MASYARAKAT MADANI: Pengertian, Konsep, Sejarah, Ciri Ciri & Contohnya

Masyarakat Madani adalah sebuah istilah yang digunakan para cendekia muslim modern di Indonesia yang merujuk kota di Jazirah Arab sebagai tempat kaum muslim membangun peradaban pada masa Rasulullah , yakni kota Madinah.

Bisa dikatakan Masyarakat madani merupakan sebuah gambaran ideal peradaban yang mana memang sedikit menantang untuk diwujudkan. 

Namun, dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait masyarakat madani, niscaya masyarakat pun akan mulai menyadari pentingnya pembentukan karakter yang di imbangi dengan pengetahuan dan teknologi.

Pengertian Masyarakat Madani

pixabay.com

Masyarakat madani atau civil society merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, beradab, dan memahami perkembangan teknologi serta ilmu pengetahuan.

Namun, ada beberapa definisi masyarakat madani oleh para ahli, dan berikut beberapa definisinya.

1. Syamsudin Haris

Syamsudin Haris menilai bahwa masyarakat madani merupakan sebuah lingkup sosial yang lepas dari pengaruh negara dan tersusun dari sebuah struktur yang paling akrab, seperti keluarga, organisasi sosial, dan sebagainya.

Masyarakat madani merupakan sebuah proses pembentukan peradaban yang merujuk pada nilai-nilai kebijakan bersama berlandaskan suatu pedoman hidup untuk menciptakan integrasi sosial dan persatuan.

2. Ernest Gellner

Masyarakat sipil atau civil society menurut Ernest Gellner adalah suatu masyarakat yang terdiri atas institusi non-pemerintah otonom, kuat dalam mengimbangi suatu negara.

Beberapa ahli memang memiliki pengertian yang berbeda-beda terkait masyarakat madani. Namun, semua definisi merujuk kepada sebuah tatanan sosial yang langgeng dan bertujuan kepada sebuah kedamaian.

Ciri-Ciri Masyarakat Madani

pxhere.com

Ada beberapa ciri yang menandai sebuah masyarakat madani. Ciri-ciri tersebut dilansir dari pendapat Bahmuller adalah sebagai berikut:

  • Penyebaran kekuasaan terjadi di tengah masyarakat dan beragam kepentingan yang mendominasi bisa dibatasi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
  • Terdapat integrasi antara satu individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, antara individu dengan media berupa kontrak atau aliansi sosial.
  • Meningkatnya kepercayaan antara satu individu dengan individu lainnya di dalam masyarakat sehingga tidak akan membuat masyarakat merasa terikat satu sama lain dan mengutamakan kepentingan bersama.
  • Penjembatanan kepentingan individu dengan pemerintah melalui adanya organisasi-organisasi atau lembaga sosial tertentu. 

Konsep Masyarakat Madani

pixabay.com

Konsep masyarakat sipil atau civil society telah ada sejak lama. Aristoteles, seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa masyarakat sipil merupakan sebuah sistem kenegaraan yang identik dengan negara.

Masyarakat sipil adalah sebuah komunitas politik. Di dalamnya, orang-orang bisa langsung terlibat pengambilan keputusan di bidang politik dan juga di bidang ekonomi.

Thomas Hobbes dan John Locke berpendapat bahwa masyarakat sipil adalah sebuah evolusi dari masyarakat alami atau natural society. Kekuasaan masyarakat sipil haruslah mutlak untuk meredam konflik menurut Thomas Hobbe

John Locke berpendapat bahwa masyarakat sipil harusnya merupakan sebuah wadah yang bisa melindungi hak-hak setiap warga negara.

Selain berpegang pada konsep civil society, masyarakat madani juga terinspirasi dari model masyarakat ideal yang berhasil dibangun oleh Nabi Muhammad saw. saat dirinya berada di Madinah. 

Unsur-Unsur Masyarakat Madani

pixabay.com

Mewujudkan masyarakat madani memerlukan proses dan unsur-unsur tertentu. Berikut adalah beberapa hal yang merupakan unsur dari masyarakat madani:

1. Luasnya Wilayah Publik

Wilayah publik yang luas dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat madani. Wilayah publik ini harus mendukung hak warga untuk memiliki peran yang sama dalam melakukan transaksi politik dan sosial.

Peran ini haruslah dilakukan tanpa adanya represi atau ancaman yang berasal dari pihak luar dan membuat masyarakat takut untuk melakukan kedua transaksi tersebut.

2. Demokrasi

Ini unsur yang tak kalah penting dalam perwujudan masyarakat madani. Apabila masyarakat tidak memiliki demokrasi maka bagaimana bisa mereka mengeluarkan aspirasi?

Demokrasi ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi masyarakat untuk mewujudkan sebuah tatanan sosial dari masyarakat untuk masyarakat.

3. Toleransi

Untuk menghindari adanya konflik dan mewujudkan masyarakat yang aman dan damai, perlu adanya toleransi antarkelompok dan antarindividu. Toleransi artinya menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain sepanjang itu tidak merugikan pihak lain.

4. Pluralisme

Setiap elemen dari masyarakat tentu memiliki perbedaan masing-masing. Namun, terwujudnya masyarakat madani bukanlah perkara kesamaan antara semua elemen.

Masyarakat madani merupakan sebuah masyarakat yang memiliki perbedaan satu sama lain, tetapi mereka menyadari bahwa ada keberagaman yang wajib dihormati di dalamnya.

5. Keadilan Sosial

Hal yang membuat adanya chaos dan ketimpangan di tengah masyarakat adalah hukum yang pandang bulu begitu juga perlakuan pemerintah.

Untuk mewujudkan masyarakat madani, hal ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama dari pihak pemerintah yang diberi mandat kekuasaan.

Sejarah Masyarakat Madani

pixabay.com

Melihat konsep masyarakat madani, sejatinya hal ini sudah ada sejak lama, bahkan sejak masa Yunani-Romawi. Namun, istilah masyarakat madani sebetulnya mulai diperkenalkan oleh Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim merupakan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia yang sampai saat ini masih berkecimpung di dunia politik. Madani sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yang artinya ‘beradab’.

Masyarakat madani menurut Anwar Ibrahim merupakan sebuah sistem sosial yang subur dan memiliki landasan prinsip moral.

Dengan adanya prinsip moral, dapat terwujud pula stabilitas di dalam masyarakat yang mampu menjamin kebebasan individu.

Contoh Masyarakat Madani

pixabay.com

Secara umum, masyarakat madani bisa terwujud dalam konteks negara dengan tatanan masyarakat teratur dan juga minim konflik.

Namun, apabila dilihat dari tatanan yang lebih kecil, berikut adalah beberapa contoh masyarakat madani yang dapat terwujud di tengah lingkup masyarakat besar.

1. Organisasi Sosial Kemasyarakatan

Organisasi sosial adalah sebuah lembaga atau kelompok yang bersumber dari masyarakat serta terlepas dari intervensi negara.

Organisasi sosial yang lepas dari intervensi negara bisa menjadi corong bagi aspirasi publik yang baik dan tidak menjadi alat bagi pemerintah untuk melakukan kontrol.

2. Asosiasi Penerbitan

Konteks asosiasi penerbitan ini sejatinya cukup luas, yakni sebuah wadah atau media untuk mengeluarkan berita, ide, pengetahuan, dan sebagainya.

Asosiasi penerbitan berfungsi sebagai corong bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat serta wadah untuk mendapatkan pengetahuan terkait berbagai macam hal.

3. Asosiasi Perlindungan Konsumen

Terkadang, hak-hak konsumen tidak diberikan dengan baik. Ini yang mendorong adanya sebuah asosiasi yang bisa melindungi konsumen..

Asosiasi yang dapat melindungi konsumen bisa menjadi tempat mengadu sekaligus memastikan hak-hak konsumen diberikan dengan baik.

Dengan adanya asosiasi ini, para produsen tidak akan seenaknya dalam melakukan bisnis

4. Asosiasi Pembela Hak Masyarakat

Sering kali, masyarakat tidak mendapatkan hak yang semestinya dalam berkehidupan. Ini bisa disebabkan oleh perilaku dari masyarakat lain atau malah bersumber dari negara.

Hak masyarakat yang dikebiri membuat timpangnya keadilan sosial. Di sinilah asosiasi pembela hak masyarakat bergerak untuk mendorong terjadinya keadilan sosial yang utuh.

Dengan adanya asosiasi-asosiasi semacam ini, dapat terjamin terwujudnya keadilan sosial serta menjadi kontrol bagi pemerintah untuk tidak berbuat secara semena-mena.

Namun, asosiasi-asosiasi ini harus netral dan murni membela kepentingan masyarakat, bukannya berdalih membela kepentingan masyarakat tetapi punya agenda lain yang merugikan masyarakat itu sendiri.

 

Pilar Penegak Masyarakat Madani

pixabay.com

Yang dimaksud dengan pilar penegak masyarakat sipil merupakan berbagai lembaga yang bisa melakukan kontrol sosial terhadap pemerintah.

Terwujudnya masyarakat madani tentu tak bisa dilepaskan dari peran serta masyarakat dan kekuasaan pemerintah yang tidak absolut.

Meskipun begitu, kritik dan aspirasi dari masyarakat haruslah membangun dan tidak bertujuan menciptakan chaos di tengah masyarakat itu sendiri.

Berikut merupakan berbagai pilar yang dapat mendukung terwujudnya masyarakat madani dalam sebuah negara.

1. Keberadaan Pers

Pers merupakan lembaga yang menjadi watchdog di tengah masyarakat. Pers berfungsi untuk mengedukasi masyarakat, menyampaikan informasi, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam fungsinya ini, pers haruslah independen alias bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu. Independensi pers membuatnya mampu menyampaikan aspirasi siapa saja tanpa terkecuali.

Selain itu, dengan adanya independensi, berita yang disampaikan oleh pers benar-benar apa adanya dan tidak bertujuan untuk memanipulasi masyarakat.

Kiwari ini, ada banyak pers yang memiliki agenda besar tertentu, bahkan bertujuan untuk menjadi back-up power pemerintah. Ini sesuatu yang harus disikapi dengan serius.

Apabila pers selalu pasang badan untuk pemerintah, penyampaian informasi pun tidak akan sahih dan ini merugikan masyarakat.

2. Adanya Supremasi Hukum

Semua warga negara tanpa terkecuali wajib patuh kepada hukum yang berlaku. Ini membuat kondisi di tengah masyarakat menjadi aman dan kondusif.

Selain itu, supremasi hukum juga bisa memastikan pemerintah melakukan tugas-tugasnya dengan baik.

Namun, hukum tidak boleh berat sebelah apalagi menjadi alat bagi pemerintah untuk melakukan sebuah tindakan represif bagi masyarakat. Hukum haruslah dapat melindungi masyarakat dan sekaligus dipatuhi oleh pemerintah

Terwujudnya supremasi hukum kuat dan tidak berat sebelah menjadi sebuah kontrol sosial untuk terus mewujudkan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat.

3. Lembaga Swadaya Masyarakat

Adanya peran serta lembaga swadaya masyarakat penting untuk mewujudkan hak-hak masyarakat serta menciptakan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat.

LSM tidak hanya berfungsi untuk mewujudkan hak masyarakat. LSM juga harus hadir sebagai kontrol dan pengamat bagi pemerintah. Dengan cara ini, maka pemerintah pun tidak akan seenaknya dalam menjalankan tugasnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, LSM hendaknya mampu untuk netral dan tidak memiliki agenda khusus yang merugikan masyarakat.

4. Partai Politik

Inilah sebuah hal yang menjadi pilar bagi masyarakat demokratis dan madani. Partai politik seharusnya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan politiknya.

Partai politik juga harus mampu membawa ideologi tertentu yang tentunya tidak melanggar hukum yang berlaku di sebuah negara. Maka, dalam hal ini, sebuah partai politik seharusnya konsisten dan punya tujuan jelas.

Sayangnya, kiwari ini berbagai partai politik justru menjadi alat dari pihak-pihak tertentu untuk melanggengkan kekuasaan. Aspirasi masyarakat tidak tersampaikan dengan baik.

Bahkan, mereka pun secara gamblang menunjukkan keinginan untuk berkuasa. Tak jarang partai-partai politik dengan ideologi yang berbeda-beda justru berkoalisi untuk membagi-bagi porsi kekuasaan.

5. Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi berfungsi sebagai tempat untuk mendidik masyarakat. Adanya perguruan tinggi dapat mewujudkan pemikiran masyarakat yang kritis sekaligus sebagai wadah bagi masyarakat untuk berkarya dan mampu berpikir secara linear.

Namun, perguruan tinggi harus menjadi lembaga yang netral. Perguruan tinggi harus lepas dari kepentingan-kepentingan tertentu apalagi yang sifatnya berhubungan dengan politik praktis.

Maka dari itu, penting sekali diadakan pengawasan bagi perguruan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan netralitas tersebut.


Itulah berbagai definisi dan juga hal-hal yang terdapat pada masyarakat madani. mulai dari pengertian masyarakat madani, sejarah dan lain sebagainya.

Apabila semua unsur terpenuhi dan ada kemauan kuat baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk mewujudkan kepentingan bersama, masyarakat madani pun dapat diwujudkan dengan mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *