√ DROPSHIP & RESELLER: Pengertian, Perbedaan dan Cara Menjadi Dropshipper

Pengertian Dropship dan Reseller – Negara Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial dalam bidang bisnis secara daring. Hal ini dikarenakan pengguna internet yang terus bertumbuh. 

Berdasarkan data tahun 2016, tercatat ada sekitar 8,7 juta jiwa yang melakukan transaksi secara daring. Data ini terus meningkat di tahun 2018, di mana ada transaksi dalam bidang e-commerce yang mencapai angka 144 triliun Rupiah.

Ada kecenderungan bahwa konsumsi dengan cara daring terus mengalami peningkatan. Sebagai pelaku bisnis, tentunya hal ini merupakan kesempatan emas.

Pelaku bisnis daring ini memiliki cara-cara tertentu untuk menarik konsumen dengan cara yang lebih cepat dan efisien. Ada dua sistem yang cukup sering digunakan untuk menjadi pedagang secara daring, yakni sistem reseller dan sistem dropship.

Pengertian Dropship

Pengertian Dropship
pixabay.com

Pengertian Dropship adalah sistem penjualan di mana penjual tidak perlu melakukan pembelian kepada produsen. Jika ada permintaan dari konsumen, penjual hanya perlu meneruskan permintaan tersebut ke produsen. 

Secara ringkas, dropship akan memudahkan penjual karena penjual tidak perlu menyediakan stok dan pengiriman barang karena produsen yang akan melakukan hal tersebut. Pada sistem dropship, pelaku bisnis hanya perlu memasarkan barang secara maksimal. 

Sistem Dropship

Sistem dropship pada bisnis daring cukup mudah untuk dipahami. Alurnya akan diawali oleh kegiatan penjual yang melakukan pemasaran secara daring melalui media sosial, blog, atau marketplace yang ada.

Ketika ada permintaan dari konsumen, segala hal yang berkaitan dengan pembayaran akan diselesaikan terlebih dahulu dengan penjual. 

Setelah semuanya rampung, penjual akan menghubungi pihak produsen untuk melakukan pemesanan sesuai dengan keinginan konsumen. Produsen kemudian melakukan packing dan mengirimkan barang ke alamat konsumen. 

Selisih harga antara produsen dan harga yang dipasang penjual akan menjadi keuntungan untuk pelaku bisnis dengan sistem dropship.

Cara Memulai Bisnis Dropship

pixabay.com

Hal pertama yang Anda harus lakukan adalah mencari supplier dengan produk yang berkualitas. Jika Anda sudah mendapatkannya, tentukan perjanjian tertentu mengenai sistem dropship yang akan dilakukan. 

Setelah itu, Anda hanya perlu melakukan marketing melalui media sosial maupun marketplace. Sistem dropship sangat bergantung pada keberhasilan Anda melakukan promosi secara daring.

Kekurangan dan Kelebihan Sistem Dropship

Kelebihan sistem dropship adalah tidak membutuhkan modal yang besar. Penjual tidak perlu membeli barang untuk bisa melakukan kegiatan transaksi secara daring. Penjual juga tidak perlu menyediakan ruang khusus untuk gudang penyimpanan.

Berbisnis dengan sistem dropship juga memiliki jam kerja yang fleksibel. Cocok sekali bagi Anda yang sedang mencari penghasilan tambahan. 

Selain itu, dropship memiliki risiko dan biaya operasional yang kecil dibandingkan dengan memiliki toko sendiri karena hanya berperan sebagai perantara. 

Kekurangan bisnis dropship adalah kemudahannya membuat pelaku bisnis dropship menjadi banyak sehingga meningkatkan persaingan. Selain itu bisnis dropship juga memiliki keuntungan yang relatif sedikit.

Para pelaku bisnis dropship juga memiliki kontrol yang rendah terhadap produk yang dijualnya, seperti sulit mengelola stok barang dan tidak bisa menambahkan promosi tertentu kepada konsumen.

Pengertian Reseller

Pengertian Reseller
pixabay.com

Sesuai dengan istilahnya, pelaku bisnis dengan sistem reseller memang secara harfiah melakukan penjualan ulang. Meski memiliki kemiripan dengan sistem dropship, namun definisi reseller adalah orang yang menjual kembali barang yang ia beli dari produsen.

Dari definisi tersebut, reseller dengan dropship memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Reseller adalah pihak yang terpisah dari produsen. Sedangkan, dropship seperti yang telah Anda ketahui merupakan pihak yang berperan sebagai marketing dari produsen.

Reseller juga dapat diartikan sebagai suatu usaha perdagangan yang dilakukan oleh sendiri atau pun secara kelompok dengan tujuan dijual kembali kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan.

Bagi pihak produsen, penjualan dengan sistem reseller sangatlah menguntungkan karena produk dapat terjual habis dengan cepat.

Sistem Reseller

Alur kerja berniaga dengan sistem reseller sangat sederhana. Sistem reseller membuat penjual menjadi pelaku bisnis tunggal yang terpisah dari produsen, sehingga semua alur perdagangan akan dilakukan secara mandiri oleh penjual.

Penjual mencari supplier serta stok barang untuk dijual. Setelah itu, penjual akan melakukan promosi melalui media sosial atau marketplace yang ada.

Kemudian jika ada konsumen yang ingin melakukan pemesanan, penjual akan melayani dan menyiapkan produk sesuai dengan yang dipesan oleh konsumen.  Setelah konsumen menyelesaikan proses transaksi, barang akan dikirim ke alamat konsumen.

Sebagai seorang reseller, ada baiknya Anda perlu mengenali kekurangan dan kelebihan dari banyak supplier yang ada.

Dengan mengkombinasikan kekurangan dan kelebihan tersebut, Anda diharapkan dapat melakukan pembelian secara efisien, sehingga bisa mendapatkan keuntungan secara maksimal.

Reseller juga perlu mengetahui cara untuk melakukan pemasaran secara luas agar profit dapat terus ditingkatkan.

Cara Memulai Bisnis Reseller

pengertian reseller
google images

Untuk memulai bisnis dengan cara reseller, Anda perlu memutuskan dengan matang tentang produk apa yang ingin dijual. Pertimbangkan hal ini dengan mengamati keinginan pasar dan juga preferensi Anda sendiri. 

Para pelaku bisnis reseller pada umumnya memilih barang yang rutin digunakan oleh masyarakat dengan umur barang yang relatif singkat. Sehingga konsumen akan sering melakukan pemesanan ulang.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan modal dan ruang untuk menyimpan barang. Untuk pelaku bisnis reseller, modal dan gudang penyimpanan amatlah penting.  Reseller juga harus memperhatikan dan tahu cara menyimpan produknya dengan baik. 

Setelah itu, penjual harus mencari supplier atau produsen yang dapat dipercaya. Salah satu kunci keberhasilan sebagai reseller adalah mendapatkan produk yang berkualitas.

Setelah menemukan supplier, langkah selanjutnya adalah memasarkan produk. Di zaman sekarang, media sosial adalah salah satu cara yang paling mudah dan paling efektif untuk melakukan marketing

Sebagai reseller, Anda memang diharuskan untuk tahu bagaimana memanfaatkan internet sebagai salah satu media untuk promosi bisnis.

Hal terakhir yang harus dilakukan adalah membangun hubungan yang baik dengan konsumen. Bagi semua pelaku bisnis, interaksi yang baik dengan konsumen adalah suatu kewajiban. 

Konsumen yang merasa terpuaskan dengan pelayanan Anda, pasti akan melakukan pemesanan ulang. Bahkan, bisa jadi mereka akan ikut mempromosikan bisnis Anda kepada teman-temannya.

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Reseller

Kelebihan menjadi reseller adalah penjual dapat memastikan kualitas produk. Sebagai penjual dengan sistem daring, kualitas merupakan segalanya agar konsumen dapat merasa puas dan melakukan repeat order

Dengan stok barang yang dimiliki, penjual dapat melakukan pengaturan sesuai dengan kebutuhan sehingga bisnis dapat lebih mudah untuk berkembang. 

Penjual dapat melakukan branding sesuai keinginannya. Penjual juga dapat melakukan promosi pada produk sesuai kebutuhannya sendiri. Selain itu, penjual dengan sistem reseller dapat memaksimalkan keuntungan dari produk yang dijual. 

Sedangkan, kekurangan dari sistem reseller adalah penjual memerlukan modal yang cukup besar untuk memulai bisnisnya. Risiko yang ditanggung pihak reseller juga cukup besar apabila ada kerusakan atau barang yang tidak laku.

Penjual juga harus menyiapkan ruang untuk menyimpan stok barang. Meski terkesan sepele, namun menyediakan gudang penyimpanan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Penjual melakukan semua kegiatan sendiri mulai dari mencari konsumen, melakukan pengemasan, mengirimkan barang, hingga menerima komplain dari konsumen.

Perbedaan Dropship dan Reseller

pixabay.com

Berikut ini merupakan perbedaan sistem dropship dan reseller.

1. Cara Kerja

Reseller menjadikan pelaku bisnis mirip dengan pedagang. Mereka diharuskan untuk membeli sejumlah barang dari produsen sebelum menjualnya ke konsumen. 

Sedangkan dropshipper memiliki cara kerja dengan menawarkan barang kepada konsumen terlebih dahulu, setelah itu pemesanan tersebut akan diteruskan kepada supplier atau produsen. 

2. Modal

Sistem reseller membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan dengan dropshipper. Meski begitu, dropshipper juga memiliki biaya operasional tersendiri, bukannya gratis sama sekali. Biaya operasional tersebut mencakup pulsa, paket data, dan keahlian marketing.

3. Profit

Sistem reseller memiliki potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan sistem dropshipper. Sebagai seorang reseller, ia bisa  mencari barang dengan harga termurah lalu mengatur harga jual sesuai dengan keinginan hatinya. 

Sedangkan, dropshipper tentu tidak dapat melakukan hal seperti ini karena dropshipper hanya bertugas sebagai pihak yang melakukan pemasaran. Sehingga, pengaturan harga dilakukan oleh pihak produsen.

4. Risiko

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa reseller memiliki resiko yang besar karena kerusakan barang dan produk tak laku akan menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Meskipun menjadi reseller terlihat lebih berisiko, nyatanya ada juga kekurangan dari sistem dropshipper. Sebagai seorang marketing yang tidak bisa melakukan kontrol terhadap barang, ada kalanya stok barang tidak tersedia di supplier.

Jika barang yang diinginkan konsumen tidak tersedia, maka Anda tidak akan  mendapat pemasukan.


Demikian tulisan singkat tentang apa itu dropship dropshipper dan reseller dan cara kerjanya beserta dengan hal-hal lainnya. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *