» 12 Nama-Nama Bulan Islam di Kalender Hijriah & Penjelasannya

Bulan Islam – Pembagian dan penghitungan waktu sebetulnya ada banyak dasarnya. Contoh saja penghitungan tahun baru Imlek akan berbeda dengan penghitungan tahun baru kalender biasa. Hal ini juga berlaku untuk nama – nama hari serta bulan. 

Di Indonesia sendiri nama – nama yang sering digunakan untuk hari dan bulan berdasar pada kalender biasa, penghitungan hari Jawa serta nama bulan – bulan islam. Nah, untuk artikel ini, mari melihat lebih dalam mengenai nama – nama bulan Islam beserta penjelasannya.

Sistem Kalender Islam

pixabay.com

Standar kalender bulan seperti yang Anda tahu menggunakan sistem Masehi. Di dalam sistem penghitungan bulan ini terdapat 12 bulan mulai dari Januari sampai dengan Desember. Di kalender Islam hal ini juga sama yaitu 12 bulan tapi nama dan penghitungan hari di dalamnya juga berbeda. Nama sistem kalender Islam ini disebut juga kalender Hijriyah.

Kalender Hijriah berasal dari penanggalan tradisional asal Arab. Jika dicari persamaannya, kalender ini sama seperti saat Indonesia menggunakan kalender Kejawen (Kalender dengan nama – nama hari Jawa).

Walaupun berasal dari budaya tradisional, kalender Hijriyah lebih berunsur religious. Pada tahun pertama kalender ini Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Untuk memperingati hal ini, maka dibuatlah kalender ini. Tahun 1 Hijriyah terjadi pada tahun 622 Masehi dan Anda bisa cek sendiri sejarahnya.

Perbedaan yang paling menonjol dari kalender Hijriah dengan kalender Masehi adalah penggunaan peredaran bulan. Kalender Masehi berbasis dari waktu rotasi bumi dan juga revolusinya mengitari matahari, jadi bisa dibilang sistem kalender ini berbasis matahari.

Karena perbedaan ini, pergantian hari atau tanggal pada kalender Hijriah terjadi bukan saat tengah malam tapi saat waktu Maghrib.

Pada kalender Masehi jumlah hari adalah 365 pada tahun biasa dan 366 pada tahun kabisat. Sedangkan di kalender Hijriah jumlahnya lebih sedikit yaitu 354 untuk tahun biasa dan 355 di tahun kabisatnya. Selisih ini menyebabkan hari raya – hari raya Islam selalu bergerak di kalender dan pemerintah Indonesia harus menyesuaikan masa liburan besar dari tahun ke tahun.

Nama – Nama Bulan Islam

Selain penghitungan yang berbeda, nama – nama bulan di kalender Hijriah juga berbeda dari kalender masehi. Dalam kalender Hijriah nama bulan ini memiliki arti tersendiri dalam sejarah Islam dan biasanya merupakan pengingat kejadian di masa awal Islam muncul.

Nah, untuk urutan nama dan bulan kalender Hijriah ini adalah sebagai berikut

  • Muharram
  • Safar
  • Rabi’ul Awal
  • Rabi’ul Akhir
  • Jumadil Awal
  • Jumadil Akhir
  • Rajab
  • Sya’ban
  • Ramadhan
  • Syawal
  • Dzulka’dah
  • Dzulhijah

Karena masing – masing bulan memiliki arti dan maknanya sendiri, mari kita melihat tiap bulannya satu per satu dengan emphasis pada apa arti dari bulan ini sebenarnya.

1. Muharram

Bulan awal dalam kalender Hijriah adalah Muharram. Tanggal 1 Muharram diperingati oleh islam sebagai tahun baru. Dalam bulan ini terdiri dari 30 hari. Arti kata Muharram sendiri adalah yang diharamkan atau yang tidak diperbolehkan. Dalam pengertian ini, Anda juga bisa menyebutkannya sebagai bulan pantangan.

Mengapa bulan ini dinamakan demikian? Alasan awalnya adalah kepercayaan bahwa bulan ini merupakan awalan baru dan tidak boleh dimulai dengan peperangan. Dalam sejarah ini memang ditaati dan di Arab sendiri, perang tidak pernah terjadi saat Muharram.

2. Safar

Bulan kedua disebut Safar atau Shofar. Dalam bulan ini terdiri dari 29 hari. Arti kata Safar secara sederhana disebut kosong. Nama ini menunjukan peringatan untuk pemuda – pemuda arab agar pergi merantau dari perkampungannya.

3. Rabi’ul Awal

Bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini, terdiri dari 30 hari. Arti nama bulan ini berasal dari masa kembalinya pemuda – pemuda yang tadinya merantau. Sebagai informasi. Tanggal 12 di bulan ini merupakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

4. Rabi’ul Akhir

Bulan yang keempat adalah Rabi’ul Akhir atau Rabi’uts Tsani yang terdiri dari 29 hari. Nama bulan ini berasal dari kegiatan menggembala dan berternak oleh orang yang telah menetap dari perantauan di bulan Rabi’ul Awal.

5. Jumadil Awal

Jumadil Awal ini disebut juga Jumadil Ula. Bulan ini terdiri dari 30 hari. Arti dari bulan ini sendiri adalah mulainya kekeringan. Nama ini berasal dari kejadian sulit bertanam dan beternak pada awal penggunaan sistem kalender Hijriah.

6. Jumadil Akhir

Bulan ini terdiri dari 29 hari dan memiliki nama lain yaitu Jumadil Tsaniyah. Nama bulan ini berasal dari disambutnya bulan baru yang bebasnya masa sulit yang diawali pada Jumadil Awal.

7. Rajab

Bulan ketujuh pada kalender Hijriah ini terdiri dari 30 hari. Rajab di sini memiliki arti mulia dan juga menahan diri. Pada awalnya orang Arab memasukan bulan ini sebagai bulan suci tapi sekarang hal ini sudah jarang dilakukan. Sebagai info tambahan pada tanggal 27 Rajab, sebagian umat Islam merayakan hari Isra’ Mi’raj. Hari raya ini merayakan Nabi Muhammad SAW yang menjalankan kegiatan Isra’ dan Mi’raj.

8. Sya’ban

Bulan kedelapan ini terdiri dari 29 hari. Dari segi nama, bulan ini bisa diartikan berkelompok. Bulan ini dinamakan demikian karena sejarahnya pada bulan ini orang Arab berpencar untuk membentuk kelompok dalam mempertahankan komunitasnya. Kegiatan ini bisa berupa mencari air, beternak, dan pekerjaan lain yang bermanfaat bagi penduduk komunitas tersebut.

9. Ramadhan

Pada bulan kesembilan ini, Anda tentu tidak asing lagi. Bulan ini terkenal karena sangat spesial bagi kaum Muslimin. Dari arti nama, Ramadhan berarti sangat panas. Nama ini berasal dari tujuan dirayakannya Ramadhan, yaitu membakar dosa – dosa selama hidup.

Pada bulan ini, umat Islam melakukan puasa selama 30 hari yang merupakan lama bulan ini. Dari ajaran Islam, jika Anda beribadah dan melakukan puasa, nilai pahala Anda akan berlipat ganda di hadapan Allah.

10. Syawal

Bulan Syawal memiliki arti kebahagiaan. Bulan yang spesial ini terdiri dari 29 hari. Bulan ini mendapat arti kebahagiaan karena merupakan bulan yang penuh berkah. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Di Arab sendiri bulan ini bertepatan dengan bulan dimana unta betina bisa diperah susunya.

11. Dzulka’dah

Bulan kesebelas ini terdiri dari 30 hari dan memiliki arti istirahat. Dari perayaan besar di Syawal bangsa Arab menetapkan hari ini sebagai hari tenang. Karena itu pada bulan ini ditetapkan juga pantangan untuk perang.

12. Dzulhijah

Bulan terakhir di kalender Hijriah ini menandakan bulan suci untuk menunaikan haji. Biasanya bulan ini terdiri dari 29 hari, tapi di tahun kabisat (4 tahun sekali) harinya menjadi 30. Pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk berbagai dengan menyembelih hewan kurban. Tepatnya hal ini dilakukan pada Idul Adha yang bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijah.

Bagaimana? Cukup menarik bukan informasi nama bulan – bulan Islam dan artinya? Mudah – mudahan informasi ini dapat berguna untuk memperluas wawasan Anda. Terima kasih sudah membaca!

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *