PENCEMARAN UDARA : Pengertian, Penyebab, Dampak & Contohnya

Pencemaran udara adalah adanya subtansi fisik, kimia ataupun biologi di atmosfer yang bila jumlahnya banyak maka dapat membahayakan kesehatan dan keberlangsungan makhluk hidup di bumi.

Pencemaran udara bisa berasal dari sumber alami seperti gunung berapi atau kebakaran hutan. ataupun aktivitas manusia seperti asap alat transportasi, asap industri dan sebagainya.

Pencemaran udara sendiri terbagi kedalam 2 hal yaitu :

1. Pencemaran Udara Primer

Merupakan pencemaran udara yang mana berasal dari sumber utamanya yang menyebabkan udara menjadi tercemar.

Contoh : zat karbon monoksida

2. Pencemaran Udara Sekunder

Merupakan pencemaran udara yang terbentuk atau berasal dari reaksi yang ditimbulkan oleh pencemaran primer pada atmosfer.

Contoh : penipisan lapisan ozon

 

Penyebab Terjadinya Pencemaran Udara

pixabay.com

Penyebab terjadinya pencemaran udara dipicu berdasarkan sumber atau asal dari penyebabnya yaitu :

1. Faktor Alami

Pencemaran udara yang pertama disebabkan oleh faktor yang alami, misalnya :

  • Kebakaran hutan
  • Asap letusan gunung berapi

2. Faktor Manusia

Kemudian untuk faktor yang kedua disebabkan oleh faktor manusia, yaitu :

  • Asap kendaraan
  • Asap pabrik
  • Limbah rumah tangga

Apapun penyebabnya, sebenarnya pencemaran terhadap udara ini sangatlah berbahaya. Oleh sebab itu sangat disarankan untuk segera mengatasi dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah agar tidak semakin berkelanjutan.

Apalagi pencemaran udara terjadi di hampir seluruh dunia. Sehingga pentingnya kesadaran untuk menjaga kebersihan udara sangat penting untuk diterapkan di setiap lapisan masyarakat.

 

Dampak Pencemaran Udara

pixabay.com

Setiap hal yang terjadi tentunya memiliki dampak atau efek negatif yang terjadi. Begitu pula dengan pencemaran udara yang mana sangat berdampak buruk bagi banyak hal.

1. Berdampak Bagi Kesehatan

Dampak buruk pertama yang bisa ditimbulkan oleh pencemaran udara adalah terhadap kesehatan. Kebanyakan polusi udara ini dipicu oleh asap kendaraan yang mana bisa berasal dari kualitas bahan bakar yang buruk maupun perawatan kendaraan yang tidak baik sehingga menimbulkan polusi.

Efek dari asap kendaraan ini umumnya dapat memicu penyakit paru – paru. Bahkan tidak sedikit survey WHO yang menyatakan bahwa banyak sekali kasus kematian yang ditimbulkan oleh penyakit paru – paru ini.

2. Dampak Terhadap Pertanian

Seperti yang diungkapkan diatas bahwa pencemaran udara berdampak pada lingkungan seperti tumbuhan, dimana salah satunya berdampak pada sektor pertanian. Udara yang tercemar pada proses fotosintesis tumbuhan sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen akibat tanaman mengalami masalah dalam pertumbuhannya.

3. Pemanasan Global

Anda pasti sudah pernah mendengar tentang efek rumah kaca. Sebenarnya istilah ini diartikan sebagai radiasi sinar matahari yang terperangkap di dalam troposfer sehingga memicu adanya pemanasan global atau global warming.

4. Terjadinya Kerusakan Pada Lapisan Ozon

Sudah bukan rahasia umum lagi jika bumi memang mengalami peningkatan suhu dimana suhu bumi terasa semakin panas. Tak hanya manusia saja yang merasakan dampaknya, bahkan tumbuhan juga mengalami banyak kerusakan. Hal ini juga berdampak besar pada iklim dimana iklim mengalami perubahan yang tidak bisa diprediksi.

Hal tersebut dipicu oleh lapisan ozon yang mengalami kerusakan. Lapisan ozon berfungsi untuk memfilter sinar UV sebelum sampai ke bumi. Namun adanya kerusakan pada lapisan ozon tersebut, akhirnya sinar matahari tidak dapat tersaring dengan baik sehingga suhu panas bumi kian meningkat.

Sebenarnya banyak sekali dampak yang terjadi akibat pencemaran udara ini, seperti dampak pada ekonomi, pendidikan, sosial dan lain sebagainya. Sehingga sudah bisa disimpulkan bahwa efek yang ditimbulkan oleh adanya pencemaran terhadap udara ini sangatlah kompleks.

 

Contoh Pencemaran Udara

pixabay.com

Sebenarnya ada banyak sekali contoh – contoh hal yang termasuk kedalam pencemaran udara. Namun hal paling sering dan umum terjadi dalam kehidupan manusia ada beberapa hal, misalnya :

1. Asap Kendaraan

Hal utama yang cukup umum dan bisa dikatakan sebagai penyumbang terhadap pencemaran udara adalah akibat asap kendaraan. Polusi udara ini berasal dari asap kendaraan baik itu sepeda motor maupun mobil.

Apalagi makin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga hal inilah yang memicu mengapa asap kendaraan menjadi penyumbang pencemaran udara terbesar.

2. Asap Pabrik

Sudah banyak kasus bahwa limbah pabrik atau emisi pabrik juga menjadi salah satu faktor yang dapat mencemari udara. Sehingga hal ini perlu adanya upaya untuk mencegah atau mensiasati agar keberadaan pabrik – pabrik tidak mengganggu kualitas udara yang tentunya sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia serta kelangsungan hidup masa depan.

3. Kebakaran Hutan

Adanya kebakaran hutan yang sering terjadi menimbulkan asap tebal yang tak hanya menghalangi pandangan namun juga memicu polusi udara yang tentu saja berdampak buruk bagi kualitas udara. Akibatnya kesehatan manusia yang menjadi imbasnya.

4. Letusan Gunung Berapi

Gunung berapi yang meletus memang fenomena alam yang tidak bisa dikendalikan. Namun yang perlu diketahui adalah bahwa ternyata efek dari letusan gunung berapi ini juga menjadi salah satu penyebab udara menjadi tercemar.

 

Cara Menanggulangi Pencemaran Udara

Dari beberapa penjelasan yang telah disampaikan diatas maka kesimpulannya adalah bahwa pencemaran udara ini harus segera ditanggulangi. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi udara yang agar tidak tercemar, misalnya :

  • Menerapkan kebiasaan hemat daya listrik dengan menghemat sumber listrik.
  • Memanfaatkan segala sesuatu sebagai sumber energi yang lebih bersifat ramah lingkungan.
  • Menekan angka penggunaan kendaraan pribadi dan membudayakan untuk menggunakan angkutan umum.
  • Menyiasati limbah pabrik agar tidak mencemari kualitas udara.
  • Meminimalisir adanya kebakaran hutan.

Beberapa langkah diatas merupakan solusi efektif yang bisa diterapkan guna menekan angka pencemaran udara. Jika seluruh lapisan masyarakat memiliki tingkat kesadaran yang sama, maka bukan tidak mungkin bahwa hal ini bisa mencegah agar udara tidak semakin tercemar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *