PERILAKU KONSUMEN : Pengertian, Teori, Faktor & Contoh Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen – Secara sederhana konsumen dapat didefinisikan sebagai orang yang membeli atau memakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen yang kemudian didelegasikan kepada perantara lain untuk dijual dan didistribusikan.

Dalam memasarkan suatu barang, dibutuhkan suatu kemampuan untuk melihat pasar, apa yang diinginkan oleh konsumen dan apa target pasar yang ingin disasar oleh produk yang dikeluarkan. Maka dari itu kemampuan melihat tingkat atatu perilaku konsumen menjadi suatu hal yang cukup penting.

Dalam dunia pemasaran, ada banyak hal yang cukup penting untuk diketahui dimana salah satunya adalah perilaku konsumen. Agar lebih jelas, sebaiknya anda menyimak penjelasan berikut ini.

Pengertian Perilaku Konsumen

pixabay.com

Didalam suatu proses atau transaksi jual beli suatu barang maupun jasa juga banyak hal yang saling berkaitan dengan konsumen. Konsumen merupakan tokoh atau faktor penting yang perlu anda kenali karakternya. Dan tentu saja anda perlu mengetahui tentang bagaimana cara mengenali perilaku konsumen.

Perilaku konsumen sendiri sebenarnya adalah faktor – faktor yang menyebabkan konsumen akhirnya memutuskan untuk membeli barang atau menggunakan suatu jasa. Tentunya ada banyak sekali faktor yang mendasari perilaku konsumen ini.

Karena seseorang yang berperan sebagai konsumen pasti memiliki alasan tersendiri ketika membeli suatu barang. Dan masing – masing orang tentunya memiliki standar atau patokan yang berbeda.

Jenis – jenis Konsumen

pixabay.com

Konsumen sama halnya dengan orang – orang yang sudah pasti memiliki sifat atau karakter yang berbeda. Sehingga hal inilah yang menyebabkan mengapa antara konsumen satu dengan yang lainnya memiliki sifat dan perilaku yang tidak sama. Sifat dan perilaku ini bisa terlihat dari cara mereka dalam memutuskan untuk membeli barang maupun jasa.

Beberapa jenis konsumen yang perlu anda ketahui diantaranya adalah :

1. Konsumen yang Berpatokan Pada Harga

Konsumen jenis ini adalah yang paling umum dimana biasanya akan ditandai dengan ciri ia hanya akan tertarik pada harga yang lebih murah.

2. Konsumen yang Suka Menjadi Trend Setter

Trend dalam kehidupan memang silih berganti. Entah itu dalam hal teknologi, fashion maupun yang lainnya akan berganti sesuai dengan jaman atau selera masyarakat. Jenis konsumen ada yang cenderung ingin menjadi trend setter selalu berusaha membeli barang apapun yang merupakan keluaran terbaru. Sehingga ia akan memiliki kebanggaan tersendiri karena nantinya akan dijadikan sebagai role model atau trend setter bagi orang lain.

3. Konsumen yang Lebih Memilih Menjadi Follower

Berbanding terbalik dengan jenis diatas, jenis konsumen follower justru akan menggunakan atau membeli suatu barang yang memang yang sedang hits. Biasanya ia akan membeli barang karena dipengaruhi oleh trend maupun akibat pengaruh iklan.

4. Konsumen yang Mementingkan Keuntungan

Sedangkan follower jenis berikutnya merupakan konsumen yang cukup perhitungan karena ia ingin mendapatkan barang namun tidak berlebihan atau tidak terpengaruh oleh faktor apapun. Biasanya konsumen jenis ini hanya akan membeli barang yang memang sesuai dengan kebutuhannya.

5. Konsumen yang Mengutamakan Kualitas

Memperhatikan kualitas memang sangat penting karena percuma saja murah kalau ternyata barang yang dibeli kualitasnya murahan. Konsumen jenis ini tidak akan merasa keberatan untuk membeli barang dengan harga yang mahal asalkan kualitas dari barang tersebut memang sebanding dengan harganya.

6. Konsumen Pemula

Konsumen pemula tidak banyak pertimbangan. Ia akan membeli barang sesuai dengan keinginannya saat itu. Biasanya konsumen jenis ini tidak terlalu banyak memberikan pertanyaan kepada penjual. Sehingga ketika ia merasa cocok dengan barang tersebut akan langsung dibeli.

7. Konsumen Jeli

Konsumen jeli biasanya selalu banyak pertimbangan. Ia akan mengamati kualitas barang yang dijual serta membandingkan harga di satu tempat dengan tempat lain. Biasanya konsumen jenis ini juga tidak akan ragu untuk menawar agar bisa mendapatkan harga yang termurah.

8. Pelanggan

Jenis konsumen yang terakhir adalah pelanggan. Jenis konsumen yang satu ini sudah terbiasa membeli di suatu tertentu dan akan terus – menerus membeli barang di tempat atau penjual yang sama.

Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Oleh Konsumen

Seorang konsumen biasanya memiliki alasan atau pertimbangan tersendiri dalam membeli suatu barang. Dan setiap orang tentu memiliki pertimbangan yang berbeda. Namun secara garis besar sebenarnya ada beberapa hal yang cukup berpengaruh terhadap proses konsumen dalam mengambil keputusan dalam membeli barang, yaitu :

1. Menyesuaikan Kebutuhan

Manusia memang memiliki kebutuhan primer yang sudah bisa dipastikan apa saja jenisnya. Namun ada kalanya manusia juga membutuhkan suatu barang atau kebutuhan mendadak, sehingga kebutuhan tersebut yang akhirnya menjadi alasan untuk membeli sesuatu.

2. Pengumpulan Informasi

Ketika seseorang membutuhkan sesuatu untuk dibeli sesuai kebutuhannya, biasanya terlebih dulu ia akan mencari informasi terkait barang yang ingin dibeli bisa melalui rekomendasi orang lain maupun mencari informasi melalui internet dan media lainnya.

3. Penilaian

Ketika ingin membeli suatu barang, orang bisa melakukan penilaian. Penilaian tersebut bisa sesuai dengan instingnya sendiri maupun atas saran orang lain, termasuk saran dari si penjual itu sendiri.

4. Keputusan

Ketika memutuskan membeli suatu barang bisa berdasarkan atas saran atau permintaan orang lain maupun sesuatu yang memang secara tidak terduga dibutuhkan. Sehingga keputusan dalam proses pembelian ini akan bergantung pada si konsumen itu sendiri.

5. Reaksi Atau Perilaku Setelah Prose Pembelian Terjadi

Biasanya setelah membeli suatu barang, orang akan memiliki penilaian tersendiri. Ada yang merasa puas atau sebaliknya. Sehingga sebagai penjual memang ada baiknya menjual produk atau barang yang memang antara kualitas dan harganya seimbang.

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

pixabay.com

Pertimbangan dalam membeli suatu barang memang berbeda untuk setiap orangnya. Namun ada beberapa faktor umum yang mendasari sekaligus menjadi pengaruh besar terhadap perilaku konsumen ketika membeli sesuatu, diantaranya yaitu :

1. Faktor Kebutuhan

Faktor pertama yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam membeli suatu barang adalah kebutuhan. Ia akan membeli apa yang memang sedang dibutuhkan, terlepas itu kebutuhan primer (rutin) maupun kebutuhan tak terduga.

2. Faktor Lingkungan

Lingkungan juga cukup berpengaruh karena tidak sedikit seseorang akan mengubah gaya hidup dan kebutuhannya akibat terpengaruh oleh lingkungan atau tempat ia berada.

3. Faktor Kualitas Produk

Tidak sedikit juga konsumen yang memutuskan membeli suatu barang karena memang tergiur oleh kualitas produk yang ditawarkan. Sehingga ketika ia tertarik dengan suatu barang yang menurutnya berkualitas, ia tak akan ragu untuk membelinya.

4. Faktor Harga

Harga menjadi faktor yang menjadi pertimbangan cukup penting. Karena umumnya harga menjadi patokan terpenting dan cukup berpengaruh  bagi konsumen ketika akan membeli sesuatu.

5. Faktor Promosi

Promosi atau iklan tidak bisa dipungkiri juga mampu menghipnotis konsumen. Tak heran jika banyak produk yang berusaha memaksimalkan promosi demi mendapatkan atau menjaring banyak konsumen.

Contoh Perilaku Konsumen

Sebenarnya cukup banyak contoh perilaku konsumen. Namun sebagai contoh sederhananya adalah ketika masyarakat ingin membeli buah. Antara buah impor dan buah lokal.

Tidak jarang masyarakat sebagai konsumen yang lebih memilih untuk membeli buah impor daripada buah lokal. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena harga buah impor lebih murah dibandingkan dengan buah lokal.

Harga murah memang selalu berhasil menarik minat konsumen. Namun sebenarnya ada alasan mengapa harga buah lokal lebih mahal daripada buah impor. Buah lokal biasanya tergantung musim sehingga petani hanya bisa memanen dalam waktu tertentu saja.

Belum lagi terkendala beberapa hal seperti musim pancaroba yang membuat produksi buah menjadi terhambat. Akibatnya proses distribusi menjadi lambat dan bisa jadi akibat adanya kendala sarana, pajak dan yang lainnya sehingga membuat penjual akhirnya mematok harga buah yang lebih mahal.

Lain hal dengan buah impor dimana biasanya proses distribusinya secara besar – besaran, sedangkan biaya bea cukainya cukup rendah. Akibatnya harga yang ditawarkan juga lebih murah. Namun meskipun begitu, sebagai konsumen yang smart harus tetap jeli dalam memperhatikan kualitas. Jangan selalu menjadi harga murah sebagai patokan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *