PENGERTIAN GEMPA BUMI : Penyebab, Jenis, Akibat & Proses Terjadinya

Gempa Bumi adalah sebuah getaran atau pergerakan yang terjadi secara tiba tiba akibat adanya pelepasan energi secara tiba tiba yang terjadi pada permukaan bumi. Pelepasan energi yang secara tiba tiba mengakibatkan gelombang seismik, yang bisa bersifat destruktif pada berbagai hal yang berdiri diatas permukaan bumi, termasuk bangunan, pohon pohon, dan lain lainnya.

Gempa bumi belum dapat diprediksi oleh berbagai macam teknologi yang sudah ada pada masa kini, namun kekuatannya dapat diukur dengan menggunakan Seismometer. Skala yang paling umum untuk digunakan dalam mengukur kekuatan gempa bumi adalah skala Richter.

Gempa bumi yang mempunyai skala Ricther dibawah 3 atau sekitar 3 biasanya tidak dapat dirasakan, namun jika besarnya sudah mencapai 7 skala Richter dipastikan gempa itu berpotensi menimbulkan kerusakan yang serius.

Tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa selain karena kekuatannya, namun juga diukur dari seberapa luas daerah yang terjadi gempa bumi. Kedalaman gempa bumi yang terjadi pada suatu permukaan bumi juga dapat berpengaruh terhadap potensi destruktifnya, semakin dekat dengan permukaan tanah, maka gempa bumi akan semakin berpotensi mempunyai sifat destruktif yang lebih besar.

Walaupun tidak ada batasan pasti berapa skala Ricther maksimal gempa bumi yang dapat terjadi, namun sejarah mencatat gempa bumi terbesar yang pernah terjadi adalah berkekuatan hingga 9 skala Ricther, namun tidak lebih dari 10 skala Richter.

 

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

pixabay.com

Pelepasan energi secara tiba tiba di atas permukaan bumi adalah penyebab dari gempa bumi. Pelepasan energi secara tiba tiba ini diakibatkan oleh adanya pergerakan lempeng bumi yang menghasilkan sebuah tekanan.

Jika tekanan yang terjadi semakin tinggi dan besar maka tekanan itu nantinya sudah tidak dapat lagi ditahan oleh pinggiran lempeng, dan saat inilah gempa bumi terjadi. 

Gempa bumi juga bisa disebabkan oleh aktifitas gunung berapi aktif, dan gempa ini terjadi beriringan dengan proses berjalannya gunung berapi akan meletus.

Beberapa gempa lainnya juga dapat terjadi akibat ulah manusia dan tidak dilakukan oleh alam sama sekali. Contohnya adalah tumpukan massa air yang super besar pada sebuah bendungan yang pernah terjadi di daerah Afrika, negara Zambia.

Ada juga yang disebabkan oleh injeksi atau masuknya, dan akstraksi cairan ke dalam atau dari bumi, seperti yang pernah terjadi di pegunungan Rocky Arsenal yang berhubungan dengan adanya pembangkit listrik tenaga panas bumi. Bahan peledak yang diledakkan manusia juga dapat mengakibatkan gempa bumi, contohnya uji coba terhadap suatu peledak atau proses uji coba senjata nuklir.

Indonesia merupakan negara yang tergolong sebagai negara yang rawan gempa bumi karena lokasinya yang berada di cincin api dunia, dan mempunyai gunung berapi aktif serta barisan pegunungan baik di darat ataupun di bawah laut yang sangat banyak. Oleh karena itu sebagai orang Indonesia kita semua harus mempunyai edukasi yang cukup mengenai hal ini, simaklah uraian berikutnya di bawah ini.

 

Proses Terjadinya Gempa Bumi

pixabay.com

Gempa bumi yang terjadi akibat adanya pergeseran lempeng bumi juga disebut sebagai gempa bumi tektonik yang luas daerahnya sangat susah diperkirakan dan diprediksi.

Berbeda dengan gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas gunung api aktif, dimana luas daerah yang terjadi kira kira tidak jauh dari lokasi gunung berapi aktif tersebut. Gempa bumi tektonik dalam prosesnya juga dibagi ke dalam beberapa jenis berikut ini.

Jenis yang pertama dari gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas lempeng bumi yang bergerak saling berjauhan. Lempeng bumi yang bergerak saling menjauh ini, dapat mengakibatkan terbentuknya lempeng baru di antara lempeng bumi yang bergerak saling menjauh itu.

Lempeng bumi yang baru terbentuk ini mempunyai berat jenis yang lebih kecil dibandingkan lempeng yang bergerak saling menjauh, sehingga membuat lempeng baru ini menerima tekanan yang lebih besar dari kedua lempeng lainnya.

Tekanan inilah yang dapat mengakibatkan gempa bumi. Jenis kedua adalah jenis pergerakan lempeng bumi yang saling bergeser satu sama lain. Proses terjadinya gempa bumi pada jenis kedua ini hampir sama dengan jenis pertama yang bergerak saling menjauh.

Jenis yang ketiga adalah adanya pergerakan lempeng bumi yang bergerak saling mendekat atau saling bertumpuk satu sama lain. Pergerakan lempeng yang saling mendekat ini dapat membuat permukaan bumi ada yang lebih tinggi dan lebih rendah satu sama lain, contohnya adalah adanya dataran rendah dan dataran tinggi.

Contoh lainnya adalah yang terjadi pada Gunung Everest yang lempeng di bawah gunung ini bergerak saling bertumpuk dan membuat Gunung Everest ini menjadi semakin tinggi.

Proses terjadinya gempa bumi akibat aktivitas gunung api aktif adalah proses gempa bumi yang terjadi akibat gunung tersebut akan atau memulai proses letusannya. Berdasarkan dua proses diatas, maka tidak heran jika wilayah di Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa bumi.

Selain karena terletak di daerah cincin api, dan mempunyai gunung api yang sangat banyak, Indonesia juga merupakan wilayah yang menjadi titik temu dua lempeng besar yang ada di dunia.

 

Jenis Jenis Gempa Bumi

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penyebab gempa bumi di dunia ini disebabkan oleh dua hal. Pertama adalah sebab sebab alamiah yang terjadi akibat adanya pergerakan lempeng bumi, dan aktivitas gunung berapi yang aktif.

Kedua aktivitas gempa bumi dapat terjadi akibat campur tangan atau ulah manusia itu sendiri. Contohnya seperti yang sudah disebutkan diatas yaitu adanya ledakan yang diakibatkan oleh peledak buatan tangan manusia.

 

Gempa Bumi Terdahsyat di Indonesia

pixabay.com

Gempa bumi paling dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia adalah gempa bumi yang melanda daerah Aceh, dan sebagian Sumatera Utara. Gempa ini terjadi pada tanggal 26 Desember tahun 2004 silam. Gempa bumi ini berepisentrum di Samudra Hindia, dan mempunyai kekuatan yang sangat besar yaitu 9,3 skala Richter.

Gempa tersebut tidak hanya berdampak bagi Indonesia, namun juga Thailand, Malaysia, India di bagian pantai Timurnya, dan hingga mencapai Sri Lanka. Dilaporkan sebanyak sekitar ratus ribuan orang meninggal dunia, puluhan ribu orang menghilang, dan ratus ribuan rumah yang hilang.

Gempa dahsyat ini tidak hanya membawa kerusakan besar, tapi juga membawa gelombang Tsunami yang juga sangat dahsyat sehingga menyebabkan tingkat kerusakan dan kerugian material yang sangat besar, dan juga korban jiwa yang lebih besar lagi.

Ombak Tsunami yang menyapu daerah ini diperkirakan setinggi Sembilan meter, dan bencana ini juga tergolong sebagai bencana yang menyebabkan kematian terbesar sepanjang sejarah manusia.

Saking kuatnya gelombang Tsunami ini, gelombangnya dapat dirasakan hingga mencapai daerah Afrika seperti Tanzania, dan Somalia. Gempa ini juga menjadi gempa terbesar yang pernah menimpa Indonesia di era modern, dan mengakibatkan korban meninggal yang sangat banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *