Selepas Persib Bandung Juara

Ilustrasi via www.tribunnews.com
Ilustrasi via www.tribunnews.com

Malam itu saya ikut nonton bareng final liga Indonesia antara Persib Bandung vs Persipura Jayapura di salah satu kampus yang terletak di Jln. Soekarno Hatta Bandung, ada sekitar seribu orang lebih tumpah di dalam gedung, menonton dengan menggunakan sebuah proyektor,

di setiap sudut di pinggiran kota, baik itu lapangan parkir, mal, indomart, alfamart, warkop, cafe-cafe dan titik-titik vital di Bandung kesemuanya menyelenggarakan nonton bareng, semua warga berkumpul, jalanan di sekitaran Bandung lengang sekali setelah kick-off dimulai.

jadwal final-persib-vs-persipura

Setelah 2×45 menit dan perpanjangan waktu, skor tetap imbang sama kuat (2-2) dan dilanjutkan dengan adu penalti, suasana semakin menenggangkan beberapa orang teman yang ada disamping saya saling berangkulan karena saking tegangnya,

dan akhirnya Persib pun berhasil menjadi juara setelah penendang terakhir Persipura gagal menyarangkan bola ke dalam gawang I Made Wirawan, semua berhamburan, teman-teman saya pun banyak yang langsung bersujud syukur dan menangis, memang, ini adalah momen yang langka, momen yang telah hanya terjadi 19 tahun sebelumnya.

www.msports.net
www.msports.net

Karena saya memang sudah tidak terlalu fanatik dengan Persib, ya, jadi saya mah biasa saja, walaupun bangga dengan apa yang telah dicapai Persib, saya bersyukur Persib juara karena bisa membuat semua orang disekitar saya berbahagia dan ikut merayakannya walaupun tidak sampai berlebihan.

Kemudian saya keluar kampus dan pergi ke jalan, langit dipenuhi suara petasan, dan dijalanan semua orang berteriak-teriak kegirangan sambil menggeber knalpot motornya, banyak sekali orang berhamburan saat itu baik dari dalam kampus maupun gerai-gerain nobar yang tak jauh dari lokasi kampus.

ilustrasi via felixdas.com
ilustrasi via felixdas.com

Kepala saya sebetulnya pusing juga saat itu dengan suara yang gak karuan ditambah perkakas-perkakas yang dipukul sembarangan, membuat suasana riuh, jadi saya putuskan saja untuk berjalan pulang ke kekosan yang tak jauh dari kampus, sambil memandangi orang-orang yang saling memberikan salam selamat satu sama lain.

Setelah mandi dan makan di kosan, kemudian saya pergi ke titik-titik keramaian dan mengeluarkan kamera digital di tas kecil saya, merekam momen sekecil apapun yang terjadi disekitar, suasana kebahagian orang-orang Bandung saat itu memang tidak bisa dijelaskan dengan kata, terlihat kebahagian yang sangat sangat sangat terpancar dari dalam wajah-wajahnya.

ilustrasi
ilustrasi

Ini adalah gelar ketujuh Persib di kompetisi liga Indonesia. Sebelumnya, di era Perserikatan,tim dengan julukan Maung Bandung tersbut juga pernah menjadi juara pada tahun 1939, 1961, 1986, 1990, dan 1994. Kemudian kembali menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 1995.

Sejak tahun 1995 Persib paceklik gelar, meskipun dipenuhi pemain bintang dan kadang dijagokan untuk menjadi juara dari musim ke musimnya, tetap saja belum bisa merasakan juara dan baru tahun 2014 lah, setelah 19 tahun menunggu mang Jajang berhasil membawa mahkota juara kembali ke tanah Priangan, gelar yang bukan hanya menjadi kebanggaan warga kota Bandung, melainkan warga Jawa Barat.

Beberapa hari setelahnya, seluruh pemain dan official tim diarak bak pahlawan dengan bus bandros mengelilingi kota Bandung, semua warga tumpah ruah dijalan, dari mulai anak-anak sampai Ibu-ibu, Bandung hari itu sangat berbeda, orang-orang memakai baju biru dengan motif berbeda, seperti lautan mereka berkumpul dipinggiran jalan.

www.tribunnews.com
www.tribunnews.com
www.beritaakhir.com
www.beritaakhir.com

Ini tentu saja berkah yang harus disyukuri, karena roda perekonomian pun berputar cepat dihari itu, pedagang-pedagang makanan, pedagang-pedagang baju, bendera dan segala atribut Persib Bandung semuanya laku keras.

Semoga Persib bisa mengulangi kejayaannya di tahun-tahun kedepan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *