Pengertian Integritas, Komitmen, Kredibilitas & Contohnya, Lengkap!

Pengertian Integritas adalah konsistensi antara tujuan yang telah ditetapkan dengan nilai, tindakan, norma, metode, ukuran, dan prinsip untuk mencapai tujuan tersebut. Secara sederhana orang yang memiliki integritas mempunyai karakter yang kuat dalam keinginannya dalam menggapai tujuan dengan cara terbaik.

Orang yang memiliki integritas umumnya mengindikasikan bahwa dia adalah orang yang jujur, detail, karakter kuat, tidak mudah jatuh, dan pantang menyerah sebelum mendapatkan hasil terbaik.

Banyak teori yang menyebutkan bahwa integritas erat kaitannya dengan kepemimpinan suatu perusahaan atau negara. Integritas merupakan wujud nyata dari kepercayaan yang dimiliki akan kemampuan, kesesuaian kata dengan tindakan, dan tentunya hasil yang sesuai dengan keinginan.

Pemimpin yang memiliki integritas tinggi senantiasa bertanggung jawab terhadap semua yang dilakukannya berikut orang yang berada pada naungannya. Pemimpin tersebut juga selalu mengevaluasi setiap tujuan yang belum bisa dicapai. Ia juga mendengarkan pendapat orang lain untuk membantunya mencapai tujuan yang dinginkan.

Sebuah nilai integritas tidak bisa didapatkan secara instan. Integritas harus disesuaikan antara tindakan yang dilakukan dengan perkataan yang telah dilontarkan.

 


Pengertian Komitmen


pengertian integritas
sarv.com

Nilai yang masih berhubungan dengan integritas adalah komitmen dimana sifat ini menjadi salah satu syarat utama jika ingin dinilai mempunyai integritas tinggi. Ada banyak teori yang menjelaskan tentang komitmen yang secara garis besar diartikan sebagai kontinuitas atau terus menerus.

Komitmen adalah sebuah langkah yang diambil dan diputuskan untuk dikerjakan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan serta melakukan segala hal yang telah diputuskan tersebut dengan sebaik-baiknya. Sehingga bisa dipermudah bahwa komitmen adalah mengerjakan segala yang telah dibuat sebagai tujuan dengan sebaik-baiknya.

Tidak mudah untuk mendapatkan rasa komitmen pada diri seseorang karena yang bisa memunculkan hal tersebut adalah diri sendiri. Ada banyak orang yang sering mengatakan tujuannya namun tidak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Komitmen bisa dibilang sebagai sebuah janji pada diri sendiri untuk mendapatkan harga diri dengan menyelesaikan tugas yang telah diberi.

Maka dari itu, ketika seseorang sudah berjanji maka tidak ada alasan lagi untuk tidak menepatinya. Dia akaa melakukan segala macam hal untuk dapat memenui janjinya tersebut. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa cara untuk mendapatkan nilai komitmen, harus tetap pada prosedur yang ada.

Dalam arti lain, komitmen adalah kesesuaian kata yang terucap dengan hati yang bergerak disertai dengan tindakan nyata untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari janji tersebut. Jadi komitmen bukan hanya rasa setia atau mengabdi akan tetapi tentang apa yang dilakukan untuk kesetian dan pengabdian tersebut.

Sikap komitmen sangat penting dimiliki khususnya untuk pemimpin agar selalu konsisten dalam menggapai tujuan dengan memandang semua hal dari berbagai aspek sehingga jalan menuju tujuan bisa dilalui dengan baik. Hal yang paling penting dalam menjaga nilai komitmen adalah konsistensi tindakan untuk meraih tujuan.

 


Pengertian Kredibilitas


Kredibilitas selalu disandingkan dengan kata integritas karena memang kedua sifat ini terbentuk dari kepercayaan orang lain pada kemampuannya. Akan tetapi keduanya merupakan hal yang berbeda layaknya buah apel, kredibilitas merupakan kulit apel yang memiliki manfaat dan bisa menarik minat pembelinya sedangkan daging buah apel adalah integritasnya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa kredibilitas berkaitan erat dengan cara kerja dengan menggunakan head (otak) yang berhubungan dengan keterampilan, keahlian, intelegensi, dan hard skillnya.

Sedangkan integritas memiliki sistem kerja yang dimulai dari heart (hati) yang berhubungan dengan ketulusan, kejujuran, keinginan yang kuat, dan konsistensi terhadap tujuan.

Terdapat dua unsur yang membangun kredibilitas seseorang yakni kapabilitas atau kemampuannya dan pengalaman yang dimilikinya. Dalam sebuah pekerjaan kedua sifat ini sangatlah penting karena dengan memiliki kapabilitas dan pengalaman menjadi modal bahkwa pekerjaan tersebut sudah berada di tangan ahlinya.

Kapabilitas tentunya dibutuhkan untuk mendapatkan orang yang berkapasitas atau mumpuni dalam melakukan tujuan yang telah ditargetkan. Sedangkan pengalaman bisa menjadi pembelajaran untuk cepat mendapatkan tujuan yang diinginkan.

Pemimpin yang telah memiliki kredibilitas tinggi akan dengan mudah menghadapi berbagai rintangan dan halangan dalam menggapai sebuah tujuan. Oleh karena itulah kredibilitas sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat atau karyawannya sebagaimana kepercayaan penumpang pada supir mobilnya.

Supir mobil yang memiliki kredibiltas akan membuat penumpang merasa nyaman dan terlindungi dengan banyaknya pengalaman dalam melewati ebrbagai kontur jalan. Sedangkan integritas seorang supir akan dibutuhkan dengan memiliki surat izin kendaraan, surat izin mengemudi, dan pemahaman akan tanda atau rambu jalan.

Salah satu penyebab hilangnya kredibilitas adalah hilangnya kepercayaan dari masyarakat dan salah satu penyebab kehilangan kepercayaan adalah pemimpin tersebut tidak memiliki nilai integritas dalam menjalankan tugasnya.

 


Contoh Integritas, Komitmen, dan Kredibilitas 


Dalam bekerja ketiga sifat ini merupakan kunci sukses sebuah perusahaan atau perkantoran. Semua sifat ini harus dimulai dari pemimpinnya, jika tidak maka jangan mengharapkan hasil yang maksimal.

Namun bukan hanya pemimpin yang harus memiliki sikap ini akan tetapi seluruh elemen yang berhubungan dengan usaha atau kantor tersebut harus memiliki ketiga sifat ini. Berikut ini contoh tindakan nyata dari ketiga nilai tersebut.

  1. Datang tepat waktu merupakan langkah pertama yang menunjukkan akan integritas dan komitmen untuk melangkah lebih maju. Datang tepat waktu dan bukan karena absensi akan tetapi lebih karen ada setumpuk tugas yang harus diselesaikan segera.Jika masih datang tepat waktu namun karena danya absensi maka belum bisa dikatakan memiliki ketiga sikap tersebut. Wakt merupakan hal yang paling penting dalam sebuah perkejaan sehingga keterlambatan seperti datang terlambat bisa memancing keterlambatan pekerjaan lainnya.
  2. Menyelesaikan tugas dengan baik merupakan contoh yang kedua. Ketepatan waktu dan proses pengerjaan yang baik bisa menjadi titik dasar penilaian akan kredibilitas dan integritas. Setiap pekerjaan selalu memiliki tingkat kesulitan dan beban yang berbeda namun langkah untuk menyelesaikan tugas tersebutlah yang dapat mendatangkan penilaian orang.Ciri tugas yang diselesaikan dengan baik adalah tepat waktu atau sesuai jadwal, tidak keluar dari rule yang telah ditetapkan, sesuai dengan permintaan dengan menambahkan inovasi atau ide yang terlebih dahulu dimusyawarahkan dan disepakati, dan tentunya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. 
  3. Berperilaku aktif, konsisten, jujur, dan bertanggung jawab. Dalam menunjukkan nilai integritas dan kredibilitas maka harus memnuhi karaktertersebut. Dalam kehidupan bersosial atau lingkungan yang heterogen semua karakter tersebut penting untuk menunjang kemampuan skill dan membangun trust atau kepercayaan dari pimpinan.Perilaku aktif akan membawa seseorang ke tingkatan yang lebih tinggi apalagi dengan adanya sikap kejujuran dan bertanggung jawab. Namun tak kalah pentingnya adalah konsistensi yang akan membuktikan bahwa pekerja tersebut memiliki komitmen terhadap perusahaan atau perkantoran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *