PENGERTIAN DATA: Fungsi, Sumber, Jenis Jenis Data dan Contohnya

Pengertian Data – Data merupakan elemen awal yang menjadi dasar pertimbangan pemutusan suatu kebijakan. Secara sederhana data adalah kumpulan dari fakta-fakta yang dapat memberikan gambaran luas suatu keadaan.

Data dikumpulkan melalui cara-cara tertentu kemudian diolah sehingga menghasilkan suatu informasi yang jelas dan mudah dipahami.

Data dibutuhkan dalam beragam bidang, mulai dari pergudangan, kependudukan, penjualan, penelitian dan sebagainya. Semakin kompleks data maka semakin rumit juga pengelolaannya.

Pengertian Data

pengertian data
pixabay.com

Data adalah kumpulan dari fakta yang dapat berupa angka, simbol ataupun tulisan yang diperoleh melalui pengamatan suatu objek.  data yang baik harus dapat dipercaya kebenarannya (reliable), akurat, tepat waktu, dan mencakup ruang lingkup yang luas.

Data masih bersifat mentah, sehingga orang yang melihat atau membacanya belum bisa mendapat suatu informasi yang utuh.  Maka dari itu perlu adanya pengolahan terhadap data yang diperoleh sehingga menghasilkan sebuah informasi yang dapat dipahami.

 

Pengertian Data Menurut Para Ahli

  • Menurut Mills (1984:17) Data adalah fakta mentah, observasi atau kejadian dalam bentuk angka dalam bentuk angka atau simbol khusus.
  • Menurut Syafrizal Helim Situmorang Data adalah sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari hasil observasi (pengamatan) suatu obyek.
  • Menurut Kamus Webster data adalah things known or assumed atau sesuatu yang diketahui dan dianggap.
  • Menurut KBBI data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian untuk membuat analisis dan kesimpulan.

Kesimpulan

Pengertian data adalah kumpulan fakta yang diperoleh dari hasil riset, pengamatan atau penelitian suatu objek.

Fungsi Data

fungsi data
pixabay.com

Data memiliki beragam fungsi atau manfaat, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Dasar Membuat Keputusan
Data dapat digunakan untuk membuat keputusan terbaik terhadap suatu permasalahan yang ada. Dengan data keputusan akan lebih mudah dibuat dan lebih dapat dipertanggungjawabkan

2. Sebagai Dasar Perencanaan
Dalam membuat suatu perencanaan diperlukan adanya suatu parameter yang akurat. Data disini dibutuhkan untuk menjadi parameter dan acuan dalam membuat suatu perencanaan.

Dengan adanya data juga mampu untuk memperkirakan keadaan di masa yang akan datang, sehingga suatu perencanaan akan lebih terarah dan tingkat keberhasilannya semakin tinggi.

3. Sebagai Acuan Implementasi Suatu Kegiatan
Dengan adanya data dapat dijadikan acuan atau tolak ukur untuk melakukan suatu kegiatan.

4. Sebagai Bahan Evaluasi
Dalam suatu organisasi atau lembaga pasti diperlukan adanya evaluasi untuk meningkatkan mutu. Data disini berperan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan atau kinerja suatu organisasi.

Jenis Jenis Data dan Contohnya

jenis jenis data
isdijanto via google book

Data dikelompokkan menjadi berbagai jenis, diantaranya adalah berdasarkan sifatnya, berdasarkan sumbernya, berdasarkan waktu pengumpulannya, dan berdasarkan cara memperolehnya.

1. Jenis Data Berdasarkan Cara Memperolehnya

Data berdasarkan cara memperolehnya dibedakan menjadi 2, yaitu data primer dan data sekunder.

a. Data Primer
Data primer adalah data yang didapat dan dikumpulkan langsung dari objek yang diteliti oleh orang atau organisasi yang melakukan penelitian.

Contoh:

  • Data hasil kuisioner terhadap responden
  • Data hasil wawancara langsung
  • Data hasil survey

b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak atau sumber lain yang telah ada. Jadi penulis tidak mengumpulkan data langsung dari objek yang diteliti.

Biasanya data sekunder diperoleh dari penelitian-penelitian terdahulu dan data diterima dalam bentuk jadi, seperti diagram, grafik, tabel.

Contoh:

  • Data sensus penduduk oleh BPS
  • Data penyakit kanker yang dikeluarkan oleh WHO
  • Data startup di Indonesia yang dikeluarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi

2. Jenis Data Berdasarkan Sifatnya

Jenis data berdasarkan sifatnya dibagi lagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.

a. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data deskriptif atau data yang tidak berbentuk angka,biasanya dinyatakan dalam bentuk verbal, simbol, atau gambar.

Data kualitatif dapat diperoleh melalui wawancara, kuisioner, observasi, studi literatur, dan lain sebagainya.

Data kualitatif biasanya bersifat objektif, sehingga setiap orang yang membacanya akan menimbulkan penafsiran yang berbeda.

Contoh:

  • Kuisioner tentang tingkat kepuasan pasien di suatu rumah sakit
  • Kualitas pelayanan di hotel, dan lain-lain.
  • Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka yang diperoleh dari suatu penelitian, pengukuran, atau observasi.

b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif dapat diperoleh dengan melakukan survey untuk mendapatkan jawaban rigid berupa angka.

Data kuantitatif ini bersifat objektif, sehingga setiap orang yang mebaca atau melihat data ini akan menafsirkannya dengan sama.

Contoh:

  • Umur Rudi 20 tahun
  • Tinggi badan rata-rata di kelas A adalah 172 cm
  • Suhu di Kota Jakarta mencapai 37 derajat
  • Pendapatan perkapita Indonesia mencapai 20 triliun, dan lain sebagainya.

3. Jenis Data Berdasarkan Sumbernya

Data berdasarkan sumbernya dibagi menjadi dua macam, yaitu data internal dan data eksternal.

a. Data Internal
Data internal adalah data yang diperoleh langsung dari suatu organisasi atau tempat dilakukannya penelitian.

Contoh:

  • Kebutuhan tenaga kerja di suatu perusahaan
  • Jumlah karyawan di perusahaan
  • Tingkat kepuasan karyawan di suatu institusi
  • Data eksternal adalah data yang diperoleh dari luar organisasi atau tempat dilakukannya penelitian. Data eksternal ini biasnya digunakan sebagai pembanding antara organisasi lain dengan organisasi yang bersangkutan.

b. Data Eksternal 
Data eksternal adalah data yang diperoleh dari luar lingkup kerja kita.

Contoh:

  • Data kependudukan yang dikeluarkan oleh BPS
  • Data penjualan produk perusahaan lain
  • Jumlah siswa di sekolah lain

4. Jenis Data Berdasarkan Waktu Pengumpulannya

Jenis data berdasarkan waktu pengumpulannya dibagi menjadi dua macam, yaitu data cross section dan data berkala (time series data) .

a. Data cross section

Data cross section adalah data yang diambil pada 1 periode waktu tertentu sehingga ia membutuhkan data di waktu lain jika ingin melakukan perbandingan.

Contoh sederhana: dalam sebuah desa ada 100 KK, dengan parameter tertentu 30% nya dikategorikan sebagai keluarga Miskin. Nah 30% nya itu adalah data yang dihasilkan dari data cross section karena hanya mencakup titik waktu itu saja.

Untuk melakukan perbandingan apakah di desa tersebut angka kemiskinan menurut atau naik, maka ia membutuhkan data-data yang sebelumnya telah diteliti.

Contoh:

  • Data penjualan suatu perusahaan pada bulan Februari 2018
  • Data keuangan perusahaan pada bulan Mei 2015

b. Data Berkala

Data berkala adalah data yang diambil secara kontinu dari waktu ke waktu untuk mengetahui perkembangan dari objek yang sedang diamati atau diobservasi.

Data ini nantinya akan diamati pola perubahannya dari periode ke periode. Pola perubahan ini dapat digunakan untuk membuat perencanaan atau mengambil sebuah keputusan. Data berkala dapat diambil setiap hari, minggu, bulan, triwulan, atau setiap tahun.

Contoh:

  • Data impor beras Indonesia tahun 2010 – 2020
  • Jumlah penjualan perharai selama bulan Agustus 2019
  • Hasil pertanian setiap bulan selama tahun 2019

Sumber Data

Menurut Zuldafrial (2012:46), sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Ada dua macam sumber data, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.

Sumber data primer adalah sumber data diperoleh langsung oleh peneliti. Sedangkan sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak diperoleh langsung oleh peneliti, biasanya sumber data ini diperoleh dari pihak lain.

Metode Pengumpulan Data

metode pengumpulan data
pixabay.com

Metode pengumpulan data adalah teknik yang digunakan dalam suatu penelitian untuk mengumpulkan atau memperoleh data. Metode pengumpulan data menjadi hal yang tak kalah pentingnya dalam suatu penelitian.

Pengumpulan data bertujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dan mencapai tujuan penelititan. Dengan teknik pengumpulan data yang tepat akan diperoleh data yang akurat, sehingga hasil dari penelitian memiliki kredibilitas yang tinggi.

Ada beberapa teknik atau metode untuk mengumpulkan data, yaitu wawancara, observasi, angket (kuesioner), dokumentasi.

1. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan narasumber untuk mendapatkan informasi. Wawancara dapat dilakukan secara langsung/tatap muka ataupun tanpa tatap muka, yaitu melalui media komunikasi.

Wawancara terbagi menjadi dua jenis:

a. Wawancara Terstruktur
Pada wawancara terstruktur, peneliti teleh mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu seperti kamera, perekam suara, alat tulis, dan lain sebagainya.

b. Wawancara Tidak Terstruktur
Lain halnya dengan wawancara tidak terstruktur, biasanya peneliti tidak mempersiapkan pertanyaan terlebih dahulu.

2. Observasi

Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek menggunakan pancaindera. Observasi bertujuan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk suatu penelitian. metode pengumpulan data ini terbagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Participant observation
Pada participant observation, peneliti ikut terlibat langsung dalam proses observasi terhadap suatu objek yang sedang diamati.

b. Non participant observation
Sedangkan non participant observation, peneliti tidak terlibat secara langsung dalam proses observasi.

3. Angket (kuesioner)

Metode pengumpulan data berikutnya adalah angket (kuesioner). Metode ini dilakukan dengan cara meberikan pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada sejumlah responden yang dijadikan sampel pada suatu penelitian.

Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kueasioner dibedakan menjadi dua jenis:

  • Kuesioner terbuka -> Pada kuesioner terbuka responden diberikan kebebasan untuk menjawab kuesioner.
  • Kuesioner tertutup -> Sebaliknya pada kuesioner tertutup sudah disediakan pilihan jawaban umtuk dipilih sesuai dengan kondisi responden.

4. Dokumentasi

Dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dan menganalisi dokumen-dokumen yang telah ada. Dokumen dapat berupa  autobiografi, surat, arsip foto, jurnal kegiatan, dan lain sebagainya.


Demikian tulisan singkat mengenai data, mulai dari apa itu definisi data, jenis jenis data, metode pengumpulan data, sumber data serta contoh data. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *