SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: Pengertian, Fungsi, Tujuan & Contoh SIM

By | Februari 10, 2020

Pengertian Sistem Informasi Manajemen – Setiap lembaga, baik institusi pemerintah, perusahaan, maupun organisasi pasti memiliki visi, misi, dan tujuan.

Nah, Sistem informasi manajemen (SIM) merupakan salah satu alat untuk bisa mewujudkan visi dan misi serta mencapai tujuan.

Jadi, apa arti atau definisi sistem informasi manajemen itu? Dalam artikel ini kita akan membahasnya secara singkat dan padat.

Pengertian Sistem Infomasi Manajemen

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

pixabay.com

Sistem informasi manajemen banyak diaplikasikan di berbagai institusi dan perusahaan. Adapun yang dimaksud sistem informasi adalah kombinasi antara manusia, teknologi, dan prosedur untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.

Dengan demikian, sistem informasi manajemen dapat diartikan sebagai sistem di dalam sebuah lembaga/perusahaan yang menyajikan informasi untuk kebutuhan manajemen atau pengelolaan lembaga atau perusahaan tersebut.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

  • Menurut Gordon B. Davis Sistem Informasi Manajemen adalah sistem manusia atau mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasional manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.
  • James O’Brien: kombinasi setiap unit yang dikelola oleh pengguna (manusia, jaringan komputer, perangkat keras dan lunak, dan lainnya) yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi tentang organisasi.
  • Barry E. Cushing: sumber daya modal dan manusia pada organisasi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengolah data sehingga menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen dalam aktivitas perencanaan dan pengendalian.
  • McLeod dan Schell: sistem berbasis komputer yang mampu menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan serupa.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

sistem informasi manajemen

pixabay.com

Sebuah sistem informasi manajemen dirancang agar memiliki fungsi-fungsi yang dapat menunjang kinerja sebuah organisasi, institut, atau perusahaan. Secara lebih detail, SIM memiliki fungsi untuk:

  • Membantu proses pengawasan, perencanaan, pengarahan, dan pendelegasian setiap tugas atau pekerjaan kepada setiap anggota tim/karyawan melalui perantaraan sistem koordinasi dan komando;
  • Menyajikan informasi secara lebih akurat, tepat waktu, efektif, dan efisien;
  • Meningkatkan produktivitas dengan biaya yang lebih kecil; serta
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik, terkoordinasi, dan sistematis.

Berdasarkan fungsinya, terdapat beberapa jenis sistem informasi manajemen yang biasa digunakan dalam sebuah perusahaan/organisasi, yaitu:

  • Sistem informasi personalia
  • Sistem informasi akuntansi
  • Sistem informasi distribusi
  • Sistem informasi analisis kredit
  • Sistem informasi pembelian
  • Sistem informasi pemasaran
  • Sistem informasi teknik
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (litbang) dll.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

pixabay.com

Sebuah sistem dikatakan baik jika bisa berjalan sesuai dengan rancangan awalnya serta memberikan hasil seperti yang diinginkan. Untuk mengukur keberhasilan sistem informasi manajemen, perlu ditetapkan lebih dahulu tujuan dibuatnya SIM tersebut yang pada umumnya adalah untuk:

  1. Menjadi sebuah proses pelaksanaan pengumpulan data yang akan dipergunakan untuk menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menjadi bahan pertimbangan dan mendukung pengambilan keputusan oleh pimpinan lembaga/perusahaan;
  2. membentuk informasi yang akan dipergunakan dalam seluruh aktivitas perencanaan, evaluasi, pengendalian, juga ketika melakukan perbaikan sebagai hasil evaluasi yang sudah dilakukan;
  3. menjadi dasar dalam memperhitungkan seluruh hal yang berpengaruh terhadap lembaga/perusahaan, mulai dari produk atau jasa yang ditawarkan hingga hal-hal lain yang ingin dicapai oleh pihak manajemen.

Konsep Sistem Informasi Manajemen

pixabay.com

Sebuah sistem informasi manajemen dibangun dari beberapa komponen yang saling berkaitan dan saling memengaruhi. Perancangan sebuah SIM melibatkan konsep-konsep dasar berikut ini.

1. Konsep Informasi

Sistem informasi manajemen dibuat untuk menghasilkan informasi yang berasal dari kumpulan data mentah, kemudian diolah dan diproses sehingga menjadi berguna. Informasi yang berguna adalah informasi yang relevan, akurat, tepat waktu, bisa dibandingkan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Konsep Manusia

Dalam sebuah SIM, manusia adalah pihak yang merancang, membangun, mengoperasikan, menggunakan, sekaligus mendapatkan manfaat dari informasi yang dihasilkan. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia dengan beragam keahlian yang akan bekerja sama.

3. Konsep Sistem

Sistem informasi manajemen adalah sistem besar yang merupakan gabungan beberapa subsistem yang berbeda tugasnya, tetapi terintegrasi dan saling terhubung. Subsistem dalam SIM terdiri dari subsistem yang bertugas mengumpulkan, mengolah, dan menyempurnakan data hingga menghasilkan informasi.

4. Konsep Organisasi Manajemen

Agar bisa berjalan dan mencapai tujuannya, setiap perusahaan atau organisasi membentuk organisasi manajemen yang berfungsi untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengendalikan operasional perusahaan. Untuk tugas-tugas itulah sistem informasi manajemen dibuat.

5. Konsep Pengambilan Keputusan

Dalam sebuah organisasi/perusahaan, setiap keputusan harus diambil dengan menggunakan dasar yang jelas sebagai bahan pertimbangan. Dasar pengambilan keputusan tersebut adalah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen.

Contoh Sistem Informasi Manajemen

pixabay.com

Dalam dunia bisnis, hampir setiap perusahaan-perusahaan berskala menengah hingga besar pasti memiliki sistem informasi manajemen. Bahkan, terkadang sebuah perusahaan besar memiliki beberapa SIM yang digunakan untuk tujuan berbeda seperti beberapa contoh di bawah ini.

1. Enterprise Resource Planning (ERP)

Elemen-elemen perusahaan seperti SDM, akuntansi dan keuangan, serta pemasaran merupakan sumber daya yang penting. Untuk mengoordinasikannya dengan baik, proses pengawasan dan pengelolaannya dilakukan dengan bantuan SIM yang disebut sistem enterprise resource planning (ERP).

2. Supply Chain Management (SCM)

Sistem ini biasanya diaplikasikan oleh perusahaan yang memproduksi barang. Sistem SCM adalah alat bantu untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan terintegrasi mengenai suplai bahan baku, seperti data pemasok hingga informasi tentang proses perjalanan produk dari perusahaan sampai ke konsumen.

3. Transaction Processing System (TPS)

Setiap transaksi adalah penting karena merupakan bagian dari data yang digunakan untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perusahaan dari sisi finansial. Oleh karena itu, setiap transaksi besar maupun kecil harus tercatat dan diproses melalui sistem TPS secara rutin.

4. Office Automation System (OAS)

Sistem informasi manajemen yang satu ini sangat mengandalkan integrasi server-server hardware dan jaringan komputer internal perusahaan untuk membantu agar seluruh sistem informasi yang dimiliki berjalan dengan lancar. Sistem ini biasanya dimiliki perusahaan kecil hingga korporasi besar.

5. Knowledge Work System (KWS)

Untuk berkembang dan mampu bersaing, sebuah perusahaan atau institusi harus terbuka dan aktif mencari pengetahuan-pengetahuan baru di bidang yang berkaitan dengan aktivitasnya. Sistem KWS digunakan untuk mengintegrasikan pengetahuan tersebut sehingga dapat diterapkan oleh para ahli.

6. Decision Support System (DSS)

Sistem informasi manajemen ini digunakan oleh para pimpinan di level manajemen untuk membantu dan mempermudah pengambilan keputusan. Di lembaga sekolah adalah, sistem ini diaplikasikan dalam bentuk link elektronik untuk mengetahui dan menganalisis jumlah siswa baru setiap tahun.

7. Artificial Intelligent (AI) dan Expert System (ES)

Kedua sistem ini menggunakan tenaga ahli yang telah terprogram melalui sistem yang terkomputerisasi. Dengan kecerdasan buatan ini, perusahaan atau lembaga bisa membuat analisis dan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

8. Executive Support System (ESS)

Interaksi antara pejabat eksekutif dengan lingkungan organisasi atau perusahaan juga merupakan bagian penting yang akan berdampak pada kemajuan perusahaan. Untuk itu, perusahaan perlu memiliki sistem ESS yang memberikan grafik dan informasi penunjang lain yang dibutuhkan.

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

pixabay.com

Sistem informasi manajemen selama bertahun-tahun terbukti sangat membantu perusahaan/organisasi dalam mencapai target dan tujuannya secara efektif dan efisien. Berikut ini beberapa manfaat yang diberikan SIM bagi perusahaan.

  1. Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan/organisasi.
  2. Membantu para manajer untuk menganalisis masalah dan mengambil keputusan secara lebih cepat, baik, dan akurat.
  3. Membantu perusahaan mengefisienkan anggaran dengan low-cost leadership.
  4. Mempermudah akses informasi oleh siapa saja yang membutuhkannya secara tepat waktu dan akurat.
  5. Mengelola berbagai transaksi dengan cepat dan mudah serta menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan keuntungan.
  6. Meningkatkan efektivitas proses perencanaan.

Berfungsi atau tidaknya sebuah sistem informasi manajemen tergantung pada beberapa hal, yaitu sumber daya manusia, perangkat keras dan lunak, juga kapasitas listrik. Tanpa itu semua, sebaik apa pun SIM yang dibuat tidak akan memberikan manfaat besar untuk lembaga/perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2021
Purwakarta Digital Network
Iconic One Theme | Powered by Wordpress