan yang besar. Bahkan telah dilaporkan bahwa lima organisasi APAC masih belum mampu mengikuti peraturan global ini.

Meski GDPR tampak memberatkan, namun undang- undang ini adalah permulaan dari ekspektasi besar perlindungan privasi. Masyarakat Amerika Serikat pun mulai berharap pemerintah mengenai peraturan privasi online seperti GDPR dan meminta pejabat terpilih untuk menurutinya.

Tuntutan Yurisdiksi yang Lebih Luas

pixabay.com

Kesadaran akan privasi kemudian akan memunculkan lebih banyak keinginan untuk terlindungi.
Topik perlindungan informasi pribadi akan menjadi bagian dari percakapan yang berkembang
antara konsumen dan organisasi penyedia layanan internet.

Maraknya pelanggaran privasi, kebocoran kata sandi, dan kasus penyalahgunaan data di Singapura telah mengikis kepercayaan konsumen terhadap bisnis daring.

Berkurangnya kepercayaan ini mungkin saja dapat diperbaiki, namun akan memerlukan kerja keras melalui tindakan transparansi dan kejujuran mengenai penggunaan data.

Berdasarkan data dari Pew Research Center, lebih dari setengah penduduk Amerika tidak yakin
situs media sosial yang mereka kunjungi melindungi informasi pribadi sebagaimana mestinya.

Ketidakpercayaan tersebut kemudian memicu perubahan perilaku yang mengarah ke masa
depan di mana pengguna lebih berhati-hati saat beraktivitas di dunia maya. Di era kesadaran
privasi data ini membuat konsep minimalisme data semakin diminati oleh banyak industri
teknologi.

Minimalisme data memiliki filosofi hanya mengumpulkan data yang diperlukan untuk
menyediakan produk dan layanan sehingga dapat bersikap transparan dan mampu
mengembalikan nilai pasar.

Singkatnya, konsep ini mengutamakan kepercayaan pelanggan dan tidak berfokus pada pengumpulan informasi yang bertujuan untuk memprediksi klien. Lalu apabila kepercayaan tersebut dilanggar, apakah pengguna memiliki kontrol untuk menghapus atau mencabut akses data mereka secara permanen?.

Kemungkinan hal ini dapat dilakukan di masa yang akan datang. Ini karena masa depan privasi data adalah masa dimana kepemilikan data pribadi dapat diintegrasikan ke dalam infrastruktur pengguna internet. Dapat dibilang, masa depan privasi data akan lebih jauh proaktif.

Privasi Data Sebagai Pola Pikir Baru Pengiat Bisnis

Cara perlindungan privasi kedepannya akan terus diperdebatkan dengan meningkatnya
penggunaan kecerdasan buatan akibat penerapan Internet of Things.

Sebagai contoh, penggunaan perangkat kesehatan yang dapat melacak informasi tentang aktivitas kardiovaskular yang kemudian dapat dianalisis secara anonim oleh peneliti menggunakan
kecerdasan buatan.

Meski data nama lengkap dianonimkan, penggiat bisnis tetap akan
mendapat untuk dari penggunaan informasi tersebut. Memang, hal ini akan menguntungkan penggiat bisnis secara besar-besaran.

Namun, dengan menerapkan pendekatan yang lebih ketat dalam hal perlindungan data dapat memanajemen dan melindungi privasi pengguna. Pada akhirnya, masa depan privasi data akan membuat penggiat bisnis memiliki pola pikir yang mengutamakan privasi.

Tentu saja hal ini dapat mengembalikan kepercayaan konsumen yang saat ini sedang mengalami keraguan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *