PENGERTIAN HARDISK: Fungsi, Komponen dan Jenis Jenis Hardisk

Pengertian Hardisk – Penggunaan komputer dan laptop di era modern merupakan suatu hal yang lumrah. Orang-orang menggunakan peralatan ini untuk bermacam keperluan, seperti bermain game, bekerja, dan masih banyak lagi.

Berbicara mengenai komputer, peralatan ini terdiri dari banyak komponen dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Sebagai contohnya, ada cakram keras atau biasa disebut hardisk.

Nama lainnya adalah hard drive dan ini biasa disingkat menjadi HD. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas tentang apa itu hardisk? mulai dari pengertian hardisk, fungsi, komponen dan jenis-jenis hardisk.

Pengertian Hardisk

pengertian hardisk
pixabay.com

Pengertian Hardisk adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan data pada komputer. Semua data yang ada dalam komputer baik itu dokumen, gambar, data sistem, OS, aplikasi akan tersimpan dalam perangkat ini.

Hard Disk Drive (HDD) atau biasa kita sebut hardisk menyediakan ruang khusus untuk menyimpan dan membaca data. Perangkat ini bersifat non-volatile memory yang berarti data yang kita simpan tidak akan hilang meskipun komputer dimatikan.

Ini berbeda dengan Penyimpanan Ram dalam komputer, dimana semua data yang tersimpan sementara pada Ram akan hilang ketika komputer dalam kondisi off.

Hardisk pertama kali dikomersilkan pada tahun 1956 oleh Perusahaan IBM dan langsung diterima masyarakat. Alhasil, hardisk menjadi sebuah media standar penyimpanan pada komputer. Hingga saat ini, orang-orang menggunakannya di server maupun PC.

Fungsi Hardisk

pixabay.com

Peran atau fungsi HD amat banyak pada sebuah komputer. Berikut beberapa fungsi pokok dari perangkat keras tersebut;

1. Menyimpan File Dalam Bermacam Format

Fungsi utama sebuah harddisk adalah untuk menyimpan file milik pengguna atau user. Peran vital tersebut dibarengi dengan kemampuannya menampung file dalam bermacam format atau jenis.

Umumnya, para pengguna akan menyimpan file berbasis doc, mkv, mp3, dan dokumen-dokumen virtual lainnya. Karena pentingnya fungsi penyimpanan ini, HD seolah menjadi nyawa para pengguna komputer.

2. Sebagai Space Menyimpan Data

Hampir semua orang paham dengan fungsi umum dari hardisk ini, yaitu untuk menyimpan database. Apa itu basis data? Ini merupakan elemen utama dalam sistem komputer.

Database disimpan pada HD di komputer dan menjadi pusat akses data bagi user atau client lain. Ini menjadi alasan kenapa basis data disimpan hanya di hardisk sebuah komputer yang menjadi server.

3. Menyimpan Data Bagi Aplikasi dan Software

Para pengguna komputer sering menambahkan atau menginstal software dan aplikasi pendukung. Nah, HD juga berfungsi sebagai media penyimpanan file atau data yang berasal dari aplikasi-aplikasi tadi.

Perlu Anda perhatikan, sebuah hardisk harus memiliki kapasitas cukup besar untuk menampung perangkat lunak dan aplikasi yang berat. Kuantitas dari aplikasi yang terpasang juga akan berpengaruh.

4. Sarana Back-up

Beberapa orang memanfaatkan HD sebagai media bantuan penyimpanan file-file penting. Artinya, Anda dapat menduplikasi dokumen dan data penting Anda serta menyimpannya pada banyak tempat termasuk HD.

Ini dilakukan untuk mencegah kehilangan file penting, terutama bagi mereka yang bekerja menggunakan komputer.

5. Menyimpan Data dari Operasi Sistem

Sebuah operasi sistem seperti Windows atau lainnya membutuhkan space cukup besar untuk meletakkan file dan data setelah terpasang. Tanpa sebuah hardisk, maka OS takkan berjalan normal di komputer.

Komponen Hardisk

pixabay.com

Sebuah HD tentu memiliki beberapa komponen penting dan semua bekerja bersama supaya berfungsi denngan baik.

1. Dudukan

Nama lain komponen ini adalah chassis. Fungsinya adalah sebagai wadah atau tempat dari komponen dan bagian lainnya dirakit. Semua bagian tadi dirangkai menjadi satu unit sehingga dapat berfungsi dengan normal.

2. Saringan

Sesuai dengan namanya, saringan atau filter menjadi sebuah komponen yang bertugas untuk menyaring udara di dalam space hardisk. Tujuannya adalah untuk mencegah debu supaya tidak mengganggu kinerja.

3. Piringan

Nama lain dari komponen ini adalah platter. Piringan HD berbentuk seperti sebuah piring tipis dan memiliki lapisan bermedan magnet. Dengan fitur ini, piringan mampu menyimpan file atau data. Ada beberapa komponen sekunder di dalamnya. Ini termasuk cluster, track, sector, dan cylinder.

4. Motor Servo

Sebuah motor drive merupakan komponen penting pada sebuah HD. Fungsinya adalah untuk menggerakkan piringan pada poros yang tersedia. Komponen tersebut juga berfungsi untuk mengatur kecepatan putaran.

Kecepatan pada piringan hardidisk tersebut diberi nama rpm atau rotasi per menit.

5. Tungkai

Nama resmi komponen ini adalah access arm. Fungsinya adalah memegang dan menggerakkan komponen read write head ke seluruh permukaan piringan atau platter.

6. Kepala Baca

Read-write head merupakan komponen atau sebuah mekanisme yang berfungsi untuk menulis dan membaca data dari atau ke platter. Ini juga berguna untuk mengubah sinyal magnetic menjadi sinyal digit.

7. Aktuator

Di dalam sebuah hardisk, Anda akan menemukan magnet buatan dan magnet permanen. Keduanya berfungsi untuk mengatur speed atau kecepatan pergerakan kepala baca saat menulis maupun membaca.

8. Pengatur Kepala

Sebuah head controller pada HD berfungsi untuk mengendalikan kepala supaya dapat membaca dan menulis data secara baik. Fungsi lain adalah memperkuat sinyal yang diterima maupun diberi oleh kepala tersebut.

9. Komponen Papan

Sebuah board pada hardisk merupakan sebuah sirkuit elektronik dan berfungsi untuk mengatur kinerja HD. Selain itu, komponen ini berfungsi memeriksa atau mendeteksi konfigurasi yang berjalan.

Sistem ini juga memiliki tugas untuk mengatur keluar masuknya atau lalu lintas data dari atau ke motherboard komputer.

10. Pengatur Disk

Sebuah komponen bernama disc controller berfungsi untuk mengontrol semua elemen yang ada di HD. Selain itu, ini berguna sebagai penghubung antar elemen yang berada di dalam disk.

Jenis Jenis Hardisk

Informasi berikutnya berkaitan dengan jenis-jenis HD yang dapat Anda temukan di luar sana.

pixabay.com

1. HD Konvensional

Tipe paling umum adalah hardisk konvensional. Anda dapat menemukannya di pasaran dengan bermacam ukuran. Ada sebuah piringan cakram yang berfungsi untuk menyimpan data di dalamnya.

Kelemahan paling signifikan adalah daya tahan atau durabilitas. Ini disebabkan karena komponen utama akan berputar ketika menyalin dan membaca sebuah data.

Kabar baiknya, Anda dapat mengurangi kerentanan kerusakan tersebut dengan suatu tip. Gunakanlah secara wajar!

Dari segi kelebihan, HD konvensional cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan tipe lain. Selain itu, Anda dapat memperolehnya secara mudah di pasaran.

Produk ini juga datang dengan merek dan kapasitas yang beragam. Artinya, Anda bisa membeli sesuai dengan kebutuhan.

2. Solid State Drive (SSD)

Jenis hardisk kedua yang populer digunakan oleh masyarakat luas adalah SSD atau solid state drive. Dari segi konstruksi atau komponen, tipe ini tidak menggunakan piringan atau cakram untuk kinerjanya.

Lalu, teknologi apa yang digunakan? Pada HD SSD, ada sebuah chip yang berfungsi sebagai space penyimpanan. Dari segi fungsi, sistem penyimpanan tersebut mirip dengan yang dimiliki USB flash drive.

Dari sisi popularitas, SSD dianggap lebih diminati oleh konsumen. Ada banyak alasan kenapa tipe ini menjadi amat populer di pasaran. Salah satu keunggulannya adalah tidak adanya putaran cakram.

Alhasil, kinerja tidak bising dan mengganggu pengguna. Selain itu, performa dalam menyalin dan membaca data lebih stabil dibandingkan tipe lain.

Dari segi kecepatan membaca, kinerja HD SSD lebih juga lebih cepat. Ini menjadi alasan kenapa proses booting dan startup dapat berjalan mulus dan cepat.

Lalu apa lagi keunggulan hardisk jenis ini? Banyak orang memilihnya karena faktor durabilitas. HD ini lebih tahan lama dan mampu menahan getaran atau gangguan lainnya.


Suatu hal aneh bila ada orang modern yang tidak pernah mendengar istilah hardisk. Meski demikian, tidak semua orang paham secara mendetail tentang perangkat keras komputer ini.

Setelah membaca beberapa informasi di artikel ini, semoga Anda bisa mengenal lebih jauh tentang hardware komputer yang ada di rumah Anda. Dengan demikian, Anda sudah punya referensi sebelum membeli baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *