PENGERTIAN LITERASI: Tujuan, Manfaat, Macam Macam Literasi & Contohnya

Pengertian Literasi – Mengandalkan kemampuan membaca dan menulis di era di mana informasi dapat diakses dengan begitu mudah dan cepat tentu tidaklah cukup. Masyarakat perlu kemampuan untuk mengolah setiap keping informasi yang mereka peroleh dengan bijak dan cermat.

Bahkan, kemajuan sebuah bangsa pun ditentukan dari seberapa tingkat literasi yang dimiliki masyarakatnya. Kemampuan literasi ini yang nantinya akan menentukan peradaban dan bagaimana kontribusi negara tersebut untuk memajukan dunia.

Dalam artikel ini kita akan membahas secara singkat tentang apa itu literasi, mulai dari definisi, manfaat, tujuan, macam macam dan juga contoh singkatnya.

Pengertian Literasi

pengertian literasi
pxhere.com

Pengertian Literasi adalah keterampilan yang dimiliki seseorang untuk mengolah, mempersepsi, dan memahami setiap informasi yang ia peroleh melalui kegiatan membaca dan menulis. Dalam konteks etimologi, literasi berasal dari kata literatus yang dalam Bahasa Latin berarti orang yang belajar.

 

Pengertian Literasi Menurut Para Ahli

  • Menurut Elizabeth Sulzby Literasi adalah keterampilan dalam membaca, berbicara, menulis, dan menyimak menggunakan cara yang beda namun tetap menunjang tujuan utama.
  • Menurut Alberta Literasi adalah kemampuan untuk menulis, membaca, dan memperkaya pengetahuan dengan mengedepankan pemecahan masalah secara efektif. Kemampuan ini diharapkan dapat dikomunikasikan dengan cara yang efisien guna berkontribusi dalam hidup masyarakat luas.

Tujuan Literasi

literasi
pxhere.com

Melihat definisi literasi di atas sesungguhnya bisa memberi kita gambaran mengenai tujuan yang akan diperoleh, baik dalam tingkat individu, masyarakat, maupun bangsa, ketika kemampuan literasi ini dapat dimaksimalkan secara optimal.

 

1. Mencerdaskan Masyarakat

Memiliki kemampuan literasi yang baik berarti orang tersebut mampu untuk mengolah dan memilah informasi dengan baik. Sehingga hal ini dapat mendukung terciptanya individu dan masyarakat yang lebih cerdas.

Kemampuan ini juga nantinya akan sangat bermanfaat untuk orang tersebut dapat lebih bijak dalam mengambil kesimpulan dan memutuskan sikap apa yang akan diambil berkenaan dengan informasi yang telah dibaca.

2. Membentuk Kepribadian

Cara berpikir, tutur kata, dan sikap yang literat ini akan membentuk pribadi seseorang untuk memiliki budi pekerti dan tingkah laku yang baik. Semakin banyak orang yang memiliki kemampuan literasi, maka semakin baik pula kualitas masyarakatnya.

Literasi tak hanya berkaitan dengan keterampilan pribadi, namun bisa juga diasosiasikan dengan budaya yang berkembang di masyarakat. Mengembangkan budaya literasi yang baik juga bertujuan supaya kebiasaan membaca meningkat dan memperbaiki pemanfaatan waktu luang untuk hal yang bermanfaat.

Manfaat Literasi

pixabay.com

Selain tujuan positif yang dapat dicapai dengan memperbaiki kualitas literasi, ada juga serangkaian manfaat yang akan diperoleh.

1. Bertambahnya Ilmu Pengetahuan

Literasi selalu berhubungan dengan kegiatan membaca dan menulis. Salah satu manfaat utama yang pasti akan didapat adalah bertambahnya perbendaharaan kata. Selain itu, kinerja otak juga didorong menjadi lebih optimal karena sering digunakan untuk hal yang berkaitan dengan intelektual.

2. Meningkatkan Kemampuan Interpersona dan Verbal

Kemampuan interpersonal dan verbal juga akan meningkat secara signifikan. Hal ini sangat berguna terutama ketika Anda harus bekerja bersama dengan orang lain dalam satu tim, memimpin suatu kelompok, atau mengemukakan pendapat dalam forum resmi.

3. Mampu Berpikir Kritis

Namun di atas semua itu, literasi sangat krusial manfaatnya dalam hal mengasah kemampuan berpikir kritis, menganalisa sesuatu, meningkatkan daya fokus, serta memperbaiki kemampuan untuk berkonsentrasi.

Tanpa pemikiran kritis dan analisa mumpuni, mustahil seseorang dapat menyaring dan mempersepsi informasi dengan baik. Terlebih lagi dengan kondisi saat ini dimana informasi dapat diakses dengan sangat mudah, literasi membantu individu untuk memilah mana informasi yang bermanfaat dan tidak.

Macam-Macam Literasi

pxhere.com

Menurut World Economic Forum, setidaknya ada enam macam literasi utama yang wajib untuk dikuasai setiap orang guna menciptakan masyrakat yang maju.

1. Literasi Baca dan Tulis

Sebelum bicara mengenai kemampuan literasi yang lebih kompleks dan rumit, semua orang wajib menguasai kemampuan membaca dan menulis terlebih dahulu.

Sayangnya di Indonesia sendiri, angka buta aksara belum sepenuhnya mampu dituntaskan oleh pemerintah. Sekitar 1,93% orang dari total populasi penduduk masih belum mendapatkan pendidikan yang layak dari sektor yang paling dasar, yakni pendidikan baca tulis.

2. Literasi Numerasi

Dengan keterampilan literasi dalam hal numerasi, maka orang akan mampu untuk memanfaatkan segala hal yang berkaitan dengan matematika dasar guna menjawab permasalahan yang muncul dalam hidup sehari-hari.

Apabila seseorang mampu untuk memanfaatkan matematika dasar, maka secara otomatis ia juga mampu untuk menganalisa informasi kuantitatif dalam bentuk tabel, grafik, maupun bagan untuk kemudian dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan.

3. Literasi Sains

Selain baca-tulis dan numerasi, literasi sains juga perlu untuk dipupuk sedari usia dini. Dengan menginternalisasi nilai literasi sains, maka orang tersebut akan mampu untuk mengidentifikasi pertanyaan, pengetahuan, serta fenomena ilmiah apapun yang terjadi di sekitar.

Identifikasi ini penting terutama dalam hal kemampuan mengambil kesimpulan berdasarkan fakta. Orang yang memiliki literasi sains yang baik tak mudah digerakkan oleh asumsi atau kabar burung tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.

4. Literasi Finansial

Literasi finansial ditujukan agar masyarakat mampu memahami dengan baik resiko dan peluang dari setiap keputusan finansialnya. Kemampuan ini sesuai dengan misi pemerintah untuk mendorong inklusi finansial, yakni membuka akses sistem keuangan formal bagi masyarakat

5. Literasi Budaya

Sebagai warga negara yang baik, maka kemampuan selanjutnya adalah literasi budaya dan kewarganegaraan. Budaya adalah identitas yang melekat pada setiap individu sebagai bagian dari suatu bangsa.

Di sisi lain, identitas ini juga harus diimbangi dengan pelaksanaan hak serta kewajiban sebagai warga negara. Mempelajari dan mengamalkan literasi budaya dan kewarganegaraan berarti setiap individu paham bagaimana harus bersikap dalam lingkungan sosial sebagai bagian dari kesatuan bangsa.

6. Literasi Digital

Terakhir namun justru sangat relevan dengan era dimana hidup manusia banyak dikuasai oleh teknologi informasi, yaitu literasi digital. Secara umum, menguasai literasi digital berarti Anda paham bagaimana memanfaatkan informasi dalam kanal digital.

Dalam konteks digital, mampu mengoperasikan kanal digital juga penting untuk digarisbawahi. Tak semata-mata hanya memedulikan bagaimana seseorang mampu mengolah informasi, namun cara mengakses, merangkai, dan menyebarluaskan info tersebut layak untuk mendapat perhatian khusus

Contoh Literasi

pixabay.com

Dalam lingkup sekolah, penerapan dan peningkatan keterampilan literasi kini telah dikembangkan secara masif. Salah satu alasannya adalah karena Indonesia masih menempati peringkat bawah dalam hal kegemaran membaca buku. Sehingga fokus literasi di sekolah adalah untuk memupuk budaya baca.

Contoh kegiatan berliterasi adalah membuat regulasi tentang waktu kunjungan wajib ke perpustakaan. Para murid diberi kesempatan untuk memilih buku yang disukai dan menyusun resume guna mengukur seberapa mampu mereka menyerap informasi dan menuangkannya kembali ke dalam kata-kata sendiri.

Selain membaca, contoh literasi dalam konteks digital adalah memberi sosialisasi mengenai laman apa saja yang kredibel dan terpercaya untuk dijadikan rujukan informasi serta bagaimana cara mengutip segala informasi di internet tanpa terjebak plagiarisme.

Terkait literasi digital, penting juga untuk mendidik masyarakat, baik melalui lembaga pendidikan formal maupun secara nonformal di komunitas tertentu, mengenai cara mengemukakan pendapat dan menyebarkan informasi yang baik di internet.

Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya namun disebar secara sembarangan atau mengunggah opini-opini yang provokatif atau bermuatan kebencian. Pemahaman ini dapat membantu menghadirkan dunia maya yang sehat, informative, dan ramah bagi siapapun.

Literasi finansial dapat dipupuk dengan memahami pengelolaan uang yang sehat. Bisa dengan cara membuat catatan pengeluaran dan pemasukan bulanan. Gunanya adalah agar Anda dapat mengetahui alokasi pos pengeluaran serta seberapa banyak anda mampu menabung.

Apa Pentingnya Literasi?

pxhere.com

Setelah mengetahui definisi, manfaat, tujuan, serta contoh penerapannya, maka bisa disimpulkan bahwa penguasaan akan literasi yang baik sangatlah penting. Dari tingkat yang paling dasar, literasi penting guna memampukan kita untuk memahami segala informasi yang kita baca.

Lebih jauh lagi, literasi juga membuat Anda mampu menghindari kemungkinan menjadi korban penipuan maupun menjadi sasaran dari penyebaran berita bohong atau hoax.

Contohnya, apabila literasi finansial Anda baik maka kemungkinan untuk Anda tergiur akan investasi abal-abal yang menjanjikan keuntungan tak masuk akal dalam waktu singkat sangatlah kecil. Selain itu, Anda juga tak mudah percaya informasi bohong yang sangat mudah tersebar di media sosial.

Meski peran literasi sangatlah krusial, namun perlu waktu yang tak sebentar untuk dapat memupuk kesadaran ini hingga mendapatkan manfaatnya.

Perlu usaha yang simultan dan kontinyu yang dilakukan oleh semua pihak: pemerintah, sekolah, swasta, hingga masyarakat. Tanpa kerja sama yang baik, maka literasi hanyalah menjadi wacana dan angan-angan belaka.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *