PERANG DIPONEGORO : Latar Belakang, Penyebab, Kronologi & Akhir Perang

By | Januari 6, 2019

Perang Diponegoro – Perang adalah sebuah aksi dari fisik dan juga non fisik maupun kondisi permusuhan dengan adanya kekerasan yang biasanya terjadi antara dua ataupun lebih kelompok manusia. Peperangan dilakukan untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan.

Perang adalah turunan dari sifat dasar manusia yang tetap ada sampai sekarang memelihara dominasi dan juga persaingan untuk sarana memperkuat diri dengan cara menundukan pihak musuh.

 

Siapa itu Pangeran Diponegoro ?

geheugenvannederland.nl

Pangeran Diponegoro adalah salah satu pangeran yang juga dikenal sebagai salah pahlawan nasional Republik Indonesia yang sangat berani untuk melawan para penjajah Belanda. beliau adalah tokoh pejuang yang berasal asli dari Indonesia yaitu daerah Yogjakarta. Perang Diponegoro adalah perang terbesar yang terjadi Di pulau Jawa.

Pangeran Diponegoro bernama Bendoro Raden mas Ontowiryo yang merupakan anak sulung dari Sultan Hamengkubuwana III yang merupakan raja Mataram. Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 11 November 1785. Ibunya adalah seorang selir yang bernama R.A Mangkarawati yang berasal dari Pacitan. Beliau menolak keinginan dari sang ayah yang ingin mengangkatnya menjadi seorang raja karena ia menyadari bahwa ia adalah anak dari seorang selir dan bukan permaisuri.

merupakan anak yang berasal dari golongan ningrat yang biasanya hidupnya penuh dengan kenyamanan dan juga istimewa, namun pangeran Diponegoro lebih tertarik untuk kehidupan yang merakyat dan memiliki kesetaraan dengan rakyat. Ia juga memilih untuk tinggal di luar keraton yaitu memilih untuk tinggal di desa Tegalrejo.

Dan ini adalah beberapa kebiasaan pangeran Diponegoro :

  • Gemar minum anggur bersama dengan para orang-orang Eropa namun tak menjadikannya sebagai kelebihan yang berlebihan.
  • Kebiasaan pangeran Diponegoro yang suka mengunyah sirih .
  • Mengoleksi emas dan juga berlian dan benda berharga miliknya adalah batu akik hitam yang disimpan dalam pembungkus emas.
  • Kesenangannya ialah memelihara burung dan juga berkebun, membangun kebun dengan menanam bunga, sayuran, dan juga ada buah-buahan dan pepohonan yang hijau.

Pangeran mempunyai 12 putra dan 10 putri yang keturunannya kini ada tersebar di seluruh Dunia, seperti Jawa, Madura, Sulawesi, Dan Maluku, bahkan ada yang di luar negeri Di Australia, Serbia, Jerman, Belanda, dan Arab Saudi.

 

Apa Itu Perang Diponegoro ?

Nicolaas Pieneman

Di Indonesia juga pernah mengalami masa peperangan yang terjadi hampir di semua daerah, nah untuk ulasan kali ini kita akan membahas mengenai peperangan yang terjadi Diponegoro. Perang diponegoro adalah perang besar yang terjadi selama 5 tahun yaitu pada tahun 1825 sampai 1830 di pulau Jawa, Hindia Belanda. Perang diponegoro juga dikenal dengan perang jawa.

Perang ini salah satu pertempuran terbesar yang terjadi di Indonesia yaitu antara Belanda dan penduduk Nusantara. Pada saat itu pasukan dari Belanda dipimpin oleh Hendrick Merkus De kock dan penduduk Jawa dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro.

Pada saat masa peperangan terjadi banyak penduduk jawa yang tewas yang mencapai 200.000 jiwa dan dari pihak Belanda 8.000 dan serdadu Pribumi sebanyak 7.000.

 

Sebab Terjadinya Perang Diponegoro

Dibawah pimpinan pangeran Diponegoro terjadinya perlawanan rakyat pada 1825 hingga 1830 yaitu satu perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda. penyebab terjadinya perang Diponegoro dapat disimpulkan ada dua alasan yaitu sebab umum dan juga sebab khusus.

Berikut ini sebab-sebab umum yang membuat terjadinya perlawanan Diponegoro antara lain sebagai berikut :

  1. Timbulnya rasa kekecewaan di kalangan para ulama, karena masuknya budaya barat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam
  2. Wilayah kesultanan Mataram yang semakin sempit dan para raja sebagai pengusaha Pribumi yang mulai kehilangan kedaulatan.
  3. Belanda ikut campur tangan dalam masalah kesultanan
  4. Sebagian dari bangsawan merasa kecewa karena Belanda tidak mau mengikuti adat istiadat dari keraton.
  5. Para bangsawan juga merasa kecewa karena Belanda telah menghapus sistem penyewaan tanah oleh para bangsawan kepada petani yang mulai terjadi pada tahun 1824.
  6. Kehidupan rakyat yang semakin menderita dan juga disuruh kerja paksa dan harus membayar berbagai macam pajak.
  • Pajak tanah
  • Pajak jumlah pintu
  • Pajak ternak
  • Pajak pindah rumah
  • Pajak pindah nama
  • Pajak menyewa tanah atau menerima jabatan

Dan pemasangan Patok oleh Belanda untuk pembangunan jalan yang melintasi tanah dan juga makam para leluhur pangeran Diponegoro di Tegalrejo, pemasangan ini terjadi tanpa izin dari kerajaan sehingga ditentang oleh Pangeran Diponegoro.

Sebab khusus ialah provokasi yang dilakukan oleh pihak Belanda untuk merencanakan pembuatan jalan menerobos tanah pangeran Diponegoro dan juga membongkar makam keramat. Diponegoro tersingkir dari kekuasaan karena telah menolak untuk berkompromi dengan Belanda dan lebih memilih untuk ke Tegalrejo dan memusatkan perhatian pada perkembangan keagamaan. Hal ini membuat pangeran marah dan membangun pertahanan di Selarong dan dukungan kepada Diponegoro datang dari mana-mana yang membuat pasukan Diponegoro menjadi lebih kuat.

 

Proses Terjadinya Perang Diponegoro

nu.or.id

Pangeran Diponegoro memimpin atas pasukannya dengan perang gerilya. Gubernur Jenderal Van der Capellen menjalankan strategi yaitu mendirikan benteng di setiap tempat yang ia kuasai. Dan juga untuk mempersempit gerakan dari pasukan Diponegoro.

Karena melemahnya kedudukan Diponegoro sehingga menyebabkan ia menerima tawaran untuk perundingan dengan Belanda Di Magelang. Perundingan inipun gagal dalam mencapai kata sepakat.

Karena inilah pangeran Diponegoro ditangkap dan dipindahkan ke Manado kemudian dipindahkan lagi ke Makassar. Perang ini berlangsung selama 5 tahun dan membawa dampak yang membuat kekuasaan wilayah yogyakarta dan Surakarta berkurang, dan banyak menguras kas Belanda.

 

Akhir Perang Diponegoro

Untuk menghadapi perang Diponegoro, Belanda harus menarik pasukan yang dipakai untuk perang di Sumatera Barat. Pada saat itu Belanda juga sedang menghadapi perang besar yaitu perang padri.

Namun akhirnya Belanda harus melawan kedua belah pihak itu dan belakangan bersatu untuk berbalik melawan kolonial Belanda. Berakhirnya perang Jawa menjadi akhir dari perlawanan dari seluruh bangsawan jawa pada waktu itu. Setelah perang ini berakhir maka jumlah penduduk menyusut.

Nah itulah ulasan mengenai perang Diponegoro yang harus kita ketahui, karena inilah salah satu sejarah yang terjadi di Negeri tercinta. Yang menggambarkan keberanian para pejuang-pejuang kita dan juga keberanian dari para pahlawan Nasional yang membuat negara kita ini terbebaskan dari penjajahan.

Berakhirnya masa penjajahan maka berakhir juga segala kesusahan para rakyat yang terus kerja paksa dan membuat mereka semakin susah dan sengsara. Dimana semuanya dilakukan untuk menciptakan kedamaian di negeri tercinta ini.

Maka jangan pernah lupakan jasa-jasa para pahlawan yang telah berani mengorbankan jiwa dan raganya demi negeri ini. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kedamaian di negeri ini, menciptakan kesatuan, dan mengabdi untuk negeri. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2021
Purwakarta Digital Network
Iconic One Theme | Powered by Wordpress