PENGERTIAN PBB : Sejarah, Tugas & Tujuan Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa

By | Desember 25, 2018

Perserikatan Bangsa Bangsa atau yang biasa disingkat PBB adalah organisasi dunia dengan anggota yang terdiri dari hampir seluruh negara yang ada di dunia.

PBB juga disebut dengan United Nations atau UN yang berdiri untuk menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di dunia, seperti masalah hukum internasional , masalah ekonomi dan sosial, serta keamanan internasional.

Ya, ini adalah organisasi internasional sebagai tempat berkecimpungnya wakil dari hampir seluruh negara di dunia untuk membahas bagaimana caranya agar dunia mampu mencapai kedamaian, keamanan, dan kemakmuran bersama.

 

Pengertian PBB

pixabay.com

Jika Anda ditanya, apa itu PBB? Jawaban atas pertanyaan ini terdiri dari beberapa unsur, diataranya adalah:

  • PBB adalah organisasi yang bersifat internasional dan merupakan perkumpulan dari mayoritas negara yang ada di dunia. Awalnya, PBB terdiri dari 50 negara pendiri yang kemudian berkembang seperti sekarang.
  • Persoalan yang ditangani adalah seputar keamanan bangsa, masalah ekonomi dan sosial yang dihadapi di masing-masing negara yang secara tidak langsung berdampak pada kedamaian dunia. Selain itu, PBB menjadi sarana meng-fasilitasi perlindungan sosial di masing-masing negara.
  • New York adalah tempat berdirinya markas PBB. Walau demikian, tanah dan bangunan tersebut adalah wilayah internasional. Sebagai organisasi internasional, PBB memiliki perangko sendiri, kantor pos, dan memiliki bendera sendiri. Saat sidang PBB yang dihadiri dari wakil dari berbagai negara, bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Perancis, Spanyol dan Rusia.
  • PBB berdiri pada tanggal 25 Oktober 1945. Awalnya, PBB beranggotakan 50 negara dan memiliki peran aktif dalam meningkatkan keamanan, kesejahteraan dan perdamaian hidup di dunia.

 

Sejarah Berdirinya PBB

pixabay.com

Berawal dari tahun 1915, Amerika Serikat terbersit gagasan untuk membentuk sebuah liga. Liga tersebut tujuannya adalah untuk menjauhkan dunia dari ancaman dan bahaya peperangan. Selanjutnya, Woodrow Wilson presiden Amerika Serikat pada tanggal 10 Januari 1920 membentuk Liga Bangsa-Bangsa atau yang disebut League of Nations.

Tujuan dari pembentukan liga ini tidak lain adalah untuk menciptakan dan mempertahankan perdamaian dunia dan agar terwujud kerjasama antar bangsa yang sesuai harapan bersama. Woodrow Wilson berharap agar lembaga ini berperan aktif dalam membantu mencegah peperangan dan sengketa antar bangsa agar terselesaikan dengan cara damai.

Tujuan LBB tersebut dirasa tidak berjalan dengan baik lantaran yang dibuktikan dengan meletusnya Perang Dunia Ke-2 dengan jumlah korban yang tidak main-main. Perang ini terjadi antara Hitler Jerman dan Musollini Italia.

Tidak ketinggalan, pada waktu yang bersamaan, Jepang berupaya melakukan perluasan wilayah dengan jalan militer. Perang tersebut tidak lain adalah dampak dari pengkhianatan atas isi dari LBB sehingga Liga Bangsa Bangsa ini dirasa tidak berjalan sesuai harapan.

Perang Dunia ke-2 menjadi pemicu dunia untuk mewujudkan organisasi yang memang benar mampu mewujudkan tujuan untuk mencapai kedamaian dunia. Kemudian, presiden AS Fanklin Delano Roosevelt dan perdana menterinya yang bernama Wiston Churchill menyampaikan gagasan untuk mengadakan pertemuan yang hasilnya adalah Piagam Atlantik. Isi dari piagam tersebut adalah:

  • Masing-masing negara tidak melakukan perluasan wilayah antar bangsa dengan semaunya.
  • Memberi kebebasan dan menghormati hak masing-masing bangsa dalam memilih bagaimana bentuk pemerintahannya dan juga dalam menentukan nasibnya sendiri.
  • Mengakui bahwa setiap negara punya hak yang sama untuk turut serta dalam perdagangan internasional.
  • Berpartisipasi dalam perdamaian dunia yang diwujudkan dalam bentuk berhak memperoleh kesempatan untuk bebas dari rasa takut dan juga kemiskinan.
  • Selalu berupaya menyelesaikan sengketa yang dialami secara damai.

 

Pedoman Terbentuknya PBB

Dari pokok pikiran yang ada di dalam pertemuan tersebut, inilah yang kemudian menjadi pedoman terbentuknya Perserikatan Bangsa Bangsa dengan beberapa agenda pertemuan sebagai berikut:

  • Inggris, Rusia dan Cina paad tanggal 30 Oktober 1943 sama-sama hadir di Moskow untuk menghadiri deklarasi Moskow. Isinya adalah mengenai terciptanya keamanan umum yang dijembatani oleh adanya organisasia internasional untuk perdamaian dunia.
  • Pertemuan tersebut disusul dengan pertemuan selanjutnya yang digelar di Washington DC pada tahun 21 Agustus 1944. Konferensi yang dihadiri oleh 39 negara ini diberi nama Konferensi Dumbarton Oaks yang agedanya adalah berkaitan dengan rencana mendirikan PBB.
  • Pada tanggal 7 Oktober 1945, bertempat di Washington DC, disiapkan piagam PBB.
  • Piagam PBB tersebut ditandangani tepatnya pada tanggal 26 Juni 1945 di San Fransisco dan mulai diberlakukan sejak tanggal 24 Oktober 1945. Ada 50 negara yang menandatangi piagam PBB itu yang dikenal dengan Original Members atau Negara Pendiri (PBB). Piagam tersebut secara detail berisi tentang pembukaan yang terdiri dari empat alinea, dan batang tubuh yang terdiri dari 19 bab yang dirinci dalam 111 pasal.

 

Tujuan Berdirinya PBB

tujuan berdirinya pbb

pixabay.com

Apa saja tujuan dibentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa? Diantaranya adalah:

  • Membantu menjembatani perdamaian internasional.
  • Menjembatani hubungan antar bangsa yang saling bersahabat dan berkooordinasi dengan baik.
  • Menjalin kerjasama yang baik dalam membantu rakyat agar masyarakat dunia memiliki kehidupan yang lebih baik, mengurangi angka kemiskinan, memberantas penyakit dan juga buiat aksara di berbagai belahan dunia, melindungi lingkungan dari kerusakan dan tidak lupa menghargai kebebasan manusia dan juga hak masing-masing manusia baik itu dalam skop nasional maupun internasional.
  • Adanya Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah wadah yang menjadi tempat kembali untuk membantu mewujudkan tujuan internasional di atas.

 

Tugas PBB

Tugas PBB sebagai lembaga internasional adalah:

  • Membantu mencapai perdamaian dunia dan menyatukan berbagai negara agar terjalin hubungan baik antar sesamanya.
  • Menjalin hubungan yang baik antar negara dan menghindari terjadinya konflik apalagi yang berujung peperangan.
  • Memberikan bantuan bagi bangsa atau negara yang sedang mengalami musibah seperti menjadi korban bencana alam baik itu bancir, gempa bumi, tanah longsor, dan sebagainya.
  • Meng-fasilitasi dan melakukan kerjasama di berbagai aspek kehidupan seperti aspek sosial, ekonomi, politik, budaya dan masih banyak lagi.
  • Berusaha agar negara yang menjadi bagian dari PBB selalu dalam kondisi damai dan berusaha bagaimana caranya agar negara tersebut maju dalam berbagai bidang.

 

Sejarah Masuknya Indonesia jadi Anggota PBB

Indonesia bukan termasuk bagian dari Original Members atau 50 negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejarah mencatat bahwa, Indonesia tergabung menjadi anggota PBB pada urutan ke-60 tepatnya pada tanggal 28 September 1950.

Kenggotaan Indonesia itu disyahkan dengan adanya resolusi Majelis Umum PBB dengan nomor A/RES/491 (V) yang isinya adalah mengenai penerimaan Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada 7 Januari 1965, Indonesia dibawah kepemimpinan presiden Soekarno pernah menarik diri sebagai anggota PBB karena konflik dengan Malaysia. Namun, pada tanggal 19 September 1966, Indonesia kembali berniat bergabung dengan keanggotaan PBB dimana pada tanggal 28 September tahun yang sama, PBB kembali mengundang Indonesia untuk mengikuti sidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2021
Purwakarta Digital Network
Iconic One Theme | Powered by Wordpress