PENGERTIAN AKUNTANSI: Fungsi, Tujuan, Prinsip, Jenis & Manfaat

Pengertian Akuntansi – Akuntansi merupakan suatu ilmu yang sudah berusia ribuan tahun. Perkembangan awalnya sudah dimulai sejak masa Mesopotamia kuno yang mempunyai kaitan erat dengan perkembangan sistem uang.

Hingga kini, akuntansi menjadi ilmu yang terus dipelajari dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Akuntansi

pxhere.com

Akuntansi telah disebut sebagai ‘bahasa bisnis’ untuk mengukur hasil kegiatan ekonomi dalam organisasi tertentu. Informasi mengenai kegiatan ekonomi selanjutnya akan disampaikan kepada berbagai pihak, seperti investor, manajemen, dan regulator.

Akuntansi sendiri merupakan seni untuk mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data mengenai transaksi keuangan, baik dalam bisnis maupun perusahaan. Parktisi dalam bidang akuntansi dinamakan akuntan.

Sementara itu, KBBI mengartikan akuntansi sebagai seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.

Berbicara mengenai akuntansi, tentu tidak dapat lepas dari angka-angka dan perhitungan yang rumit. Maka dari itulah, adanya akuntansi akan memudahkan seseorang dalam mengambil suatu keputusan atau tujuan lainnya. 

Fungsi Akuntansi

akuntansi
pxhere.com

Akuntansi berkaitan erat dengan pelaporan keuangan dari suatu perusahaan, baik keuntungan maupun kerugian. Dengan demikian, akuntansi sangat dibutuhkan terutama dalam dunia bisnis. Hal ini karena akuntansi mengandung beberapa fungsi, seperti berikut ini.

1. Recording Report

Fungsi ini adalah fungsi utama dari akuntansi. Recording report berarti merekam catatan transaksi secara sistematis dan kronologis. Catatan transaksi selanjutnya akan dikirim ke Acoount Ledger hingga akhirnya akan diketahui profit dan loss dari bisnis tersebut.

2. Melindungi Properti dan Aset

Akuntansi berfungsi untuk menghitung jumlah penyusutan aset dengan menggunakan metode yang tepat. Fungsi ini berlaku untuk aset tertentu saja.

Berbagai disipasi tidak sah dari aset akan membuat bisnis menjadi bangkrut. Oleh karena itu, sistem akuntansi dibuat guna melindungi properti dan juga aset bisnis perusahaan dari pemakaian yang tidak sah.

3. Mengomunikasikan Hasil

Akuntansi juga berfungsi untuk mengomunikasikan hasil dan transaksi bisnis. Selanjutnya hasil tersebut akan dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan pada perusahaan seperti investor, kreditor, peneliti, instansi pemerintah, maupun instansi lainnya.

4. Meeting Legal

Fungsi akuntansi juga erat kaitannya dengan perancangan dan juga pengembangan sistem. Sebagai contoh, sistem untuk memastikan catatan dan pelaporan hasil selalu memenuhi persyaratan hukum.

Sistem ini selanjutnya akan diperlukan untuk mengaktifkan kepemilikan atau wewenang untuk mengajukan berbagai pernyataan. Di antara pernyataan tersebut, ada Pengembalian Pendapatan Pajak, Pengembalian Penjualan Pajak, dan lain-lain.

5. Pengklasifikasian

Selanjutnya, akuntansi berfungsi untuk mengklasifikasi semua data yang tercatat. Dengan klasifikasi ini, jenis transaksi atau entri akan lebih mudah dibaca dan dicari. Aktivitas pengklasifikasian ini dilakukan pada buku yang disebut ledger.

6. Membuat Ringkasan

Aktivitas meringkas melibatkan penyajian data rahasia untuk pengguna akhir dari laporan akuntansi yang bersangkutan. Aktivitas membuat ringkasan mengarah pada penyusunan laporan neraca saldo, laba rugi, hingga neraca.

7. Analisis dan Menafsirkan

Fungsi terakhir dari akuntansi adalah melakukan analisis dan juga menafsirkan data keuangan. Proses analisis akan dilakukan pada data keuangan untuk kemudian diinterpretasikan dengan cara yang mudah dimengerti.

Hal ini akan membantu dalam membuat penilaian mengenai kondisi keuangan. Selain itu, profitabilitas bisnis juga turut terbantu dalam pembuatannya.

Hasil analisis data keuangan juga akan digunakan untuk persiapan rencana di masa depan. Dari hasil itu, akan muncul framing dari kebijakan untuk pelaksanaan rencana tersebut.

Tujuan Akuntansi

pixabay.com

Secara umum, akuntansi mempunyai tujuan untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi terkait kinerja, keuangan, posisi keuangan, dan arus kas dalam sebuah bisnis atau perusahaan. Informasi ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan ekonomi.

Berikut merupakan beberapa tujuan dari akuntansi.

1. Tujuan Secara Umum

  • Memberikan informasi mengenai keuangan, mulai dari aktiva hingga pasiva perusahaan
  • Memberikan informasi tentang perubahan dari berbagai sumber ekonomi perusahaan
  • Menyediakan informasi keuangan yang akan membantu perusahaan dalam membuat estimasi potensi untung rugi
  • Memberikan informasi tentang perubahan sumber ekonomi perusahaan, mulai dari aset, hutang, hingga modal
  • Menyediakan informasi laporan keuangan lainnya untuk membantu pihak yang memerlukan laporan tersebut

2. Tujuan Secara Khusus

Akuntansi bertujuan untuk menyediakan informasi dalam bentuk laporan. Isi dari laporan tersebut memuat posisi keuangan, hasil usaha, hingga perubahan posisi keuangan lainnya.

Laporan ini dibuat berdasarkan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

3. Tujuan Kualitatif

Secara kualitatif, akuntansi dapat memiliki beberapa tujuan sebagai berikut.

  • Memberikan informasi yang relevan yang telah teruji keberkahan dan validitasnya
  • Informasi yang disampaikan tersebut merupakan laporan yang mudah dimengerti oleh pihak yang mempunyai kepentingan di dalamnya
  • Menyampaikan laporan keuangan untuk semua pihak yang terkait dengan perusahaan
  • Memberikan informasi transaksi secara real-time
  • Informasi akuntansi harus sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dan harus dapat diperbandingkan
  • Penyampaian laporan keuangan perusahaan harus dibuat secara lengkap dan sesuai dengan standar pengungkapan laporan keuangan

Prinsip Akuntansi

pixabay.com

Prinsip akuntansi adalah acuan atau dasar dalam melakukan suatu proses akuntansi. Pemakaian prinsip ini dimaksudkan untuk memunculkan penilaian secara objektif terhadap produk akuntansi.

Di Indonesia, prinsip akuntansi diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). IAI adalah badan yang mengatur peraturan dan kebijakan akuntansi di Indonesia. Berikut ini adalah prinsip-prinsip akuntansi yang harus Anda ketahui.

1. Prinsip Entitas Ekonomi

Prinsip ini dinamakan konsep kesatuan usaha. Artinya, akuntansi menganggap perusahaan merupakan sebuah kesatuan ekonomi yang berdiri sendiri. Perusahaan terpisah dengan entitas ekonomi lain bahkan dengan pribadi pemilik.

2. Prinsip Periode Akuntansi

Prinsip ini disebut juga prinsip kurun waktu, yang berarti penilaian dan pelaporan perusahaan dibatasi oleh periode waktu tertentu.

3. Prinsip Biaya Historis

Prinsip ini mengharuskan setiap barang dan jasa dicatat berdasarkan semua biaya yang digunakan untuk mendapatkannya.

4. Prinsip Satuan Moneter

Prinsip ini berarti pencatatan transaksi hanya dinyatakan dalam bentuk mata uang saja. Semua catatan hanya terbatas pada segala yang dapat diukur dan dinilai dengan satuan uang. Pencatatan tidak melibatkan hal-hal non kualitatif seperti mutu, prestasi, dll.

5. Prinsip Kesinambungan Usaha

Prinsip ini menganggap bahwa entitas ekonomi atau bisnis akan berjalan secara berkesinambungan tanpa ada pembubaran atau pun penghentian. Terdapat pengecualian dalam hal ini, yaitu ketika terjadi peristiwa tertentu yang dapat menyanggah prinsip.

6. Prinsip Pengungkapan Penuh

Prinsip ini berarti laporan keuangan harus dilaporkan secara penuh, dengan informasi yang informatif dan dapat dimaklumkan sepenuhnya. Informasi yang tidak dapat disajikan harus diberi keterangan tambahan informasi.

7. Prinsip Pengakuan Pendapatan

Pendapatan akan diakui ketika terdapat kepastian mengenai jumlah yang dapat diukur secara tepat dengan harta yang diperoleh dari transaksi penjualan.

8. Prinsip Mempertemukan

Prinsip ini berarti mempertemukan biaya dengan pendapatan yang diterima dengan tujuan menentukan besar-kecilnya laba bersih pada setiap periode.

9. Prinsip Konsistensi

Prinsip ini berarti dalam pelaporan keuangan harus tetap dan digunakan secara konsisten. Metode dan prosedur dalam pelaporan tidak berubah-ubah.

Hal ini tidak lain bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat dibandingkan dengan laporan pada periode sebelumnya.

10. Prinsip Materialitas

Prinsip akuntansi bertujuan untuk menyeragamkan seluruh aturan, meskipun pada kenyataannya tidak semua menuruti teori yang ada. Seharusnya setiap proses akuntansi sesuai dengan ranah akuntansi yang orientasinya kepada pengguna laporan keuangan.

Jenis Jenis Akuntansi

pixabay.com

Akuntansi memiliki bidang yang berbeda-beda. Berikut ini disebutkan beberapa jenis akuntansi

1. Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan merupakan bidang akuntansi yang menyangkut pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan. Pencatatan ini dilakukan secara berkala sebagai sumber informasi yang berguna, baik untuk manajemen, pemilik perusahaan, maupun kreditor.

Bila diperhatikan, hampir setiap bisnis pasti menerapkan akuntansi keuangan untuk melaporkan dana perusahaan. Pencatatan akuntansi keuangan dilakukan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

2. Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen merupakan akuntansi yang berfokus pada pengukuran, analisis, dan pelaporan informasi yang dapat membantu sekaligus memudahkan manajer dalam membuat keputusan guna mencapai tujuan organisasi.

Tindakan dan laporan internal pada akuntansi manajemen didasarkan pada analisis biaya-manfaat. Selain itu, pelaporannya tidak harus mengikuti standar akuntansi di Indonesia.

3. Audit

Audit merupakan verifikasi asersi yang dibuat oleh orang lain mengenai suatu laporan keuangan. Selain itu, audit juga berarti akuntansi pemeriksaan yang tidak memihak dan evaluasi laporan keuangan dalam suatu organisasi.

4. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi merupakan bagian dari sistem informasi organisasi yang memiliki fokus pada pemrosesan data keuangan. Saat ini, banyak perusahaan yang sudah menggunakan sistem informasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) banyak dilakukan pada industri perbankan dan keuangan. Hal ini terutama berfungsi untuk mendeteksi adanya penipuan. Selain itu, kecerdasan buatan juga digunakan pada industri lain seperti ritel dan keamanan siber.

5. Akuntansi Pajak

Akuntansi jenis ini merupakan struktur metode yang berfokus pada pajak daripada tampilan laporan keuangan. Standar perpajakan pun juga lain jika dibandingkan dengan standar akuntansi keuangan.

Hal ini tidak lain karena dalam perpajakan tidak terdapat yang namanya akuntansi, melainkan hanya pencatatan pembukuan saja.

6. Akuntansi Forensik

Akuntansi forensik merupakan gabungan antara bidang ilmu akuntansi dengan kemampuan untuk melakukan investigasi. Akuntansi jenis ini berguna untuk memecahkan suatu masalah atau sengketa keuangan atau dugaan fraud.

Hasil dari akuntansi forensik ini pada akhirnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh pengadilan atau arbitrase untuk memutuskan suatu perkara.

Manfaat Akuntansi

pixabay.com

Akuntansi dapat memudahkan kegiatan ekonomi secara tepat dan efisien. Ini karena akuntansi mempunyai manfaat yang begitu besar. Berikut adalah beberapa manfaat dari akuntansi.

1. Perencanaan, Koordinasi, Pengawasan dan Kontrol

Informasi keuangan dalam akuntansi pasti melalui proses yang tidak sebentar. Proses laporan hingga sampai kepada manajemen tentu diawali dengan perencanaan, koordinasi, hingga pengawasan dan kontrol pada semua kondisi keuangan perusahaan.

2. Menetapkan Aktivitas Perusahaan

Laporan keuangan yang telah diselesaikan akan memuat harta, kewajiban, dan modal. Atas laporan ini, perusahaan akan lebih mengenal kondisi nyata keuangan perusahaan.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengalokasikan sumber dana yang ada untuk dibagi guna membayar hutang atau kebutuhan yang lainnya.

3. Sebagai Dasar Perhitungan Pajak

Pajak adalah kewajiban. Setiap perusahaan harus membayar pajak kepada negara karena sudah diatur oleh pemerintah. Besaran pajak yang harus dibayarkan akan bergantung pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan.

4. Informasi Keuangan Untuk Investor

Investor tentu tidak akan sembarangan dalam menginvestasikan modalnya. Sebelum melakukan investasi, investor akan membaca laporan keuangan dari perusahaan yang menjadi targetnya.

Dengan demikian, laporan keuangan menjadi sangat penting guna menarik investor untuk berinvestasi pada perusahaan.

5. Menentukan Kebijakan

Akuntansi juga bermanfaat untuk menentukan kebijakan perusahaan selanjutnya. Kebijakan diambil guna memenuhi visi dan misi perusahaan yang telah dicanangkan.

Sebelum mengambil kebijakan, tentu perusahaan akan memperhatikan laporan keuangan terlebih dahulu. Dengan demikian, adanya laporan keuangan akan sangat berpengaruh terhadap langkah yang akan ditempuh selanjutnya.

6. Mempermudah Pembukuan

Tanpa akuntansi, perusahaan akan kesulitan dalam pembukuannya. Adanya ilmu akuntansi ini tentu membantu perusahaan dalam mengefisienkan pelaporan keuangan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *