KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER : Pengertian, Tujuan, Macam & Jenis Jenisnya

By | Desember 4, 2018

Kebijakan Fiskal dan Moneter – Kebijakan ekonomi yang digunakan sebuah negara terdiri dari kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Menggunakan kombinasi kebijakan ini negara dapat mengusahakan kestabilan ekonomi dan mensejahterakan masyarakatnya.

Dalam artikel singkat ini, mari melihat lebih dekat apa itu pengertian jenis-jenis kebijakan fiskal dan apa itu pengertian, tujuan dan jenis jenis kebijakan moneter.

Pengertian Kebijakan Fiskal

pengertian kebijakan fiskal

pixabay.com

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah demi mengelola anggaran negara. Anggaran negara ini nantinya bisa digunakan untuk mengarahkan pembangunan sesuai kebutuhan. Kebijakan fiskal ini selalu ditonjolkan dalam bentuk pajak, subsidi dan pengeluaran pemerintah.

Tujuan Kebijakan Fiskal

Tujuan utama kebijakan fiskal adalah kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Jika dirinci, berikut adalah tujuan kebijakan fiskal

  • Meratakan Kesejahteraan Masyarakat

Hal ini dapat dilihat dalam penarikan pajak. Contohnya saja pada kasus orang kaya yang diberi pajak yang lebih tinggi. Hasil penarikan pajak tersebut akan digunakan untuk subsidi kesehatan masyarakat yang membutuhkan.

  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah bisa memacu pertumbuhan bisnis dengan memberi potongan pajak pada usaha kecil. Hal lain yang bisa dilakukan adalah memberi subsidi pada UKM agar makin banyak lapangan kerja yang tumbuh.

  • Meningkatkan Distribusi Pendapatan

Penentuan kebijakan batas upah minimum adalah salah satu bentuk kebijakan fiskal. Hal ini dilakukan untuk membuat pendapatan seseorang selalu proporsional dengan kondisi ekonomi di daerahnya.

  • Meningkatkan Pembangunan Nasional

Hal ini berhubungan dengan pengeluaran pemerintah. Pemerintah biasanya harus mengeluarkan uang untuk menjaga fasilitas umum seperti jalan, jembatan dan masih banyak lagi. Pengeluaran ini tentu berasal dari pendapatan fiskal pemerintah yaitu pajak dan bea cukai.

Jenis Jenis Kebijakan Fiskal

jenis jenis kebijakan fiskal

pixabay.com

Jenis kebijakan fiskal yang paling sering dibahas adalah kebijakan berdasarkan jumlah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Pemerintah mendapatkan uang tentunya paling banyak dari pajak dan bea cukai, walaupun ada juga pendapatan dari hibah.

Nah, dari pendapatan dan pengeluaran tersebut dibentuklah neraca pendapatan dan pengeluaran negara. Pemerintah melakukan kebijakan fiskal untuk mengontrol neraca tersebut. Berikut adalah jenis – jenis kebijakan fiskal yang biasa digunakan

  • Kebijakan Fiskal Seimbang

Kebijakan ini berupa penyeimbangan antara pengeluaran dan pendapatan negara. Tujuan kebijakan ini adalah menghasilkan nilai 0 dari perbedaan pendapatan dan pengeluaran. Kelebihan kebijakan ini adalah tidak diperlukannya pinjaman dari luar negeri untuk membayar pengeluaran yang berlebih.

Tapi kelemahan yang harus diterima adalah keterbatasan pengeluaran. Jika pengeluaran harus selalu sama dengan pendapatan, pemerintah tidak akan siap menghadapi pengeluaran mendadak seperti bencana alam besar.

  • Kebijakan Fiskal Surplus

Kebijakan fiskal surplus jarang sekali dilakukan. Hal ini karena dinilai tidak efektif dalam mendorong ekonomi. Kebijakan ini mengharuskan pendapatan pemerintah harus lebih tinggi daripada pengeluarannya.

Walaupun tidak efektif, kebijakan ini baik jika terjadi krisis akibat inflasi yang terlalu tinggi. Peningkatan pajak akan menyerap peredaran uang dan akhirnya menghindari inflasi yang terlalu tinggi.

  • Kebijakan Fiskal Defisit

Kebijakan fiskal ini adalah yang paling banyak digunakan. Kebijakan ini mengharuskan jumlah pengeluaran pemerintah lebih besar dari pendapatan. Untuk menyeimbangkan hal neraca, pemerintah biasanya mengambil utang luar negeri untuk hal ini.

Bahaya penggunaan kebijakan ini adalah pembengkakan nilai hutang. Pemerintah harus menjaga nilai hutang agar tidak berlebih dan masih memungkinkan untuk dibayar.

  • Kebijakan Fiskal Dinamis

Kebijakan ini adalah yang paling fleksibel. Saat normal, bentuknya mirip kebijakan fiskal seimbang. Seiring perubahan waktu, pemerintah dapat mengubah ukurannya sesuai dengan situasi. Hal ini tentu terlihat baik, tapi kekurangan dari kebijakan ini adalah proses birokrasinya.

Perubahan tingkat pengeluaran pemerintah dan aturan penarikan pajak harus sering diubah jika menggunakan kebijakan ini.

Mudah – mudahan penjelasan di artikel ini dapat membantu Anda memahami kebijakan moneter dan fiskal.

Pengertian Kebijakan Moneter

pengertian kebijakan moneter

pixabay.com

Secara sederhana kebijakan moneter adalah peraturan ataupun keputusan yang diambil pemerintah demi mempengaruhi perkembangan faktor – faktor moneter agar sesuai dengan target yang ingin dicapai. Faktor – faktor moneter yang dipengaruhi di sini adalah

  • Jumlah uang beredar
  • Tingkat inflasi
  • Nilai suku bunga
  • Nilai bunga kredit
  • Nilai tukar mata uang

Secara bahasa, kebijakan moneter terdiri dari kata kebijakan dan moneter. Kebijakan di sini bisa memiliki sebuah arti pemikiran, keahlian dan kepandaian yang dirangkai untuk membuat rencana dalam menjalankan suatu pekerjaan. Kata moneter sendiri juga bisa diartikan uang atau hal yang berkaitan dengan uang. Nah, jika disatukan kebijakan moneter berarti sesuatu yang didesain dengan pemikiran untuk mengatur masalah uang.

Dalam penggunaan kebijakan ini, pemerintah berusaha mengatasi masalah ekonomi seperti inflasi, pengangguran dan kelancaran perdagangan internasional. Nah, keputusan penggunaan kebijakan moneter berbeda tergantung negaranya. Di Indonesia, kebijakan moneter ada ditangan Bank Indonesia. Pemerintah hanya perlu menyetujui ataupun menolak ajuan kebijakan dari BI.

Tujuan Kebijakan Moneter

kebijakan moneter

pixabay.com

Dalam penggunaan kebijakan moneter, hal ini tidak berupa aturan statis. Kebijakan ini selalu diambil sesuai dengan perubahan ekonomi yang terjadi di dalam maupun di luar Indonesia. Secara umum pengambilan kebijakan ini memiliki 4 tujuan utama, yaitu

  • Pertumbuhan Ekonomi

Pengaturan nilai suku bunga dalam kebijakan moneter dapat memacu persaingan dan aktivitas ekonomi sebuah negara. Kebijakan suku bunga bisa membuat nilai mata uang menguat dan meningkatkan posisi mata uang tersebut saat digunakan dalam perdagangan internasional.

Semakin subur ladang perekonomian di dalam dan luar negeri membuat banyak orang mendapatkan imbasnya. Hal seperti peningkatan tingkat pendapatan dan pengurangan pengangguran bisa terjadi. Jika hal ini berjalan lama, pertumbuhan ekonomi negara-pun mampu tercapai.

  • Membuka Lapangan Kerja Baru

Seperti yang disinggung di atas, peningkatan kegiatan ekonomi berarti kebutuhan tenaga kerja-pun akan naik. Kenaikan ini tentunya membuat banyak lapangan kerja menjadi tersedia. Contoh saja, melalui kebijakan moneter yang baik, para investor asing banyak yang datang dan membuka perusahaannya di sini. Jika sudah begitu, masyarakat makin mudah mendapat pekerjaan.

  • Menciptakan Kestabilan Harga

Harga barang tentu berkaitan dengan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Jumlah uang beredar ini sangat mempengaruhi tingkat inflasi. Selama banyak uang beredar banyak, nilai inflasi akan tinggi. Nilai inflasi inilah yang menimbulkan peningkatan harga. Jika tidak hati – hati dalam mengontrol hal ini, inflasi dapat menyebabkan krisis seperti pada tahun 1998 dan 2008 lalu.

Jika sampai terjadi krisis, harga – harga barang melejit tinggi. Jika sudah begitu banyak orang tidak mampu memenuhi kebutuhannya karena harganya yang tinggi, hal inilah yang menyebabkan tingkat kemiskinan akan meningkat.

  • Menjaga Keseimbangan Neraca Pembayaran dan Perdagangan

Nilai mata uang pasti berbeda tiap negara dan hal ini dipengaruhi oleh keseimbangan neraca pembayaran dan perdagangannya. Keseimbangan ini akan mempengaruhi seberapa besar cadangan devisa, banyak impor dan ekspor yang dilakukan, serta seberapa menariknya negara tersebut sebagai tempat investasi.

Setelah melihat tujuan kebijakan moneter, mari melihat apa saja bentuk kebijakan moneter itu

Jenis Jenis Kebijakan Moneter

kebijakan moneter

pixabay.com

Sebetulnya ada 2 jenis kebijakan yang digunakan dalam moneter. Hal ini berbeda berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Berikut adalah 2 kebijakan tersebut

  • Kebijakan Moneter Ekspansif

Kebijakan ini adalah kebijakan moneter yang bertujuan untuk menambah jumlah uang beredar. Kebijakan ini digunakan untuk memacu pergerakan ekonomi. Peredaran uang yang banyak akan mendorong masyarakat untuk menggunakan uangnya.

Semakin banyak orang membeli barang, perusahaanpun akan berusaha mengimbangi jumlah produksinya. Dalam proses peningkatan produksi ini, perusahaan akan meningkatkan jumlah pekerjaanya.

Jadi secara tidak langsung kebijakan ini akan meningkatkan lapangan kerja. Semakin banyak orang bekerja artinya semakin banyak orang mendapatkan pendapatan dan keluar dari garis kemiskinan.

  • Kebijakan Moneter Kontraktif

Kebijakan ini digunakan untuk mengerem perkembangan moneter ekspansif di atas. Perlu diingat bahwa peredaran uang yang banyak juga memacu harga naik. Masyarakat yang membelanjakan uangnya tentu meningkatkan permintaan barang. Jika permintaan tinggi, harga barang-pun akan tinggi. Jika tidak dikontrol, hal ini bisa membuat krisis.

Untuk mengurangi inflasi ini, kebijakan moneter kontraktif digunakan. Kebijakan ini mencoba mengurangi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menjual surat – surat berharga negara. Jika orang – orang membelinya, otomatis uang yang diterima dari hasil pembelian dapat disimpan untuk mengurangi uang beredar.

Setelah jelas tentang moneter, mari melihat apa itu kebijakan fiskal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2021
Purwakarta Digital Network
Iconic One Theme | Powered by Wordpress