PENGERTIAN BELAJAR: Tujuan, Jenis, Ciri-Ciri & Teori Belajar

Pengertian Belajar – Secara sederhana, belajar adalah proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan dari disiplin ilmu tertentu. Belajar dapat dilakukan dimana saja, baik di lingkungan sekolah formal ataupun ditempat lainnya. 

 

Pengertian Belajar

Pengertian belajar menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

  • Belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang dalam memperolah suatu perubahan berupa tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2006).
  • Belajar pada manusia ialah suatu proses psikologi yang berlangsung dalam interaksi aktif subjek dengan lingkungan sekitar serta menghasilkan perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang bersifat konsisten atau menetap (Wingkel, 1991).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku.

Perubahan tingkah laku tersebut dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari.

Belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.

Menurut Moh. Surya (1997), perubahan-perubahan perilaku setelah belajar dapat dilihat dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional), individu yang bersangkutan menyadari perubahan yang terjadi dalam dirinya.
  • Perubahan yang berkesinambungan (terusmenerus), bertambahnya ilmu pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki, merupakan kelanjutan dari keterampilan yang telah didapatkan sebelumnya.
  • Perubahan yang fungsional, setiap perubahan tindakan yang terjadi bisa dimanfaatkan guna kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik kepentingan masa sekarang ataupun masa mendatang.
  • Perubahan yang bersifat positif, perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan.
  • Perubahan yang bersifat aktif, individu yang bersangkutan aktif melakukan perubahan yang lebih baik.
  • Perubahan yang bersifat permanen, perubahan perilaku dari hasil belajar seharusnya bersifat permanen dan melekat dalam dirinya.
  • Perubahan yang bertujuan dan terarah, saat seseorang belajar tentu ada tujuan yang ingin dicapai, baik untuk jangka pendek maupun panjang.
  • Perubahan perilaku secara keseluruhan, perubahan perilaku setelah belajar tidak hanya pada pengetahuannya saja, tetapi juga harus mengubah sikap dari individu tersebut.

Tujuan Belajar

youthmanual.com

Belajar memiliki beberapa tujuan yang harus dipahami, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Untuk Memperoleh Pengetahuan

Proses belajar dikatakan berhasil apabila kemampuan berpikir seseorang semakin meningkat. Kemampuan seseorang dapat berkembang dengan ilmu pengetahuan yang sudah dipelajari. Dalam hal ini peran seorang guru atau pengajar lebih menonjol.

2. Menanamkan Konsep dan Keterampilan

Keterampilan jasmani adalah kemampuan individu dalam penampilan dan gerakan yang dapat diamati. Keterampilan ini berhubungan dengan hal teknis, atau pengulangan.

Sedangkan, keterampilan rohani erat kaitannya dengan hal abstrak yang berupa penghayatan, cara berpikir, dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah atau membuat suatu konsep. Dengan banyak berlatih, maka akan mengasah keterampilan seseorang.

3. Membentuk Sikap

Pembentukan sikap mental individu akan sangat berhubungan dengan penanaman nilai-nilai sehingga menumbuhkan kesadaran di dalam dirinya.

Hal tersebut dapat terwujud dengan adanya guru yang mendampingi dalam proses menumbuhkan sikap mental, perilaku, dan pribadi seseorang melalui pendekatan yang bijak dan hati-hati.

Selain itu, bisa dilakukan dengan mengarahkan motivasi serta berpikir dengan tidak melupakan pribadi guru itu sendiri sebagai contohnya.

Pada dasarnya tujuan belajar dapat tercapai jika terjadi perubahan pada tiga ranah, yaitu:

  • Ranah kognitif, berupa kemahiran intelektual, keterampilan dan pengertahuan. Terdiri dari: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa, dan evaluasi;
  • Ranah afektif, hasil belajar yang berhubungan dengan perasaan sikap, minat, dan nilai. Terdiri dari: penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan pembentukan pola hidup; serta
  • Ranah psikomotorik, kemampuan fisik berupa keterampilan motorik dan syaraf, manipulasi objek, serta koordinasi syaraf. Terdiri dari: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, serta kreativitas.

Dari tujuan-tujuan yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran ialah perilaku atau sikap hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, serta dikuasai oleh para siswa usai mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.

Teori Belajar

sman1purwonegoro.wordpress.com

Merupakan teori yang memelajari perkembangan intelektual siswa atau bagaimana manusia belajar.

1. Teori Belajar Kognitivisme

Teori ini menganggap belajar adalah suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan sebuah informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya.

Jadi, belajar tidak hanya sekadar melibatkan hubungan antara stimulus dan respons, tetapi juga tingkah laku seseorang yang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya.

2. Teori Belajar Konstruktivisme

Teori ini menggunakan metode pembelajaran yang lebih menekankan proses dan kebebasan dalam menggali pengetahuan serta usaha dalam mengonstruksi pengalaman.

Intinya, teori ini menuntut agar setiap siswa dapat aktif secara individual dalam belajar, menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan, teknologi dan hal-hal lainnya yang diperlukan untuk mengembangkan dirinya.

3. Teori Belajar Behaviorisme

Dengan teori ini, belajar adalah perubahan tingkah laku akibat adanya interaksi stimulus (rangsangan) dan respons (tanggapan).

Jadi, berdasarkan teori ini, seseorang sudah dianggap belajar apabila terdapat perubahan perilaku dalam dirinya.

Ciri-Ciri Belajar

educenter.id

Proses belajar dapat dikenali dari beberapa hal berikut.

  • Terjadinya perubahan perilaku (kognitif, afektif, psikomotor, dan campuran), baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara permanen.
  • Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik serta mental, perubahan tersebut bisa berupa dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari memberikan respon yang salah atas stimulus-stimulus ke arah yang benar atau positif.
  • Proses belajar membutuhkan waktu yang lama, di mana hasilnya berupa tingkah laku individu itu sendiri.
  • Belajar berbeda dari kematangan, bisa dipahami jika belajar ialah suatu proses panjang yang disengaja dan secara sadar, dirancang sebagai akibat interaksi antara individu dan lingkungannya.
  • Proses belajar dapat terjadi dalam interaksi sosial di suatu lingkungan masyarakat, di mana tingkah laku seseorang dapat berubah karena dipengaruhi oleh lingkungan.
  • Hasil belajar relatif menetap, setiap kali orang bisa saja berubah, namun perubahan-perubahan tersebut tidak sama dengan perubahan akibat belajar. Oleh sebab itu tidak semua perubahan yang terjadi dalam diri seseorang adalah hasil dari belajar.

Beberapa perubahan tingkah laku yang tidak termasuk dalam belajar adalah karena hipnosa, proses pertumbuhan, kematangan, hal gaib, mukjizat, penyakit, serta kerusakan fisik.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri belajar adalah adanya perubahan yang terjadi secara sadar, di mana tingkah laku seseorang menjadi lebih baik dan sifatnya menetap sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.

Jenis-Jenis Belajar

  • Belajar rasional, proses belajar menggunakan kemampuan berpikir sesuai dengan akal sehat (logis dan rasional) untuk memecahkan masalah.
  • Belajar abstrak, proses belajar menggunakan berbagai cara berpikir abstrak untuk memecahkan masalah yang tidak nyata.
  • Belajar keterampilan, proses belajar menggunakan kemampuan gerak motorik dengan otot dan urat syaraf untuk menguasai keterampilan jasmaniah tertentu.
  • Belajar sosial, proses belajar memahami berbagai masalah dan cara penyelesaian masalah tersebut. Misalnya masalah keluarga, organisasi, dan lainnya yang berhubungan dengan masyarakat.
  • Belajar kebiasaan, proses pembentukan kebiasaan ke arah yang lebih baik agar individu memiliki sikap dan kebiasaan yang lebih positif sesuai dengan kebutuhan.
  • Belajar pemecahan masalah, yaitu belajar berpikir sistematis, teratur, dan teliti atau menggunakan berbagai metode ilmiah dalam menyelesaikan suatu masalah.
  • Belajar apresiasi, yakni belajar kemampuan dalam memertimbangkan arti serta nilai suatu objek sehingga individu dapat menghargai berbagai objek tertentu.
  • Belajar pengetahuan, yaitu proses belajar berbagai pengetahuan baru secara terencana untuk menguasai materi pelajaran melalui kegiatan eksperimen dan investigasi.

Cara Belajar yang Baik

mulberrylearning.com

Cara belajar yang baik tentunya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula dan mampu mendukung tercapainya target belajar.

1. Memahami dengan Benar Apa yang Akan Dipelajari

Pertimbangkan materi dan topik apa yang menjadi prioritas. Dengan begitu pola belajar lebih teratur dan target belajar dapat tercapai.

·2. Mengatur Jadwal Belajar

Buatlah jadwal belajar yang menyesuaikan dengan rutinitas sehari-hari, seperti sekolah, tidur, bermain dan bekerja, semua harus berjalan seimbang.

Selain itu, pilihlah waktu yang tepat untuk belajar, sebaiknya saat good mood dan konsentrasi otak benar-benar bagus. Dengan adanya jadwal, maka belajar dapat teratur dan lebih produktif.

3. Usahakan untuk Belajar di Tempat yang Nyaman

Dalam hal ini, kenali diri sendiri, tempat seperti apa yang membuat nyaman. Jika menyukai tempat yang bersih dan harum, bersihkan tempat belajar dan semprotkan pengharum ruangan agar belajar terasa nyaman dan fokus.

4. Pahami Kembali Apa yang Sudah Dibaca dan Dipelajari

Biasanya, agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam pada suatu materi yang sudah dibaca atau dipelajari, Anda perlu mengulangnya kembali. Perhatikan poin-poin penting dari materi yang Anda baca lalu pahami dan hafalkan.

Tentu akan sulit memahami keseluruhan materi sekaligus atau dengan sekali baca saja, Anda perlu mengambil garis besarnya kemudian menjabarkannya perlahan-lahan.

5. Membuat Ringkasan atau Poin Penting dari Suatu Materi

Setelah memahami materi atau bacaan, sebaiknya Anda membuat ringkasan atau poin-poin penting dari materi tersebut.

Manfaat dari catatan atau ringkasan tersebut adalah untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari di lain waktu atau saat itu juga.

6. Belajar Kelompok atau Diskusi

Belajar kelompok dapat berbagi ilmu dan juga pengetahuan dari orang lain. Selain itu, dengan belajar kelompok, Anda dapat menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti kepada teman belajar yang mengerti.

7. Melakukan Uji Mandiri

Untuk mengetahui apakah Anda sudah menguasai semua materi yang sudah diajarkan atau dipelajari, perlu melakukan uji mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang harus diperbaiki atau ditingkatkan lagi jika hasilnya tidak memuaskan.

8. Fokuskan Perhatian Pada Topik yang Dipelajari

Agar bisa memahami materi dengan baik dan mampu mengingatnya dalam jangka waktu yang lama, Anda perlu berkonsentrasi dan fokus pada topik yang sedang dipelajari.

9. Bertanya Jika Tidak Paham

Tidak mengetahui tentang suatu materi adalah sesuatu yang wajar, jadi jangan malu untuk bertanya. Belajar adalah suatu proses yang menuntut seseorang harus memahami sesuatu dalam sekali waktu.

10. Tidak Begadang

Begadang merupakan kebiasaan buruk yang harus dihindari, karena akan menyebabkan banyak penyakit yang berbahaya. Selain itu begadang juga akan mengurangi daya ingat. Oleh sebab itu, atur waktu belajar Anda dengan baik tanpa harus begadang.

11. Beristirahat Sejenak

Jangan memaksakan diri sendiri dengan belajar terus-menerus karena itu justru akan menyiksa pikiran. Sesekali, atur waktu melakukan refreshing agar otak kembali segar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *