Jual Bibit Buah Tin Murah | 082315549295 | Jenis Lengkap & Bergaransi

By | Juni 22, 2019

Jual Bibit Buah Tin – Buah tin memiliki tampilan unik, kaya nutrisi serta serat, dan bisa diolah menjadi berbagai produk lezat berkualitas.

Buah ara alias tin mungkin belum sepopuler jeruk atau apel. Akan tetapi, buah tin memiliki berbagai manfaat di balik penampilan uniknya. Buah ini juga lezat dan bisa diolah menjadi berbagai produk. Berikut informasi tentang buah tin dan mengapa Anda harus mencobanya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang apa itu buah tin, jenis-jenisnya dan juga manfaat yang dimilikinya. Mari simak artikel berikut ini.

Apa Itu Buah Tin?

jual bibit buah tin

pixabay.com

Buah tin berasal dari pohon ara (fig), spesies pohon tropis dari genus Ficus yang banyak tumbuh di daerah panas. Pohon ara banyak tumbuh di Asia Barat, Eropa Mediterania, hingga area di sekitar Laut Tengah. Pohon ara termasuk tanaman yang hijau sepanjang tahun, dan daun-daunnya tidak rontok saat musim gugur.

Buah tin memiliki bentuk mirip lonceng, dengan bagian dalam yang terdiri dari bakal “bunga” kecil. Kulitnya yang hijau atau keunguan kontras dengan isi berwarna merah yang “berbintik” putih. Terdapat lubang kecil di bagian ujung buah sebagai sarana penyerbukan oleh sejenis tawon kecil.

Buah tin merupakan salah satu sumber makanan penting bagi berbagai spesies di sekitarnya. Hewan yang memakan buah ini antara lain kelelawar, monyet, serta berbagai burung tropis. Tin juga berkerabat dengan pohon-pohon yang banyak terdapat di Indonesia, seperti beringin, benying, uyah-uyahan, dan tabat Barito.

Kontak WA/SMS/TELPON

(Hilman Abdul Fatah)

Jenis-Jenis Buah Tin

jual bibit buah tin

pixabay.com

Buah tin biasa (common fig) adalah jenis yang paling umum dijual di seluruh dunia. Jenis ini sengaja dikembangbiakkan agar mudah tumbuh dan tahan lama. Buah tin biasa tidak membutuhkan keberadaan pohon lain agar bisa berkembang biak. Bagian ujung buahnya juga tidak berlubang, sehingga air tidak mudah masuk dan membuat buah tidak mudah busuk.

Banyaknya permintaan membuat petani buah berkreasi untuk menciptakan berbagai varietas. Berikut 12 jenis buah tin yang telah dibudidayakan untuk konsumsi.

1. Brown Turkey

Brown Turkey adalah jenis buah tin dari Turki, dan terkenal dengan rasanya yang sangat manis. Namanya merujuk ke kulit buah yang condong ke cokelat, tetapi ada juga yang berwarna merah keunguan. Bagian dalamnya merah muda dan sangat manis. Brown Turkey sangat mudah tumbuh, bahkan menjadi spesies pengganggu di beberapa wilayah Mediterania.

2. Green Jordan

Green Jordan berasal dari Yordania, dan merupakan salah satu favorit untuk budidaya di negara tropis. Kulit buahnya hijau dengan bagian dalam buah yang berwarna merah gelap dan sangat manis. Buah ini berukuran sedang, dengan berat antara 40 hingga 60 gram. Pemilik kebun pemula bisa memilih pohon Green Jordan, karena jenis ini mudah tumbuh.

3. Purple Jordan

Purple Jordan juga jenis populer untuk budidaya di Indonesia. Purple Jordan berukuran lebih besar dari Green Jordan, dengan berat yang mencapai 60 hingga 70 gram. Bagian dalam buah ini sedikit pucat, namun rasanya cukup manis.

4. Conadria

Conadria adalah buah tin dengan rasa sangat manis, cocok untuk diolah sebagai jus dan manisan. Conadria banyak tumbuh di Amerika Serikat, tetapi ada juga yang dibudidayakan di Australia. Conadria berkulit hijau dengan bagian dalam merah pekat. Conadria cocok untuk ditanam di Indonesia.

5. Khurtmani

Khurtmani adalah buah tin asal Israel yang berkulit ungu kemerahan atau ungu gelap. Buahnya cukup besar, dengan berat antara 70 hingga 80 gram. Ukuran besar dan rasa sangat manis membuat ara khurtmani cocok untuk jus. Khurtmani cocok untuk ditanam di Indonesia.

6. Abicou

Abicou adalah jenis tin dari Prancis. Buahnya manis dan memiliki kulit ungu gelap, mirip terung. Abicou kecil memiliki berat antara 40 hingga 50 gram, tetapi jenis besar dapat mencapai berat sekitar 60 gram. Anda dapat membudidayakan Abicou mini dalam pot untuk menghiasi pekarangan.

7. Panache Tiger

Panache Tiger memiliki buah berukuran sedang dengan kulit bergaris-garis kuning-hijau. Bagian dalam buahnya berwarna merah mirip stroberi. Kandungan airnya lebih sedikit dibanding buah tin umumnya, tetapi rasanya sangat manis. Tampilan unik Panache Tiger membuatnya cocok untuk hiasan.

8. Black Ischia

Black Ischia adalah buah tin yang berasal dari Italia. Buahnya berukuran sedang dengan bera antara 40 hingga 50 gram. Kulitnya berwarna ungu gelap dengan bagian dalam merah gelap. Buah tin ini tidak mudah pecah dan rasanya cukup manis. Black Ischia cocok untuk ditanam di Indonesia, tetapi membutuhkan perhatian ekstra.

9. Tena

Tena adalah buah tin kecil dari Prancis dan Italia. Kulitnya hijau kekuningan hingga kuning cerah, dan bagian dalamnya merah pekat. Buahnya bisa mengering di pohon, tetapi rasanya sangat manis sehingga cocok sebagai bahan produk olahan seperti manisan.

10. Grise de Saint Jean

Grise de Saint Jean adalah buah tin besar dari Prancis. Buah ini mendapat namanya dari semburat kelabu (grise) di permukaan kulitnya yang hijau kekuningan. Bagian dalamnya condong ke merah muda, dengan rasa cukup manis.

11. Noire de Bellone

Noire de Bellone adalah buah tin langka asal Asia Minor dan Persia, tetapi kini dibudidayakan di Prancis. Buahnya berkulit hitam kebiruan dengan warna merah pekat. Rasanya sangat manis sehingga cocok dimakan segar atau dijadikan selai dan jus. Buahnya berukuran medium dengan berat antara 50 hingga 60 gram.

12. Noire de Caromb

Noire de Caromb berasal dari Pegunungan Alpen, dan terkenal tahan udara dingin. Ukurannya relatif kecil dengan kulit ungu gelap yang keras. Bagian dalamnya merah muda dan sangat manis. Pohon ara jenis ini populer dalam kontes kebun di Prancis, dan cocok dijadikan tanaman hias.

Kontak WA/SMS/TELPON

(Hilman Abdul Fatah)

 

Manfaat dan Khasiat Buah Tin

pixabay.com

Buah tin mengandung berbagai nutrisi seperti serat, vitamin, dan kalsium. Berikut berbagai manfaat yang bisa Anda peroleh dari mengonsumsinya.

1. Menjaga/mengurangi berat badan

Tambahkan buah tin ke dalam makanan sehari-hari jika Anda sedang berusaha menurunkan atau menjaga berat badan. Satu buah tin besar mengandung 47 kalori dan hampir tanpa lemak. Buah ini juga kaya serat yang mengenyangkan, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan.

2. Menjaga kesehatan pencernaan

Kandungan serat serta air dalam buah tin menjaga pencernaan tetap sehat. Memakan buah tin secara teratur juga bagus untuk mengurangi risiko sembelit. Pencernaan sehat akan menghindarkan Anda dari penyakit seperti wasir dan kanker usus besar.

3. Menjaga kesehatan tulang

Buah tin kaya akan kalsium dan fosfor yang bagus untuk mengurangi risiko tulang keropos. Fosfor juga memperkuat formasi tulang serta mempercepat regenerasi jika Anda mengalami keretakan tulang, misalnya.

4. Menjaga kesehatan jantung

Sebagai buah berwarna merah, tin kaya akan polifenol, antioksidan yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Polifenol juga membantu menjaga kelenturan dan kesehatan pembuluh darah, sehingga menghindarkan Anda dari stroke dan penyakit kardiovaskular lain.

5. Mengurangi risiko hipertensi

Tekanan darah tinggi merupakan hasil reaksi tubuh terhadap asupan garam. Ketika garam menumpuk, ginjal bereaksi dengan meningkatkan kadar cairan tubuh untuk menyeimbangkannya. Semakin banyak kadar cairan, semakin tinggi tekanan darah. Potasium menjaga tekanan darah Anda dengan mengurangi efek negatif garam.

6. Mengurangi risiko diabetes

Serat dalam buah tin adalah sumber nutrisi yang bagus untuk penderita diabetes. Potasium dalam buah tin juga membantu mengurangi penyerapan gula setelah makan, sehingga mengurangi risiko diabetes. Akan tetapi, Anda tetap harus berhati-hati dengan kandungan gula alami dalam tin, terutama dari jenis-jenis yang terkenal manis.

7. Menjaga daya tahan tubuh

Kandungan vitamin A dan C, zat besi, serta polifenol dalam tin mampu menjaga daya tahan tubuh. Cocok untuk penderita sakit kronis atau orang yang sering sakit karena stres dan kelelahan.

Studi oleh Prof. Guillemin G. J, pakar neurosains dari Macquarie University, menunjukkan bahwa buah tin mampu mengurangi risiko Alzheimer. Nutrisi dalam buah tin mengurangi ekskresi molekul yang menimbulkan penyakit syaraf, termasuk Alzheimer.

Kontak WA/SMS/TELPON

(Hilman Abdul Fatah)

Jenis-Jenis Olahan Buah Tin

jenis olahan buah tin

pixabay.com

Nutrisi, warna merah, serta rasa manis alami buah tin membuatnya cocok sebagai bahan berbagai produk olahan. Kecamatan seperti Tawangmangu bahkan sudah menjadi produsen hasil olahan tin, bukan hanya budidaya buah segarnya. Berikut beberapa olahan buah tin populer.

1. Tin kering

Proses pengeringan adalah cara populer untuk mengolah buah tin. Buah kering lebih tahan lama dan tidak mudah busuk, tetapi rasa khas buahnya masih ada. Anda bisa memakannya langsung sebagai makanan ringan, atau mencampurkannya ke sereal, puding, yogurt, dan es krim.

2. Jus tin

Rasa manis dan kandungan air buah tin membuatnya cocok dijadikan jus. Anda bisa membuat jus dari tin segar dengan cara memblender dan menyaringnya. Ada juga jus konsentrat yang lebih cair dan biasanya berwarna merah.

3. Sirup tin

Sirup tin lebih kental dari jus konsentrat, dan mengandung lebih banyak gula. Sirup tin bisa diminum langsung dengan dicampur air, atau dijadikan salah satu bahan pembuatan hidangan manis.

4. Manisan tin

Manisan tin populer untuk buah ukuran kecil atau yang kurang ideal untuk dijual segar. Pembuatan manisan yang melibatkan proses perendaman dalam gula menjadikannya makanan ringan yang cukup tahan lama. Anda bisa membeli manisan tin atau membuatnya sendiri dengan bahan sederhana.

5. Selai tin

Selai tin masih kalah populer dibanding stroberi atau nanas, tetapi rasa manis alaminya cocok dengan roti. Selai tin bisa dicampur dengan lemon, jeruk nipis, atau kayu manis untuk menambah rasanya.

Selain buah, daun tin juga bisa diolah menjadi produk makanan. Teh daun tin dipercaya mampu mengurangi risiko diabetes serta melancarkan pencernaan. Daun tin juga mulai diolah sebagai keripik, mirip produk populer di Indonesia seperti keripik daun singkong dan bayam.

Kontak WA/SMS/TELPON

(Hilman Abdul Fatah)

Cara Memilih dan Menyimpan Buah Tin

pixabay.com

Buah tin biasanya dipanen antara bulan Juni hingga Oktober, dan mereka terkenal tidak tahan lama. Tin tidak bisa matang sendiri setelah dipetik, sehingga petani harus menunggu mereka matang sempurna sebelum memanennya.

Kualitas buah ini biasanya mulai menurun seminggu setelah panen, sebelum akhirnya membusuk. Pastikan Anda tahu ciri-ciri tin yang masih bagus, dan konsumsi segera setelah membeli.

Fig yang berkualitas memiliki kulit halus dan mulus, tidak pecah, retak, atau bernoda. Buahnya harus terasa sedikit lunak ketika diremas, tetapi tidak hancur atau terlalu lembek. Anda juga bisa mencoba mengendus buah yang masih utuh.

Jika ada aroma sedikit asam, buah tersebut sudah mulai berfermentasi dan akan segera busuk. Buah tin yang sudah tidak bagus biasanya mulai kehilangan bentuk bundarnya, karena bagian dalamnya melunak.

Konsumsi atau olah buah tin segera setelah Anda membelinya. Simpan tin di lemari es, atau bungkus dengan plastik gelap dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Jika tidak segera dimakan, potong-potong atau kupas tin, simpan di wadah kedap udara, dan letakkan di lemari es.

Cara Merawat Pohon Tin

jual pohon buah tin

pixabay.com

Penggemar berkebun bisa menanam tin di pekarangan jika ingin selalu menikmati buah tin. Bibit tin banyak tersedia dalam bentuk tunas, sehingga Anda bisa langsung menanamnya. Pilih tunas dengan daun lebar dan segar, tanpa bercak.

Pastikan batang bibit sedikit lebih tebal dari pensil. Ukuran ini menandakan calon pohon yang sehat dan mampu menopang buah-buah yang subur.

Pohon tin menyukai iklim hangat, sehingga Anda harus menyesuaikan perawatan dengan kondisi yang disukai tanaman ini. Berikut beberapa tips perawatan pohon tin:

1. Pilih lokasi yang selalu terkena sinar matahari

Pastikan lokasi penanaman pohon tin mendapat cahaya matahari yang cukup. Hindari juga menanam atau memasang struktur yang bisa menghalangi cahaya matahari.

2. Jaga tanah agar sedikit kering

Pohon tin menyukai tanah subur, tetapi tidak terlalu basah. Anda hanya perlu menyiram pohon tin setiap beberapa hari sekali. Tunggu hingga tanah di sekitarnya mengering sebelum melakukan penyiraman. Hindari menyiram pohon jika musim hujan tiba.

3. Gunakan pupuk yang tepat

Pohon tin yang baru ditanam menyukai pupuk daun. Anda bisa memupuknya setiap dua minggu hingga sebulan sekali. Ganti pupuk daun dengan pupuk kandang atau kompos setelah dua tahun sejak Anda menanam pohon.

4. Perhatikan kondisi daun

Kondisi daun menentukan tingkat kesuburan pohon tin Anda. Periksa dedaunannya secara berkala. Singkirkan daun yang menguning atau memiliki bercak dan kekurangan lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi penyakit yang bisa menyebar dari daun.

5. Hindarkan pohon dari hama

Hama penggerek batang adalah masalah umum bagi petani buah tin. Gunakan obat tanaman yang bisa disuntikkan ke batang untuk menghindarinya. Anda juga bisa menambahkan produk nutrisi khusus untuk menguatkan batang dan akar tanaman.

Anda bisa menanam bibit tin di dalam pot. Akan tetapi, ketika pohon sudah mencapai ketinggian sekitar 2,5 meter, pindahkan ke lahan biasa (olah tanah dengan cangkul dan kompos sebelum menanam pohon). Pastikan Anda sudah menyiapkan lahan yang ideal bahkan sebelum membeli bibit tin dalam media tanam. Tin biasanya sudah siap panen saat berusia 4 hingga 5 tahun.

Tin, Buah Manis Penuh Manfaat

pixabay.com

Tin mungkin lebih jarang dikonsumsi dibandingkan jeruk, apel, atau mangga, namun buah ini memiliki banyak manfaat. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi membuat tin cocok untuk mengurangi risiko berbagai penyakit. Buahnya yang merah dan manis tidak hanya enak dimakan langsung, tetapi juga cocok dikeringkan, dibuat selai, dan dijus.

Jika Anda gemar menjaga kesehatan dengan makan buah, cobalah menambahkan tin ke dalam menu harian. Selain bisa mencicipi citarasa buah yang unik, Anda juga akan mendapat banyak manfaat kesehatan. Jangan lupa mencoba berbagai produk olahan buah tin yang lezat dan bergizi.

Kontak WA/SMS/TELPON

(Hilman Abdul Fatah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *