PENGERTIAN RESENSI: Manfaat, Struktur, Unsur & Contoh Teks Resensi

Pengertian Resensi – Pernahkah Anda mendengar kata resensi? Mungkin bila Anda merupakan penikmat buku, film, atau drama, kata ini sudah tidak asing lagi. Resensi sering ditemukan baik di media cetak maupun media daring (online).

Resensi biasanya akan menjadi bacaan wajib bagi para penikmat karya, baik berupa buku maupun karya lain untuk menggali informasi mengenai karya tersebut.

Umumnya, resensi dibuat agar orang semakin tertarik terhadap sebuah karya yang baru dikeluarkan, terutama dalam bidang karya tulis.

Pengertian Resensi

pengertian resensi
pixabay.com

Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere, revidere yang berarti mengulas kembali atau melihat kembali.

Dalam KBBI, resensi mempunyai arti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau disebut ulasan buku. Ini memang benar mengingat lebih banyak resensi tentang buku dibanding karya lain.

Menurut Aina Prihantini, S.Hum. Resensi adalah tulisan mengenai pandangan perisensi terhadap bhuku yang dibuat dengan tujuan untuk mengulas, menilai, menganalisis, mengkritisi, ataupun mengapresiasi sebuah buku secara keseluruhan.

Akan tetapi, resensi tidak hanya berkutat pada buku saja. Resensi juga dapat menyasar karya lain seperti hasil kesenian, kesusastraan, bahkan film. Isinya pun bermacam-macam mulai dari gambaran karya, pujian, maupun kritikan terhadap karya yang diresensi.

Jadi, dapat dikatakan bahwa resensi merupakan kegiatan menilai atau pun membahas isi yang terdapat dalam sebuah karya dengan cara memaparkan data, sinopsis, pujian, atau kritikan terhadap karya tersebut.

 

Kesimpulan

Pengertian Resensi adalah pandangan seseorang (peresensi) terhadap buku atau karya yang dibuat dengan tujuan untuk mengulas, menilai, menganalisis ataupun mengapresiasi karya dengan memaparkan data, sinopsis, pujian ataupun kritikan.

 

Tujuan Resensi

Tujuan resensi masih erat kaitannya dengan pengertian resensi yang merupakan sebuah ulasan. Maka tujuan resensi tidak lain untuk menyampaikan ulasan atau penilaian terhadap suatu karya agar dapat diketahui oleh khalayak.

Berikut tujuan resensi secara lebih luas.

  • Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui gambaran dan penilaian dari sebuah karya secara lebih ringkas dan mendalam.
  • Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu karya.
  • Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui latar belakang dan alasan mengapa sebuah karya dibuat.
  • Menguji kualitas karya untuk dibandingkan dengan karya sejenis lainnya.
  • Memberi masukan atau rekomendasi kepada pembuat karya berupa kritik atau pun saran.
  • Mengajak pembaca untuk turut mendiskusikan karya yang diulas atau diresensi.
  • Memberikan informasi dan pemahaman secara komprehensif mengenai karya yang diresensi.

Manfaat Resensi

resensi
pixabay.com

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari suatu resensi.

1. Sebagai Bahan Pertimbangan

Resensi akan memberikan suatu gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya. Dengan demikian, resensi dapat memunculkan pengaruh kepada pembaca mengenai suatu karya.

Jadi, resensi dapat menjadi bahan pertimbangan terhadap suatu karya apakah ia layak dinikmati atau tidak.

2. Nilai Ekonomis

Bila Anda memperhatikan, banyak resensi yang beredar di surat kabar, baik mengenai buku, film, maupun yang lain. Penulis yang resensinya di muat di surat kabar atau majalah biasanya akan mendapatkan imbalan baik berupa buku maupun uang.

Beberapa surat kabar mungkin akan memberikan honor kepada penulis, sementara penerbit buku akan memberikan buku lain secara gratis.

3. Sebagai Sarana Promosi 

Karya yang biasanya diresensi biasanya merupakan karya yang masih tergolong baru. Oleh karena itu, dengan adanya resensi, suatu karya dapat lebih dikenal khalayak ramai. Hal ini menegaskan fungsi resensi sebagai sarana untuk mempromosikan suatu karya.

4. Untuk Mengembangkan Kreativitas

Membuat resensi berarti melakukan pekerjaan menulis. Semakin sering menulis, kreativitas akan semakin terasah. Maka dari itu menulis resensi dapat menjadi sarana yang baik untuk mengembangkan kreativitas.

Langkah Membuat Resensi

Menulis resensi bukanlah perkara mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat sebuah resensi

  1. Kenali semua aspek buku, mulai dari tema, isi, hingga jenis buku yang diresensi; apakah merupakan buku fiksi, motivasi, psikologi, pengembangan diri, atau pun yang lainnya.
  2. Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh. Hal ini wajib dilakukan untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai buku.
  3. Menandai bagian-bagian buku yang dirasa menarik. Ini akan membantu Anda untuk menuliskan bagian mana saja yang perlu dimasukkan ke dalam resensi.
  4. Membuat sinopsis mengenai isi buku.
  5. Menilai kualitas buku yang diresensi, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Unsur Unsur Resensi

hamidcell.wordpress.com

Resensi tidak lepas dari unsur-unsur pembangunnya. Berikut merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam resensi

1. Judul

Judul resensi harus mempunyai kesesuaian dengan isi buku atau karya yang diresensi. Kemudian, judul harus dibuat semenarik mungkin sehingga dapat memancing pembaca untuk membacanya.

2. Identitas Buku atau Karya

Bila yang diresensi adalah buku, bagian ini dapat berisi:

  • Judul buku,
  • Pengarang,
  • Penerbit,
  • Tahun terbit (beserta cetakannya), dan
  • Jumlah halaman.

3. Isi Resensi

Bagian ini berisi ulasan karya. Ulasan dapat berupa sinopsis, ulasan singkat, kutipan, keunggulan, serta kelemahan yang terdapat dalam karya yang diresensi.

4. Penutup

Bagian ini biasanya berisi alasan mengapa buku atau karya itu perlu dibaca atau dinikmati. Selain itu, latar belakang penulisan buku juga bisa diletakkan di bagian ini.

Struktur Resensi

Menulis resensi tidak bisa sembarangan. Ada struktur yang harus diperhatikan oleh seorang penulis sebelum menulis sebuah resensi. Berikut adalah struktur resensi

1. Identitas

Bagian ini mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman. Demikian halnya jika yang diresensi adalah sebuah film, dapat disesuaikan dengan identitas film.

2. Orientasi

Bagian ini biasanya terletak di bagian awal dan berfungsi sebagai pembuka. Bagian ini dapat berisi penjelasan mengenai penghargaan-penghargaan yang telah diterima oleh karya yang diresensi.

3. Sinopsis

Bagian ini berisi ringkasan yang menggambarkan keseluruhan isi karya yang diresensi berdasarkan pemahaman penulis.

4. Analisis

Bagian ini berisi paparan mengenai unsur-unsur yang ada dalam karya yang diresensi. Bila yang diresensi adalah buku, bagian ini bisa berisi kutipan-kutipan yang terdapat dalam buku. Bila novel atau film, dapat membahas tema maupun tokoh dalam karya.

5. Evaluasi

Bagian ini berisi ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan karya yang diresensi.

Contoh Resensi

resensi buku
bukurepublika.id
Menyelam Lebih Dalam ke Indonesia Timur

 

Judul                            : Lembar-Lembar Pelangi

Penulis                         : Nila Tanzil

Kota terbit                    : Jakarta

Penerbit                       : b publishing

Tahun terbit                 : 2016 (Cetakan Pertama)

Jumlah halaman                       : xii +246 halaman

 

Pendidikan belakangan ini menjadi topik yang sering diperbincangkan di masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan semakin mendapatkan tempat dan menjadi hal yang penting.

Dalam Undang-Undang Dasar 1945, disebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Akan tetapi, pendidikan yang berlangsung di Indonesia belum merata.

Demikian yang sering dilontarkan orang-orang, baik dari kalangan masyarakat pada umumnya maupun para aktivis pendidikan yang kuliah di kampus-kampus. Bagaimanapun, kita tidak bisa menepis anggapan itu.

Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu yang mendasari pendirian Taman Bacaan Pelangi oleh Nila Tanzil. Nila percaya bahwa setiap warga negara, di manapun ia berada, berhak memperoleh pendidikan yang sama. Tidak ada perbedaan antara pendidikan di sana dan di sini.

Pertemuannya dengan Kapten Tim menjadi awal dirinya untuk tertarik pada dunia pendidikan di Indonesia bagian timur. Seorang asing bernama Tim nyatanya malah tergerak untuk menyumbangkan buku bacaan anak untuk sebuah sekolah di Kampung Roe.

Saat itulah, Nila sebagai orang Indonesia asli merasa malu pada Kapten Tim yang mempunyai kewarganegaraan Amerika itu. “Tiba-tiba aku merasa malu. Masa aku orang Indonesia tidak melakukan apa-apa di saat melihat kesederhanaan hidup masyarakat di desa-desa? (hlm. 18)”

Pertanyaan itu telah membawa Nila menjalani petualangan baru, untuk memajukan pendidikan di Indonesia bagian timur. Dari mendaki bukit yang terjal, melewati sungai yang deras, hingga tidur di rumah penduduk setempat rela dijalani Nila.

Ini dilakukan demi membangun taman bacaan bernama Taman Bacaan Pelangi. Kini, berkat bantuan dari berbagai pihak, Taman Bacaan Pelangi telah mendirikan 39 perpustakaan yang tersebar di 15 pulau di Timur Indonesia. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Nila Tanzil menceritakan semua pengalamannya dalam buku Lembar-Lembar Pelangi yang ditulisnya sendiri. Semua diceritakan dengan bahasa yang mengalir dan mudah dipahami meskipun ada beberapa kosakata bahasa Inggris yang dimasukkan.

Melalui buku ini, kita akan lebih memahami bagaimana kondisi pendidikan yang sebenarnya di timur Indonesia sana. Dengan dilengkapi gambar dan foto-foto kegiatan, semakin nyatalah gambaran mengenai kondisi pendidikan di sana.

Setidaknya, ada dua hal yang akan kita dapat dari buku ini. Pertama, perjalanan Nila Tanzil dalam mendirikan dan mengelola Taman Bacaan Pelangi.

Kedua, bagaimana kondisi riil masyarakat di Timur Indonesia sana serta respons mereka terhadap Taman Bacaan Pelangi. Dua hal yang sebenarnya tidak dapat terpisahkan. Dalam buku inilah Nila menyatukan keduanya menjadi bacaan yang menarik dan inspiratif.

Mungkin tidak pernah terbayang oleh kita bahwa cita-cita anak-anak di timur sana hanya dua, yaitu guru dan pastor. Mereka tidak pernah dikenalkan oleh profesi lain semacam dokter, tentara, polisi, dan sebagainya.

Hadirnya Nila dengan Taman Bacaan Pelangi nyatanya mampu membawa perubahan bagi anak-anak di sana. Beberapa minggu setelahnya, jawaban mereka berubah. Dokter, pilot, tentara, mereka menjadi mengenal profesi lain selain guru dan pastor. Taman Bacaan Pelangi telah menggantungkan mimpi-mimpi mereka setinggi langit.

Kita juga dapat mengambil beberapa hal yang bisa menjadi kritik sosial atas apa yang terjadi di negeri ini.

“Aku percaya, masing-masing orang dilahirkan ke dunia ini untuk misi tertentu. There are bigger things that I have to do, other than justworking for corporation as a carrer woman. (hlm. 196).

Memang benar bahwa banyak orang terlalu sibuk bekerja pada orang lain (di perusahaan) tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan sekelilingnya.

Dalam ruangan ber-AC, bagaimana mungkin seseorang memikirkan keadaan orang lain yang hidupnya jauh di timur sana? Barangkali masih ada.

Memang ada beberapa bagian dari buku ini yang dirasa tidak perlu untuk ditampilkan, seperti tentang cerita hidup Kapten Tim pada bagian awal dan sex education pada bagian empat belas. Hal semacam itu terlalu vulgar untuk ditampilkan dalam buku seperti ini.

Akan tetapi, seorang Nila Tanzil tentu mempunyai alasan untuk menyertakannya dalam bagian buku. Alasan itu tersirat di bagian yang sama.

Inilah kecerdikan penulis yang mampu membawakan dan memasukkan ‘unsur’ lain ke dalam buku yang sejati tidak berkaitan dengan ‘unsur’ itu.

Buku ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggali lebih dalam mengenai kondisi pendidikan di Timur Indonesia. Dengan gaya bahasa yang cenderung bercerita, tentu tidak akan membuat pembaca cepat merasa bosan.

Buku ini cocok sebagai bacaan siswa terutama mereka yang bersekolah di kota-kota besar untuk ‘melihat’ sekilas nasib saudara kita di timur sana. Terlebih lagi bagi orang-orang yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca.

 


Demikian tadi artikel singkat mengenai Teks resensi, mulai dari pengertian resensi, struktur, unsur-unsur dan juga contoh resensi buku. Sekian dan semoga bermanfaat .. #WASSALAM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *