PENCEMARAN TANAH : Pengertian, Penyebab, Dampak & Contohnya

Pencemaran Tanah – Keamanan lingkungan menjadi isu yang menarik untuk diperbincangkan beberapa waktu terakhir. Ya, globalisasi yang terjadi di masyarakat Indonesia kini selalu memiliki dua mata pisau, yang baik dan yang buruk.

Itu seperti sebuah konsekuensi yang tentunya patut diperhitungkan. Kali ini, akan dibahas seputar cara mengatasi pencemaran tanah yang terjadi. Yuk disimak, semoga bermanfaat dan menginspirasi!

 

Pengertian Pencemaran Tanah

pixabay.com

Secara istilah, pencemaran tanah adalah istilah yang menggambarkan perubahan keadaan struktur tanah, baik di permukaan maupun bawah tanah. Pencemaran tanah tentu akan menimbulkan banyak resiko yang bisa mempengaruhi ekosistem di lingkungan tersebut, yang kemudian berdampak juga bagi kesehatan makhluk yang tinggal di sana, tak terkecuali manusia.

Dalam pengertian lain, sebuah sumber terpercaya pun menyebutkan kalau pencemaran tanah adalah kondisi di mana terjadi pengendapan kontaminan dan polutan di dalam tanah, yang kemudian bisa menyebabkan rabun karena konsentrasi yang dimilikinya cukup tinggi. Dampak dari pencemaran tanah yang terjadi pun bisa meluas, karena dapat mempengaruhi keadaan air tanah yang menjadi sumber kehidupan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penyebab pencemaran ini, sehingga kemudian bisa menghindari kerusakan yang lebih parah lagi, dan mampu menanggulangi dampak yang sudah ditimbulkan.

 

Penyebab Pencemaran Tanah

pixabay.com

Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan pencemaran tanah, antara lain :

1. Karena Polutan Alami

Pencemaran tanah karena polutan alami terjadi di Cile, tepatnya di Gurun Atacama. Di sini, terjadi perubahan konsentrasi per klorat yang cukup tinggi karena terakumulasi secara alami di lingkungan yang gersang. Bahan beracun yang terakumulasi dalam jumlah banyak ini tentu dapat mengganggu struktur tanah sebelumnya, sehingga mengakibatkan pencemaran.

2. Polutan Dari Manusia

Manusia sebenarnya diamanahi untuk menjadi pemimpin di muka bumi, sehingga penting bagi kita untuk dapat menjaga kelestarian lingkungan dengan sebaik-baiknya. Namun, banyak yang tidak menyadari, kalau apapun yang dilakukan dalam skala besar atau kecil bisa menimbulkan polutan bagi pencemaran tanah.

Secara lebih lengkap, berikut disampaikan beberapa zat yang dapat menjadi polutan untuk pencemaran tanah.

 

Zat yang Dapat Menjadi Polutan Pencemaran Tanah

1. Limbah Pertanian

Siapa yang menyangka kalau penggunaan pupuk atau pestisida yang sekiranya bermanfaat untuk tanaman ternyata memiliki dampak lain, yakni berpotensi menjadi polutan bagi pencemaran tanah. Oleh karena itu, penggunaan hal ini perlu diawasi dengan baik sehingga tidak berlebihan dan kemudian menjadi masalah baru untuk lingkungan.

2. Limbah Anorganik

Tentu kita sudah mengetahui bahwa sampah dibedakan menjadi dua, organik dan anorganik. Untuk limbah anorganik ini, adalah jenis limbah yang tidak mampu diuraikan oleh bakteri atau mikroorganisme sehingga pembuangan dan penggunaannya perlu diperhatikan dengan lebih seksama. Yang termasuk ke dalam limbah anorganik antara lain adalah botol bekas, plastik, kaleng, dan bahan-bahan lain yang tidak dapat terurai.

3. Limbah Organik

Sebenarnya, limbah organik tingkat berbahaya nya lebih rendah, karena lebih ramah lingkungan. Ya,untuk pengelolaan limbah organik, kita akan dibantu oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah. Yang termasuk limbah organik antara lain tinja, feses, oli, cat, dan beberapa sampah dari makhluk hidup. Namun, jumlahnya yang semakin hari semakin banyak, yang kemudian tidak seimbang dengan jumlah bakteri dan jamur pengurainya yang perlu diperhatikan. Hal ini tentu akan mempengaruhi lama waktu yang dibutuhkan untuk menguraikannya, sehingga tidak akan mengganggu struktur atau konsentrasi komponen dalam tanah sehingga tidak berbahaya.

4. Zat Radioaktif

Unsur-unsur radioaktif biasanya dihasilkan oleh PLTN. Zat-zat tersebut muncul dari sisa-sisa percobaan ataupun reaktor atom. Jika jumlahnya tidak bisa lagi dikendalikan, maka hal ini juga bisa menimbulkan kerugian karena dapat menyebabkan pencemaran.

5. Logam Berat

Industri yang berkembang pesat, yang mungkin diperlukan untuk memudahkan pekerjaan manusia, harus terus diawasi pengaliran dan pengelolaan limbahnya. Limbah industri biasanya mengandung sisa-sisa logam berat yang kemudian bisa menyebabkan pencemaran dalam tanah. Beberapa zat yang perlu diwaspadai sebagai polutan antara lain :

  1. Timbal
  2. Nikel
  3. Besi
  4. Kromium
  5. Tembaga

6. Gas Pencemar Udara

Mungkin hal ini bisa menjadi polutan dalam rasio yang kecil, karena kita tahu bahwa gas yang dapat menjadi polutan bagi tanah adalah gas-gas yang larut dalam air hujan.  Jika sampai gas-gas tersebut bersatu dengan air hujan, maka dapat menjadi hujan asam, yang kemudian dapat menyebabkan pencemaran tanah. Dan berikut daftar nama gas-gasnya :

  1. Oksida karbon
  2. Oksida nitrogen
  3. Oksida belerang

 

Dampak Pencemaran Tanah

pixabay.com

Banyak sekali kerugian yang dapat disebabkan oleh terjadinya pencemaran tanah, antara lain :

1. Mengurangi Tingkat Kesuburan Tanah

Ini adalah salah satu dampak pencemaran tanah, yang bisa langsung dirasakan oleh manusia. Tanah yang tercemar, tentu tingkat kesuburannya akan berkurang sehingga hal ini mempengaruhi produktivitasnya.

Hal ini terjadi karena banyak mikroorganisme penyubur tanah yang mati karena tanah tercemar. Contoh nyata pencemaran tanah yang mengurangi kesuburan biasanya disebabkan banyaknya sampah anorganik yang juga tidak dapat diuraikan.

2. Merusak Pemandangan

Nilai keindahan karena terjadi pencemaran tanah, juga tentunya akan menurun. Misalnya saja bau dan lingkungan yang tidak sedap dipandang tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi penduduk yang bermukim di sana.Keindahan lingkungan tidak hanya tentang apa yang bisa dilihat saja, melainkan apa yang bisa kita hirup juga kemudian dapat mengganggu pernafasan.

3. Mengganggu Kesehatan

Dampak pencemaran tanah yang paling berbahaya adalah dapat mengganggu nyawa manusia, ataupun makhluk hidup yang ada di dalamnya. Banyaknya polutan yang ada di dalam tanah, yang kemudian menjadi racun di dalamnya, tentu akan mempengaruhi kelangsungan tumbuhan.

Yang tadinya bisa tumbuh subur, maka dengan kurangnya asupan nutrisi dapat menjadi layu dan kemudian mati. Tumbuhan yang kemudian sudah tidak sehat ini kemudian dapat mempengaruhi hewan atau manusia yang menjadikannya sebagai sumber makanan.

4. Mengganggu Keseimbangan Ekosistem

Perubahan kecil yang ada pada ekosistem tentu bisa mengakibatkan efek yang besar. Kita lihat saja misalnya pada rantai makanan yang terputus karena keracunan makanan yang tidak sehat dari tumbuhan ataupun air yang ada di dalam tanah itu sendiri. Ini adalah dampak panjang yang harus diperhitungkan supaya pencemaran tanah bisa segera diatasi.

 

Cara Mengatasi Pencemaran Tanah

Untuk mengatasi kerusakan yang berlebih dari pencemaran tanah, maka harus segera digalakkan upaya penanggulangan guna menghindari masalah yang lebih besar lagi.

  1. Mengurangi penggunaan pupuk ataupun pestisida yang tidak ramah lingkungan. Ganti dengan bahan-bahan yang lebih aman jika kemudian terakumulasi di dalam tanah.
  2. Buanglah sampah pada tempatnya, dan jika bisa pisahkan segera sampah anorganik dan sampah organik sehingga akan lebih memudahkan pihak yang mengelola untuk mengatasinya.
  3. Gunakan bahan-bahan yang biodegradable sehingga lebih ramah lingkungan, dan hal ini tentu lebih baik untuk kesuburan tanah nantinya.
  4. Mengatasi tanah yang tercemar dengan melakukan remidiasi dan bioremidiasi.

Mari lakukan segala upaya untuk menyelamatkan bumi kita dari pencemaran tanah yang berbahaya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *