KERAJAAN SINGOSARI : Letak, Sejarah, Silsilah, & Peninggalan Kerajaan

By | Maret 9, 2019

Kerajaan Singosari atau Singasari adalah sebuah kerajaan yang sukses menguasai Pulau Jawa bahkan hingga ke luar Jawa pada masa kejayaannya. Kerajaan ini juga memiliki sebutan lain yaitu Kerajaan Tumapel dan pertama kali didirikan pada tahun 1222.

Pada awalnya, kerajaan ini masih termasuk bagian dari Kerajaan Kediri hingga kemudian akuwu dati Tumapel uang bernama Tunggul Ametung mati terbunuh di tangan Ken Arok dan membuat kerajaan ini diakuisisi oleh Ken Arok dengan dirinya sendiri sebagai akuwu pengganti Tunggul Ametung.

Kebutaan rasa suka Ken Arok terhadap Ken Dedes telah membuatnya rela membunuh Tunggul Ametung yang sebelumnya telah berbaik hati mengangkatnya sebagai abdi setia.

Berdasarkan sejarah, Ken Arok dikatakan jatuh hati pada kecantikan Ken Dedes. Keinginan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung semakin besar saat ia mengetahui jika Tunggul Ametung yang merupakan suami Ken Dedes akan menjadi seorang raja yang besar.

Saat itulah, Ken Arok membuat sebuah keris pada Mpu Gandring yang dipercaya sebagai senjata hebat dan sakti. Akan tetapi, ketidak sabaran Ken Arok malah membuatnya secara tidak sengaja membunuh Mpu Gandring dan membuatnya dikutuk pada akhir nafas sang Mpu pembuat keris sakti.

Saat Ken Arok menjadi akuwu baru, ia mengawani Ken Dedes dan mulai melepaskan Tumapel serta memilih mendirikan kerajaannya sendiri. Peperangan tidak bisa dihindari antara Kerajaan Kediri dan kaum Brahmana serta Ken Arok yang kemudian kemenangan berhasil diperoleh oleh Ken Arok.

Saat itulah kaum Brahmana mengangkat Ken Arok sebagai raja pertama dari kerajaan Tumapel yang lebih dikenal dengan nama Kerajaan Singosari.

Letak dan Wilayah Kekuasaan Kerajaan Singosari

wikipedia.org

Sumber-sumber catatan utama mengenai Kerajaan Singasari bisa diperoleh dari Kitab Negarakartagama, Kitab Pararaton, beberapa bangunan Candi dan lainnya. Berdasarkan sumber-sumber terpercaya yang dijadikan acuan tersebut diketahui jika Ken Arok mendirikan kerajaan ini pertama kali di tahun 1222.

Dan lokasi yang pertama kali tergambarkan ialah di Singasari Malang, tepatnya berada di kawasan Kutaraja dan beribukota di kawasan Tumapel. Kerajaan ini dulunya berpusat di Malang yang merupakan salah satu kerajaan Hindu Budha.

Silsilah Kerajaan Singosari

Pada awal pendiriannya, jelas pendiri utama kerajaan ini merupakan Ken Arok yang asal-usulnya sendiri bahkan belum jelas. Dalam sebuah Kitab, dijelaskan jika Ken Arok merupakan anak dari keluarga petani yang berasal dari gunung Kawi.

Akan tetapi, kemudian Ken Arok di asuh oleh seorang pencuri sehingga dibesarkan dengan didikan penuh kejahatan dan kelicikan semasa hidupnya. Pernikahannya dengan Ken Dedes yang penuh kontroversi menghasilkan empat orang anak yang bernama Mahisa Wongga Teleng, Panji Saprang, Agnibaya dan Dewi Rimbang.

Terdapat pula seorang anak tiri dari hasil pernikahan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung yang bernama Anusapati. Dan empat orang anak lainnya yang merupakan anak dari pernikahan Ken Arok dan Ken Umang.

Anusapati yang kemudian menjadi pengganti kekuasaan Ken Arok dan memerintah Kerajaan Singosari dalam waktu yang cukup lama, mulai dari tahun 1227 hingga 1248. Akan tetapi tidak terlihat banyak pembaharuan karena ia gemar menyabung ayam.

Pada generasi berikutnya, kekuasaan jatuh ke tangan Tohjaya yang merupakan putra dari Ken Arok dengan Ken Umang. Perebutan ini sendiri dilakukan dengan cara membunuh Anusapati. Tohjaya tidak terlalu lama menguasai kerajaan Singasari karena pembalasan dendam yang dilakukan oleh Ranggawuni yang merupakan putra dari Anusapati. Hingga akhirnya ia menjadi raja pada tahun 1248 hingga 1268.

Setelah Rnggawuni, kekuasaan jatuh ke tangan Kartanegara yang merupakan putranya sendiri. Kartanegaralah yang menjadi raja terakhir sekaligus raja terbesar yang membawa Kerajaan Singasari menuju masa kejayaannya.

Masa Kejayaan Kerajan Singosari

historyofnusantara.blogspot.com

Pada masa pemerintahan Raja Kartanegara, begitu banyak pembaharuan dan pembangunan yang dilakukan di Singasari hingga mencapai puncak kejayaannya. Pada masa itulah, Kartanegara mulai mengutus tiga maha menteri yaitu I hino, I halu dan I sirikan yang ketiganya ditempatkan sebagai pejabat pada bidang yang dikuasainya masing-masing.

Bahkan hebatnya lagi, Raja Kartanegara juga tidak ragu melakukan penggantian pejabat apabila dirasanya pejabat tersebut tidak berkualitas dan tidak berdedikasi sesuai apa yang diharapkan. Kualitas Raja Kertanegara juga terlihat jelas saat sang raja memiliki hubungan persahabatan dengan kerajaan besar dengan wilayah kekuasaan yang besar lainnya.

Hal ini akan membantu meningkatkan serta memperluas koneksinya. Berkat pemerintahan oleh Raja Kertanegara, Kerajaan Singasari akhirnya menjadi salah satu kerajaan terkuat, tidak hanya dalam bidang perdagangan melainkan juga dalam bidang militer.

Masa Keruntuhan Kerajaan Singosari

Masa keruntuhan Kerajaan Singasari bisa menjadi langkah awal kejayaan Kerajaan Majapahit. Pasca Raja Kertanegara wafat dan gugur dalam peperangan yang dipimpin oleh Jayakatwang, menantu raja yang bernama Raden Wijaya diperbolehkan mengungsi ke Desa Majapahit.

Di tahun 1293, berbekas dendam lama yang ditumpuknya, Raden Wijaya merasa harus segera membalaskan dendam atas kematian keluarga besar mertuanya. Ia kemudian memanfaatkan pasukan Mongol yang dikirim ke Jawa dan mereka berhasil mengalahkan Jayakatwang Kalah.

Berkat kelihaiannya, Raden Wijaya juga kembali membalikkan serangan dan melakukan pengusiran terhadap pasukan Mongol hingga mereka keluar dari tanah Jawa.

Kemenangannya dalam pertempuran kemudian membuat Raden Wijaya mulai membangun dari bawah sebuah kerajaan yang bernama Majapahit. Kerajaan ini memproklamasikan diri sebagai lanjutan dari dinasti Ken Arok dan juga merupakan kerajaan Hindu Budha terbesar berikutnya.

Peningalan Kerajaan Singosari

wikipedia.org

Terdapat banyak peninggalan dari Kerajaan Singosari, beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Candi Singosari

Candi ini berada di Kecamatan Singasari, Malang. Tepatnya berlokasi di kawasan lembah antara pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna. Candi ini dahulunya digunakan sebagai tempat pendharmaan Raja tersohor bernama Kertanegara.

2. Candi Jago

Candi ini memiliki bentuk menyerupai teras punden berundak yang di bagian atasnya terdapat sisa bangunan akibat tersambar petir. Terdapat pula sebuah relief Kunjakarna dan Pancatantra di bagian canfi ini. Secara keseluruhan, Candi Cago terbuat dari batu andesit.

3. Candi Sumberawan

Berikutnya ada Candi Sumberawan yang berlokasi di 6 KM dari Candi Singasari. Letaknya cukup dekat dengan telaga yang memiliki air bening sehingga diberikanlah nama Candi Rwan. Dahulunya, candi ini juga dijadikan stupa dan digunakan oleh umat Budha.

4. Arca Dwarapala

Arca Dwarapala dibuat dengan bentuk menyerupai monster serta memiliki ukuran yang sangat besar. Arca ini merupakan pertanda memasuki wilayah Kotaraja dan merupakan peninggalan keraan Singosari yang cukup dipenuhi misteri akibat lokasi Kotaraja yang belum bisa diketahui hingga saat ini.

5. Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri merupakan sebuah peninggalan Kerajaan Singosari yang dahulunya ditempatkan di bagian Candi Jago. Kini keberadaanya telah disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagai manuskrip yang dihapat di bagian belakang Archa Manjusri.

6. Prasasti Singasari

Prasasti Singasari memiliki sebuah tulisan aksara dengan tarikh tahun 1351 dan pertama kali ditemukan di Singasari Malang. Saat ini prasasti ini telah disimpan di Museum Gajah.

Dahulunya, prasasti Singasari di buat untuk mengenang pembangunan candi pemakaman yang dilakukan oleh Gajah Mada. Masih terdapat beberapa peninggalan Kerajaan Singosari yang masih bisa dilihat pada hari ini, seperti Candi Jawi, Prasasti Wurare, Candi Kidal dan Candi Songgoriti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2021
Purwakarta Digital Network
Iconic One Theme | Powered by Wordpress