PENGERTIAN HOTEL: Fungsi, Jenis, Sejarah & Klasifikasi Hotel

Pengertian Hotel – Jika mendengar kata hotel, kebanyakan orang akan membayangkan bangunan megah dan mewah dengan harga sewa kamar yang mahal.

Padahal, hotel memiliki bermacam-macam kelas, ada yang harga permalamnya 1 miliar seperti di Royal penthouse suite di Swiss, ada juga hotel yang harga kamarnya ramah di kantong.

Lewat tulisan ini kita akan lebih tahu apa itu hotel, mulai dari definisi hotel, sejarah perhotelan, jenis jenis hingga klasifikasi hotel berdasarkan jumlah bintang yang dimiliki.

Pengertian Hotel

Pengertian Hotel
pixabay.com

Pengertian Hotel secara umum adalah bangunan yang memiliki banyak kamar yang disewakan sebagai tempat menginap dan tempat makan orang yang sedang dalam perjalanan.

Agar sebuah bangunan bisa dikatakan hotel bintang 1, setidaknya bangunan harus memiliki 15 kamar dengan luas masing-masing seminimalnya 20 meter persegi.

Selain tempat untuk menginap, hotel biasanya memiliki berbagai fasilitas penunjang untuk para penginap, misalnya restoran, spa, kolam renang dan ruang pertemuan.

Pengertian Hotel Menurut Para Ahli

  • Menurut American Hotel & Motel Association Hotel adalah tempat yang menyediakan penginapan, makan dan minum, serta pelayanan lain yang disewakan kepada para tamu atau orang-orang yang tinggal untuk sementara.
  • Menurut Endar Sri (1996), Hotel adalah bangunan yang dikelola secara komersial untuk memberikan fasilitas penginapan kepada masyarakat umum dengan fasilitas di antaranya pelayanan barang bawaan, makanan dan minuman, fasilitas perabot dan hiasan yang ada di dalamnya, serta jasa pencucian pakaian.
  • Lawson (1997), Hotel adalah sarana tempat tinggal umum bagi wisatawan yang memberikan pelayanan jasa kamar, makanan dan minuman, serta akomodasi dengan syarat penggunanya harus membayar.
  • Menurut Keputusan Menteri Parpostel No. KM 94/HK103/MPPT 1987 Hotel adalah jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bagian untuk memberikan jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman, serta jasa lain bagi masyarakat umum dan dikelola secara komersial.

 

Kesimpulan

Pengertian Hotel adalah bangunan yang difungsikan sebagai tempat penginapan yang mempunyai berbagai fasilitas penunjang, seperti penyediaan makanan dan minuman, meeting room dan jasa-jasa lainnya yang dikelola secara komersial.

Fungsi Hotel

pixabay.com

Dengan berubahnya gaya hidup, fungsi hotel mengalami perubahan, tidak sekadar sebagai tempat menginap, tetapi juga untuk mengadakan rapat, pertemuan, resepsi pernikahan, seminar, pameran, bahkan pertunjukan.

Selain dari kegunaannya, fungsi hotel juga bisa dilihat dari sisi para penerima manfaatnya, yaitu pemilik, karyawan, tamu, dan pemerintah sebagai berikut.

  1. Bagi pemiliknya, hotel adalah alat untuk mendapatkan keuntungan finansial serta menyelamatkan dan mengamankan modal yang sudah dikeluarkan untuk membangunnya.
  2. Bagi karyawan, hotel adalah tempat mencari nafkah untuk mendapatkan penghasilan demi pemenuhan kebutuhan hidup yang layak bagi diri dan keluarganya, juga tempat menambah kemampuan dan pengalaman.
  3. Bagi para tamu, hotel berfungsi sebagai tempat menginap sementara yang diharapkan bisa memberikan pelayanan yang nyaman, aman, dan memuaskan.
  4. Bagi pemerintah, keberadaan hotel memiliki fungsi penting untuk menyerap tenaga kerja setempat, menambah pendapatan daerah; dan membantu mempromosikan objek wisata setempat.

Karakteristik Hotel

pixabay.com

Dengan merujuk pada definisinya, hotel merupakan salah satu jenis usaha komersial. Artinya, pengusaha hotel memberikan pelayanan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis. Namun, hotel memiliki karakteristik yang berbeda dari badan usaha lain sebagai berikut.

  • Hotel termasuk badan usaha padat modal dan padat karya karena dalam pengelolaannya, dibutuhkan modal usaha yang besar dan karyawan yang banyak.
  • Pelanggan atau tamu diperlakukan sebagai raja sekaligus partner usaha karena keuntungan yang diperoleh sangat tergantung pada jumlah pelanggan.
  • Hotel beroperasi selama 24 jam penuh dalam sehari tanpa ada hari libur untuk melayani tamu hotel yang menginap atau masyarakat umum yang akan menggunakan fasilitas yang dimiliki hotel.
  • Hotel menghasilkan dan memasarkan jasanya di tempat hotel tersebut berada.
  • Kelangsungan usaha hotel dipengaruhi situasi ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan di tempat hotel tersebut beroperasi ataupun secara nasional dan global.

Klasifikasi Hotel (Berdasarkan Bintang)

pixabay.com

Berdasarkan kelasnya, hotel dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan, yaitu hotel bintang, hotel melati, wisma, dan guest house. Perbedaaan keempat kelas hotel tersebut terletak pada jumlah dan jenis kamar serta fasilitas yang disediakan.

Hotel berbintang sendiri dibedakan menjadi beberapa tingkatan yang dilambangkan dengan simbol bintang 1 sampai 5 sesuai Surat Keputusan Dirjen Parpostel No. 22/U/VI/1978. Penilaian terhadap hotel dilakukan oleh Dirjen Pariwisata setiap 3 tahun sekali berdasarkan kriteria berikut.

 

1. Hotel Bintang 1

  • Jumlah kamar standar minimal 15 dengan luas minimal 20 m2
  • Kamar mandi di dalam

2. Hotel Bintang 2

  • Jumlah kamar standar minimal 20 dengan luas minimal 20 m2
  • Jumlah kamar suite minimal 1 dengan luas minimal 44 m2
  • Kamar mandi dalam, TV, telepon, AC, penerangan, jendela, lobi, sarana olahraga, bar

3. Hotel Bintang 3

  • Jumlah kamar standar minimal 30 dengan luas minimal 24 m2
  • Jumlah kamar suite minimal 2 dengan luas minimal 48 m2
  • Kamar mandi dalam, toilet sendiri, TV, telepon, AC, penerangan, jendela, lobi, sarana olahraga dan rekreasi, bar, restoran, valet parking

4. Hotel Bintang 4

  • Jumlah kamar standar minimal 50 dengan luas minimal 24 m2
  • Jumlah kamar suite minimal 3 dengan luas minimal 48 m2
  • Luas lobi minimal 100 m2
  • Kamar mandi air panas/dingin, TV, telepon, AC, penerangan, jendela, sarana olahraga dan rekreasi, bar, restoran

5. Hotel Bintang 5

  • Jumlah kamar standar minimal 100 dengan luas minimal 26 m2
  • Jumlah kamar suite minimal 4 dengan luas minimal 52 m2
  • Tempat tidur dan perabot kamar berkualitas tinggi
  • Kamar mandi air panas/dingin, TV, telepon, AC, penerangan, jendela, lobi, sarana olahraga dan rekreasi, bar, restoran 24 jam dan makanan bisa diantar ke kamar, valet parking

Jenis Jenis Hotel

pixabay.com

Jenis-jenis hotel dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori, di antaranya berdasarkan lokasi dan jumlah kamar yang disediakan. Berdasarkan lokasinya, terdapat beberapa jenis hotel sebagai berikut.

  1. City Hotel: didirikan di perkotaan, ditujukan untuk masyarakat yang menginap dalam waktu singkat. Hotel ini juga dilengkapi fasilitas bisnis (misalnya ruang rapat).
  2. Residential Hotel: berlokasi di tepi kota, tetapi akses menuju tempat kegiatan bisnis masih relatif mudah. Biasanya, hotel ini menjadi pilihan para tamu yang ingin menginap dalam jangka waktu lebih lama sehingga dilengkapi fasilitas untuk keluarga.
  3. Resort Hotel: dibangun di pegunungan (mountain hotel) atau di tepi pantai (beach hotel), danau, serta aliran sungai sehingga sering dijadikan tempat berlibur.
  4. Motor Hotel (Motel): didirikan di pinggiran sepanjang jalan raya yang menjadi penghubung antarkota, biasanya terletak di dekat pintu gerbang perbatasan dua buah kota.

Sementara itu, berdasarkan jumlah kamarnya, hotel dibedakan menjadi:

  1. hotel kecil (maksimal 28 kamar);
  2. hotel menengah (28–299 kamar); dan
  3. hotel besar (lebih dari 300 kamar).

Sejarah Hotel 

pixabay.com

Menurut sebagian pendapat, hotel berasal dari kata hostel yang merupakan kosakata dalam bahasa Perancis kuno. Kata tersebut memiliki arti tempat penampungan bagi para pendatang atau bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum.

Pada masa Kerajaan Romawi, terdapat mansion yang dibangun di sepanjang jalan utama sejauh 4 km. Selanjutnya, pada abad pertengahan, di Eropa dibuat peraturan untuk membangun tempat-tempat menginap di sepanjang jalan yang sering dilalui orang yang disebut dengan road side inn.

Pada perkembangan selanjutnya, munculah bangunan-bangunan yang dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat bagi para pengunjung gereja-gereja. Ketika itu, untuk menginap dan mendapatkan fasilitas lainnya, pengunjung tidak dikenakan biaya, hanya diminta untuk memberikan sumbangan sukarela.

Seiring dengan perkembangan zaman, hotel mulai meninggalkan misi sosialnya dan berubah menjadi kegiatan komersial. Setiap tamu yang datang harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan layanan dan fasilitas hotel.

Agar para tamu merasa nyaman dan betah tinggal berlama-lama di hotel, bangunan hotel pun didesain dengan konsep tertentu dan kamar-kamar dirancang sedemikan rupa sesuai konsep yang dipilih. Akan tetapi, jenis layanan yang diberikan hotel belum banyak berubah.

Tahun 1793 menjadi awal mula berubahnya konsep hotel menjadi lebih sempurna, yaitu dengan dibangunnya City Hotel di lokasi yang kini menjadi New York City. Hotel ini tak hanya mempertimbangkan letak yang strategis, tetapi juga memprioritaskan tempat istirahat yang layak.

Boston’s Tremont House adalah hotel modern pertama dan dibangun pada tahun 1829. Hotel ini memiliki 270 kamar yang sudah dibedakan menjadi tipe kamar single dan double serta memiliki ruang pertemuan. Hotel ini juga menjadi hotel menjadi yang menerima karyawan melalui seleksi.


Setelah mengenal fungsi, jenis, dan klasifikasi hotel, Anda bisa lebih mudah menentukan pilihan saat harus menginap di luar kota atau luar negeri. Ketepatan dalam memilih hotel sangat penting karena memengaruhi kenyamanan Anda selama bepergian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *