STRUKTUR ORGANISASI : Pengertian, Bagan, Fungsi dan Tugasnya

Struktur organisasi perusahaan dapat diartikan sebagai sebuah garis bertingkat (hierarki), yang berisi komponen-komponen penyusun perusahaan.

Struktur tersebut akan menggambarkan dengan jelas kedudukan, fungsi, hak dan kewajiban dari masing-masing posisi yang ada dalam lingkup perusahaan tersebut.

Tentunya, hal ini bertujuan agar setiap komponen dalam perusahaan bisa berfungsi secara optimal, dan roda perusahaan bisa senantiasa bergerak secara efektif dan efisien.

Dalam struktur perusahaan ini terdapat beberapa personil atau bagian yang tergolong dalam jajaran inti struktur perusahaan, atau yang biasa disebut dengan petinggi perusahaan. Yang terdiri dari dewan direksi (direktur utama, wakil direktur utama, para direktur), para manajer, dan kepala divisi atau departemen. Dan pada susunan di bawahnya terdapat staf-staf dan para pekerja.  


Jenis Struktur Organisasi

google images

Secara garis besar, struktur organisasi perusahaan meliputi 5 jenis struktur, yaitu:

1. Struktur Organisasi Fungsional

yaitu susunan organisasi yang didasarkan pada fungsi setiap komponen. Dalam sebuah perusahaan, minimal terdapat lima bagian utama (divisi) yaitu divisi produksi (bagian pembuat produk), divisi pemasaran (bagian promosi, pemasaran, dan penjualan), divisi personalia (bagian ketenagakerjaan), divisi pembelanjaan, dan divisi umum.

 

2. Struktur Organisasi Usaha

yaitu susunan organisasi pada sebuah perusahaan yang didasari oleh adanya usaha pengembangan produk serta riset-riset usaha, sehingga komponen perusahaan menjadi lebih luas.

3. Struktur Organisasi Matriks

yaitu susunan organisasi yang dibentuk untuk mengerjakan beragam project yang tengah dikembangkan oleh perusahaan tersebut. Struktur ini dikepalai oleh direktur utama, dan di bawahnya terdapat manajer-manajer proyek yang bertugas dan bertanggungjawab untuk menyelesaikan project masing-masing.

4. Struktur Organisasi Proyek

Struktur yang dibentuk hanya untuk mengerjakan suatu proyek kerja pada sebuah perusahaan, dan akan ditiadakan ketika proyek telah berhasil diselesaikan.


5. Struktur Organisasi Tim Kerja

yaitu sebuah struktur organisasi yang dibuat sewaktu-waktu (temporal), demi menangani sebuah proyek yang sifatnya tak terduga atau dadakan. Biasanya, tim ini disusun oleh personil (SDM) yang andal, yang dijamin mampu menyelesaikan proyek dan masalahnya dengan cepat dan baik.

Itulah gambaran umum contoh struktur organisasi perusahaan. Meski pada dasarnya, setiap perusahaan tentu memiliki susunan organisasi yang tidak sama tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Struktur Organisasi dan Tugasnya

struktur organisasi
google images


Tugas dan Fungsi Masing-masing Posisi Jabatan dalam Organisasi Perusahaan

Tentunya, setiap jabatan dalam struktur organisasi perusahaan memiliki tugas dan fungsi masing-masing, yang kemudian dikenal dengan sebutan job desk.

1. Dewan Direksi

Secara umum, dewan direksi ini terdiri dari direktur utama, wakil direktur utama, dan jajaran para direktur. Kelompok inilah yang memegang kendali penuh atas arah, visi misi, serta pengembangan sebuah perusahaan.

Mereka bertanggung jawab untuk mengelola perusahaan sesuai dengan anggaran dasar yang telah ditetapkan bersama. Dewan direksi juga bertugas untuk menentukan kebijakan yang harus dilaksanakan oleh seluruh komponen perusahaan.

Secara rinci, tugas dari dewan direksi bisa dipilah berdasarkan tugas dari masing-masing jabatan, yakni:

a. Tugas Direktur Utama

Seorang direktur utama (dirut) memiliki tugas untuk melakukan koordinasi di bidang administrasi keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan. Di bidang keuangan, dirut memiliki wewenang untuk mengendalikan keuangan, mulai dari pendapatan, hasil penagihan rekening, pembelanjaan, hingga perencanaan untuk mengembangkan sumber-sumber pendapatan perusahaan.

Dirut juga bertugas untuk memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif, serta memimpin rapat umum. Guna memastikan pelaksanaan tata tertib, menegakkan tindakan dan kebijakan, serta memastikan bahwa kesempatan dan keadilan telah terdistribusi dengan baik dan tepat.

Selain itu, dirut juga memiliki tugas untuk membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan dunia luar. Mengingat perannya sebagai perwakilan perusahaan kaitannya dengan perusahaan lain, pemerintah, maupun masyarakat secara umum.

b. Direktur

Seorang direktur bertugas untuk mengatur tiap-tiap manajer di bawahnya. Yang meliputi, prosedur kegiatan, tujuan dan misi, kebijakan operasional, serta pengawasan dan kontrol terhadap para manajer dan pertanggungjawabannya.

Direktur juga memiliki wewenang untuk melakukan pengangkatan, pemindahan (mutasi), dan pemberhentian karyawan.
Jabatan direktur juga terpilah menjadi beberapa bagian, yaitu jabatan direktur keuangan dan

c. Direktur Personalia
Direktur keuangan adalah jabatan dalam perusahaan yang ditetapkan dengan persetujuan direksi. Dengan tugas utama sebagai pengawas operasional keuangan, serta bertanggung jawab atas segala urusan finansial perusahaan.

Sedangkan Direktur Personalia, merupakan pimpinan yang bertanggung jawab terkait urusan tenaga kerja dan sumber daya manusia (SDM). Wewenang dari pemilik jabatan ini adalah melaksanakan sistem perencanaan dan pengendalian terkait urusan administrasi kepegawaian dan personalia.

2. Manajer

Secara umum, seorang manajer memiliki tugas untuk mengatur, mengawasi dan mengontrol bidang manajerial yang dibidanginya. Biasanya, dalam sebuah perusahaan terdapat beberapa manajer, seperti manajer personalia, manajer marketing, manajer operasional, manajer IT, manajer umum, dan lain sebagainya tergantung kebutuhan perusahaan.

Para manajer ini, secara umum memiliki tugas untuk memberi pengarahan, supervisi, rancangan pekerjaan, serta penilaian. Seorang manajer juga memiliki wewenang untuk mengadakan seleksi, pelatihan, pengembangan, serta pengendalian terhadap seluruh karyawan di bidang yang diampunya.

Sedangkan secara spesifik, setiap manajer juga memiliki tugas dan fungsi di bidangnya masing-masing. Misalnya, seorang manajer marketing atau pemasaran, bertugas untuk menangani hal-hal yang berkenaan dengan promosi dan penjualan produk atau jasa perusahaan.

Manajer pemasaran juga berhak untuk menetapkan segala prosedur operasional terkait segala hal di bidang tersebut. Dan akan diminta pertanggungjawabannya secara berkala kepada direktur.
Untuk urusan produksi, bagian ini dipimpin oleh seorang manajer produksi atau manajer pabrik.

Segala hal yang berkaitan dengan urusan pabrik dan proses produksi, termasuk urusan pembelian bahan baku, berada di bawah kuasa manajer ini. Manajer produksi juga harus bekerja sama dengan supervisor untuk menangani segala masalah yang ada.

Serta wajib berkonsultasi secara berkala kepada direktur guna mencapai keselarasan tujuan perusahaan.


3. Kepala Divisi atau Departemen

Posisi terakhir dalam struktur jabatan dalam perusahaan adalah kepala divisi atau departemen, yang bertanggung jawab membawahi bidang tugas masing-masing.

Terdapat beberapa divisi dalam sebuah perusahaan, di antaranya divisi humas, riset dan pengembangan, pemasaran, personalia, uji kualitas, dan divisi-divisi lainnya. Kepala divisi inilah yang membawahi langsung para staf, karyawan, dan pekerja.

Dalam kasus perusahaan yang memiliki banyak cabang di daerah, biasanya juga terdapat bagian divisi regional. Kepala divisi ini memiliki tugas dan tanggung jawab menjalankan semua kebijakan, prosedur, dan aturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan pusat.

Itulah sekilas informasi terkait Struktur Organisasi perusahaan dan fungsinya beserta dengan pengertian, contoh dan masing masing tugasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *