PERDAGANGAN INTERNASIONAL : Pengertian, Manfaat, Teori dan Faktor Pendorong

By | Desember 4, 2018

Perdagangan tentu tidak dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dari masa barter sampai digital trading sekarang, perdagangan semakin berkembang. Perdagangan internasional merupakan hal yang sudah biasa terdengar di berita – berita nasional.

Dalam artikel singkat ini, kami akan menjelaskan apa itu perdagangan internasional mulai dari pengertian, teori, jenis jenis, faktor dan juga contoh perdagangan Internasional.

Pengertian Perdagangan

pengertian perdagangan

pixabay.com

Perdagangan merupakan kegiatan perekonomian yang dilakukan antar manusia. Secara sederhana, Anda bisa mengartikan hal ini sebagai kegiatan yang melibatkan pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi barang ataupun jasa.

Transaksi di sini adalah pengalihan barang atau jasa dengan kekayaan dari satu pihak ke pihak lain. Dari pengertian tersebut, Anda bisa membayangkan bahwa perdagangan ini dapat diaplikasikan dalam berbagai hal yang berhubungan dengan transaksi.

Perdagangan pada dasarnya dimotivasi oleh kebutuhan. Hal ini bisa dilihat dari bentuk awalnya yang melibatkan teknik barter. Tapi semenjak ada perkembangan mata uang, perdagangan mulai beralih motivasinya.

Sekarang motivasi perdagangan adalah untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mendapatkan keuntungan. Hal inilah yang membuat perdagangan tidak sekedar pertukaran jika dilihat di dunia modern. Dalam kegiatan perdagangan penjual dan pembeli berusaha mendapatkan sesuatu yang lebih.

Pihak penjual ingin mendapatkan nilai lebih untuk barang yang dijual dengan menentukan harga diatas biaya produksi. Sedangkan pembeli ingin harga rendah untuk barang yang dibeli demi memenuhi kebutuhan. Motivasi keuntungan inilah yang membuat banyak orang melakukan perdagangan dan akhirnya membentuk pasar.

Dilihat dari perkembangannya, para ahli mulai memberi pengertian pada perdagangan dengan lebih jelas. Hal ini tentu dengan perspektif para ahli itu sendiri, jadi terkadang pengertian antar ahli bisa berbeda. Berikut adalah 3 contoh pengertian dari para ahli ekonomi di Indonesia

  • Pengertian Perdagangan Menurut Marwati Djoened

Perdagangan adalah suatu kegiatan ekonomi yang menghubungkan produsen dan konsumen. Dan sebagai sebuah kegiatan distribusi, maka perdagangan menjamin terhadap penyebaran, peredaran dan juga penyediaan barang dengan melalui mekanisme pasar yang ada.

  • Pengertian Perdagangan Menurut Bambang Utoyo

Perdagangan adalah suatu proses tukar menukar baik barang maupun jasa dari sebuah wilayah ke wilayah lainnya. Kegiatan perdagangan ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki dan perbedaan kebutuhan."

  • Menurut Agus Trimarwanto, Bambang Prishardoyo dan Shodiqin

Perdagangan adalah salah satu jenis kegiatan perusahaan dikarenakan menggunakan sumber daya/faktor-faktor produksi dalam rangka untuk meningkatkan atau menyediakan pelayanan umum.

Nah, setelah Anda mengerti soal perdagangan, waktunya terjun melihat apa itu perdagangan internasional.

Pengertian Perdagangan Internasional

pengertian perdagangan internasional

pixabay.com

Perdagangan internasional secara sederhana adalah kegiatan perdagangan yang dilakukan antara kedua belah pihak yang berbeda negara. Biasanya pembeli dan penjual harus mendiskusikan transaksi dengan perbedaan negara ini negara ini.

Secara nyata, diskusi ini bisa berbentuk perjanjian ataupun kontrak. Nah, tergantung skalanya, pihak – pihak yang terlibat dalam perdagangan internasional bisa berupa individu, perusahaan, organisasi dan bahkan pemerintahan.

Perdagangan internasional ini tentu dilakukan dengan dasar pemenuhan kebutuhan dan keuntungan. Dari contoh di atas, seorang individu membutuhkan tas yang bagus kualitasnya. Tas yang memenuhi kriteria ini hanya di produksi di negara lain. Hal ini menyebabkan individu tersebut mau – tidak mau harus melakukan perdagangan internasional.

Proses perdagangan internasional ini diawali atas dasar kesadaran bahwa sebuah negara tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Contoh saja perdagangan antara Jepang dan Indonesia. Indonesia memiliki banyak bahan mentah, namun kurang teknologi dan skill untuk mengolahnya menjadi barang jadi.

Jepang memiliki tingkat teknologi dan skill yang tinggi untuk membuat barang jadi, tapi kurang sumber daya untuk diolah. Menggunakan perdagangan internasional, Indonesia dan Jepang bisa membuat perjanjian.

Perjanjian ini mengarahkan Indonesia untuk menjual bahan mentah ke Jepang untuk dijadikan produk dan nantinya, produk tersebut akan dijual ke Indonesia dengan harga yang lebih murah.

Tentu bahan mentah dari Indonesia ini diolah untuk dijual ke banyak negara lain oleh Jepang, namun dari perjanjian tersebut Indonesia akan diuntungkan dengan harga yang lebih rendah dibanding negara lain.

Jepang sendiri merasa untung karena mendapat arus bahan mentah yang banyak dari Indonesia. Hal ini membuat Jepang dapat selalu memproduksi barang jadi untuk dijual ke berbagai pihak. Kegiatan perdagangan dengan perjanjian di atas dilakukan untuk menguntungkan kedua belah pihak yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Teori Perdagangan Internasional

faktor faktor perdagangan internasional

pixabay.com

Sebenarnya secara umum ada 2 teori yang populer dibahas jika membicarakan perdagangan internasional. Teori ini adalah teori keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif

  • Teori Keunggulan Mutlak

Teori ini diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation. Teori ini menyatakan bahwa perdagangan internasional akan memberikan keuntungan pada negara yang dapat memproduksi barang secara lebih efisien dibanding negara lain.

  • Teori Keunggulan Komparatif

Teori ini diutarakan oleh David Ricardo yang menyatakan bahwa meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan mutlak dalam produksi suatu barang, negara tersebut tetap dapat melakukan perdagangan internasional untuk barang yang paling efisien untuk diproduksi.

Untuk lebih jelas ikuti gambaran berikut

  • Negara A mampu memproduksi 100 mesin dan 1.000 buah per tahun
  • Negara B mampu memproduksi 200 mesin dan 100 buah per tahun
  • Negara C mampu memproduksi 200 mesin dan 1.000 buah per tahun
  • Negara D mampu memproduksi 50 mesin dan 500 buah per tahun

Negara di atas hanya memiliki kemampuan terbatas untuk memproduksi mesin dan buah per tahunnya. Bayangkan saja produksi tersebut menguras sumber daya dari negara tersebut. Untuk lebih efisien, mereka harus memilih untuk melakukan perdagangan satu sama lain.

Untuk teori keunggulan mutlak, mari bandingkan negara A dan B. Dari jumlah produksi per tahun, A lebih main fokus spesialisasi buah karena mampu menghasilkan dalam jumlah banyak. B lebih baik fokus memproduksi mesin karena lebih unggul.

Nah, daripada memproduksi sendiri barang yang kurang bisa diproduksi, A dan B bisa menjalin perdagangan dari spesialisasi barang masing – masing.

Untuk teori keunggulan komparatif, mari melihat negara C dan D. Negara C unggul di semua bidang dari negara D, tapi mereka tetap bisa melakukan perdagangan. Hal ini dengan cara membandingkan efektivitas produksi mereka.

Bayangkan jika masing – masing negara hanya bisa memilih antara mesin atau buah untuk diproduksi. Untuk perbandingan efektivitas produksi, 1 mesin di negara C sebanding dengan 5 buah. Sedangkan di negara D1 mesin sebanding dengan 10 buah. Hal ini didapat dengan membagi jumlah produksi yang paling besar dengan jumlah produksi yang paling kecil.

Dari komparasi tersebut negara C lebih efektif dalam membuat mesin. Hal ini karena hanya mengorbankan produksi 5 buah untuk membuat 1 mesin dibandingkan negara D yang harus mengorbankan produksi 10 buah untuk 1 mesin.

Jadi C bisa ekspor mesin, sedangkan D lebih baik fokus membuat buah dan membeli mesin dari C. Di sisi lain, karena C fokus pada mesin, D bisa menjual buahnya pada C.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

faktor faktor perdagangan internasional

pixabay.com

Nah, dari melihat pengertian dan teori perdagangan Internasional, Anda bisa membayangkan apa yang mendorong dan mempengaruhi perdagangan internasional. Berikut adalah faktor – faktor tersebut

  • Ketersediaan sumber daya alam
  • Faktor keefektifan produksi
  • Kebutuhan barang dalam negeri
  • Mendapatkan keuntungan dari negara lain
  • Keinginan menjalin relasi dengan negara lain

Jenis Perdagangan Internasional dan Contohnya

pixabay.com

Untuk jenis perdagangan internasional bisa berbentuk

  • Perdagangan bilateral, perdagangan ini meliputi dua negara saja. Contohnya adalah perjanjian antara Indonesia dan Jepang seperti yang dijelaskan sebelumnya.
  • Perdagangan regional, perdagangan yang dilakukan negara – negara dalam kawasan tertentu. Hal ini bisa dilihat dalam organisasi antar negara seperti ASEAN dan Uni EROPA.
  • Perdagangan multilateral, perdagangan yang dilakukan antar negara yang tidak dibatasi lokasi. Hal ini biasanya dilakukan antar anggota organisasi negara internasional seperti IMF dan WTO.

Mudah – mudahan artikel ini dapat membantu Anda memahami perdagangan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2021
Purwakarta Digital Network
Iconic One Theme | Powered by Wordpress